Home / Budaya / Tasikmalaya

Minggu, 18 Juli 2021 - 20:09 WIB

Warga Kampung Naga Keluhkan Sepi Pengunjung Saat PPKM Darurat

Gentra Priangan - 

Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya (foto: Sahrul/GentraPriangan)

i

Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya (foto: Sahrul/GentraPriangan)

Tasikmalaya – Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali mulai dirasakan berdampak negatif pada masyarakat. Sejumlah warga di Tasikmlaya sangat merasakan dampak dari kebijakan yang telah di terapkan sejak di mulai tanggal 1 Juli yang lalu hingga sampai saat ini.

Dari berbagai bidang banyak mengeluh terhadap kebjakan PPKM yang telah di terapkan pemerintah pusat hingga daerah-daerah yang ada di jawa-bali, diantaranya pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Salah satunya sektor pariwisata yang sudah lama lumpuh akibat pandemi selama satu tahun lebih kebelakanng, termasuk desa wisata kampung naga. Sebelumnya desa ini adalah penyumbang devisa yang cukup signifikan karena salah satu desa wisata yang sering di kunjungi wisatawan dari berbagai wisatawan daerah maupun wisata mancanegara.

Baca Juga  Jauh-Jauh Dari Bandung, Pedagang Sosis Ini Laris Manis Jualan di Tasik Motekar

Salah satu warga kampung naga, kang Uca mengaku sebagai pekerja pramuwisata di kampung naga sangat merasakan dampak dari PPKM ini, diantaranya mobilitas pengunjung atau wisatawan yang datang ke kampung naga ini berkurang sejak lama hingga tidak ada sama sekali.

“Biasanya tempat saya ini sering menjadi transit para wisatawan yang datang kesini baik wisatawan mancanegara atau wisata nusantara,tapi beberapa tahun ini tidak ada wisatawan mancanegara yang datang termasuk wisata nusantarapun berkurang bahkan hari ini sampai penutupan total”, ucap uca kepada kami pada hari Sabtu(17/07/21).

Baca Juga  Seni Lais yang Hampir Punah

Uca menambahkan sebenarnya kami tidak mengharapkan apapun dari pemerintah, tapi setidaknya ada perhatian khusus buat warga kampung naga ini.

“berbicara ekonomi pun kami sejak dari dulu sudah mandiri. Karena kebiasaan warga itu bertani dan ternak, sedangkan untuk pengrajin kita sudah mencoba ke penjualan daring. Tetapi cobalah ketika menerapkan satu kebijakan itu harus dengan segala pertimbangan” tutup Uca

Share :

Baca Juga

Politik & Hukum

Rapat Pleno Pilkada Tasikmalaya Diwarnai Walk Out dan Aksi Unjuk Rasa

Berita

Ponpes Bahrul Ulum Bantah Santrinya Terlibat Aksi Demo yang Berujung Rusuh di Tasikmalaya

Berita

Layang Lakbok Festival 2019 Curi Perhatian Wisatawan Asing

Berita

Ade Sugianto Cuti Pilkada, Gubernur Lantik Pjs Bupati Tasikmalaya

Berita

Respons Banser Usai Pesantren Jadi Klaster Covid-19 di Kota Tasikmalaya

Politik & Hukum

Pelanggaran HAM di Tasikmalaya Selama 2019, Apa Saja?

Budaya

Tradisi Ketangkasan Adu Domba Garut yang Melegenda

Berita

Pendidikan Karakter Harus Terlaksana Meski Belajar Online