Tutup Masjid Ahmadiyah, Bupati Garut Dinilai Kontradiksi Dalam Mewujudkan Sikap Pancasilais Dalam Kebebasan Beragama

- Penulis

Selasa, 1 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satpol PP Kabupaten Garut menutup Masjid milik Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kab. Garut  (foto: GentraPriangan)

i

Satpol PP Kabupaten Garut menutup Masjid milik Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kab. Garut (foto: GentraPriangan)

Koalisi Masyarakat Sipil dan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) menyatakan intoleransi masih menjadi ancaman terbesar Pancasila, oleh karena itu, Ia meminta pemerintah untuk menjamin setiap warganya bisa beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai keyakinannya masing-masing.

Hari Pancasila tahun ini diperingati ketika kasus intoleransi masih terus terjadi, salah satunya di Kabupaten Garut dimana Bupati mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 451.1/1605/Bakesbangpol tentang pelarangan aktivitas dan pembangunan Masjid Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, yang diikuti penyegelan Masjid oleh Satpol PP pada 6 Mei 2021.

“Selain mencederai nilai-nilai Pancasila, apa yang dilakukan Bupati Garut turut ambil andil terhadap tindakan nya yang tidak sesuai dengan koridor kewenangan nya, seperti diketahui bahwa Urusan Agama sepenuhnya adalah kewenangan Pemerintah Pusat. Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 10 ayat (1) UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah,” kata Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil dan OBH Lasma Natalia, Senin, (1/6/2021).

Hari Lahir Pancasila 1 Juni banyak diperingati dengan diskusi serta seminar kebangsaan. Namun di akar rumput, ada situasi yang menodai Pancasila dan luput dari perhatian. Maka, Direktur LBH Bandung tersebut juga mengajak masyarakat menjadikan Hari Pancasila sebagai momentum untuk untuk merefleksikan situasi kebangsaan, termasuk intoleransi. Karena itu dia menyerukan semangat toleransi antar-umat beragama sebagai cara menghidupkan Pancasila.

“Relevansinya dengan sekarang adalah semangat kemanusiaan, penghormatan terhadap HAM, termasuk kebebasan beragama dan berkeyakinan. Memanusiakan orang lain dengan bertoleransi merupakan sikap yang tepat dalam menghidupkan Pancasila,” ungkap Lasma.

Baca Juga :  Intoleransi Meningkat Jelang Musim Politik, Pegiat Keberagaman di Tasikmalaya Bentuk Sajajar

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyayangkan tindakan intoleran yang dilakukan Bupati Garut terhadap Jamaah Ahmadiyah. Menurutnya, Surat Edaran Bupati Garut terkait pelarangan aktivitas dan pembangunan Masjid telah melanggar Hak asasi Manusia (HAM).

Komnas HAM telah membaca surat edaran pelarangan dari Bupati Garut tersebut. Ada dua hal utama yang menjadi dasar surat dan hal itu menarik perhatian,  yaitu terkait fatwa MUI dan SKB 3 Menteri tentang larangan Ahmadiyah.

Baca Juga :  Sebabkan Puluhan Anak Keracunan, Dinkes Garut Larang Masyarakat Konsumsi Cikbul

“Surat edaran Bupati Garut kalau dilihat dari prinsip dan standar HAM itu sudah salah karena pada poin pertama bicara tentang pembatasan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pembatasan HAM harus selevel Undang-Undang, tidak bisa hanya selevel SKB 3 Menteri, ” jelas Beka.

Beka melanjutkan, jika pemebatasan HAM didasarkan untuk melindungi keamanan, ketertiban umum, kesehatan, hak-hak dan kebebasan dasar orang lain bukan kepentingan politik karena pada prinsipnya kebebasan beragama dan berkeyakinan tidak dapat dipaksa.

Terkait fatwa MUI, Beka berkomentar jika fatwa MUI tidak bisa dijadikan sebagai dasar pemerintah daerah atau pemerintah pusat untuk membuat suatu kebijakan karena fatwa MUI tidak ada dalam struktur dasar perundang-undangan.”

Fatwa MUI berfungsi menjaga kerukunan bukan sebagai dasar kebijakan. Fatwa dari MUI menjadi ranah dialog bukan dasar suatu kebijakan karena MUI sama dengan NU, Muhammadiyah yang merupakan organisasi masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan
Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus
Panwascam Banyuresmi Siap Awasi Kampanye Terbuka, Kesiapan PKD dan PTPS jadi Prioritas
Tiga Orang Pengedar Uang Palsu diciduk Polisi di Tasikmalaya
Puluhan Orang di Tasikmalaya Peringati 14 Tahun Haul Gusdur
Penertiban APK yang Bahayakan Warga Tasikmalaya
Tari Sulintang, Tarian Khas dengan Iringan Bambu
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 13:55 WIB

Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:02 WIB

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 21:04 WIB

Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji

Berita Terbaru

Ilustrasi Pembakaran hutan

Lingkungan

MUI Keluarkan Fatwa Tindakan Merusak Alam Hukumnya Haram

Senin, 26 Feb 2024 - 15:48 WIB

papan selamat datang di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Berita

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Feb 2024 - 21:02 WIB

Ilustrasi minuman keras (Foto:Istimewa)

Berita

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Minggu, 25 Feb 2024 - 20:37 WIB

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB