Home / Sosok

Rabu, 9 September 2020 - 11:50 WIB

Tokoh Pers Indonesia Jakob Oetama Meninggal Dunia, Berikut Perjalanan Hidupnya

Gentra Priangan - 

i

Gentrapriangan.com – Jakob Oetama merupakan seorang jurnalis senior Indonesia yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pemilik beberapa kelompok usaha Kompas Gramedia Grup. Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang pada 27 September 1931. Almarhum wafat di usia yang memasuki 88 tahun. Jakob Oetama meninggal dunia pada Rabu (09/09/2020) pukul 13.05 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Berikut perjalanan hidup jakob oetama mulai dari pendidikan, karier serta penghargaan

1. Pendidikan
– Seminari Menengah (1945-1951)
– Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1955-1959)
– Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1956-1961)

2. Karier
Jakob Oetama memulai karier pada tahun 1950 dengan mengajar di beberapa sekolah mengikuti jejak ayahnya Raymundus Josef Sandiya Brotosoesiswo seorang guru Sekolah Rakyat. Di mata Jakob, guru merupakan profesi yang mengangkat martabat.
Namun dia juga tertarik menjadi wartawan karena kegemarannya menulis. Minat ini semakin bertumbuh setelah mendalami ilmu jurnalistik di Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta dan Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada.
Pada tahun 1955 Jakob menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta. Pada Agustus 1963, Jakob bersama dengan Petrus Kanisius Ojong bersama mendirikan majalah Intisari. Lalu kemudian Menteri/Panglima Angkatan Darat Letjen Achmad Yani mengusulkan kepada Drs. Frans Seda, Ketua Partai Katolik agar partainya memiliki sebuah media.
Frans Seda lalu menghubungi dua rekan yang berpengalaman menangani media massa, yaitu PK Ojong dan Jakob Oetama. Akhirnya dari tangan duet Jakob dan PK Ojong berdirilah Koran Kompas yang terbit perdana 28 Juni 1965.

Baca Juga  Hari Guru Nasional, Bupati Garut: Terimakasih Guru

Perusahaan media yang dipimpin oleh Jakob terus berkembang pesat, baik Intisari dan juga Kompas. Ia pun melebarkan sayapnya ke berbagai bidang lain termasuk perhotelan dan universitas.
Berikut rincian perjalanan karier Jakob Oetama:

– Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)
– Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
– Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
– Redaktur Mingguan Penabur (1955-1955)
– Ketua Editor- Pimpinan majalah bulanan Intisari (1963-2016)
– Ketua Editor-Pimpinan Harian Kompas (1965-2016)
– Presiden Komisaris Kompas Gramedia (1980-2020)

3. Penghargaan
Berikut sederet penghargaan yang pernah didapatkan Jakob Oetama semasa hidupnya, dikutip dari Kompas.id:
• 1973 Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah RI
• 1994 Wira Karya Kencana dari Kantor Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN karena dianggap telah berjasa dalam Gerakan KB Nasional
• 2003 Anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
• 2004 Chief Executive Officer (CEO) Terbaik Tahun 2003 dari Majalah SWA, Synovate Research Reinvented, dan Dunamis
• 2005 Entrepreneur of The Year dari Ernst & Young Penghargaan dari Tiga Pilar Kemitraan berkaitan dengan Hari Antikorupsi Alumnus Teladan dari Universitas Gadjah Mada dalam Rangka Dies Natalis ke-56, Yogyakarta
• 2006 World Entrepreneur of the Year Academy 2006 dari Ernst & Young, Monaco
• 2007 Baca juga: Sejarah Oscar, Penghargaan Prestisius bagi Insan Film di Dunia Lifetime Achievement Award dari Bank BRI
• 2008 Lifetime Achievement Award dari PWI
• 2009 Bintang jasa “The Order of The Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon” dari Pemerintah Jepang
• 9 Februari 2010 Number One Press Card dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
• 24 Maret 2010 Bintang Jasa The Order of The Rising Sun dan Gold Rays with Neck Ribbon dari Pemerintah Jepang
• 18 Agustus 2010 Soegeng Sarjadi Award on Lifetime Achievement
• 19 April 2011 Medali Emas Spirit Jurnalisme dari Komunitas Hari Pers Nasional 2011
• 16 Oktober 2011 Tokoh berpengaruh penting dalam menyebarkan semangat dan kecakapan kewirausahaan bidang sosial dalam Ciputra Award
• 13 Juli 2012 Penghargaan Pengabdian 30 Tahun Tokoh Pers di Industri Media Cetak dari Serikat Perusahaan Pers (SPS)
• 10 Januari 2013 Jakob Oetama dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan media di Tanah Air, sekaligus mematangkan media massa untuk memperkuat demokrasi di Indonesia sehingga mendapat award di ajang Paramadina Award dari Universitas Paramadina
• 4 Juli 2013 Asia Communication Award dari Asian Media Information and Communication Centre (AMIC)
• 12 Juli 2013 Lifetime Award dari Asian Publishing Convention
• 5 September 2014 Gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari Universitas Sebelas Maret UNS), Surakarta
• 8 Desember 2015 Life Time Achievement Award dari Tahir Foundation 3 Februari 2017 Penghargaan Lifetime Achievement Awards dari SPS.

Baca Juga  Potensi SDA Melimpah, Iwan Saputra: Pertanian jadi Basis Utama

• 13 Mei 2017 Lifetime Achievement Award dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Share :

Baca Juga

Inspirasi

20 Tahun Terpisah, Ayah dan Anak Bertemu Kembali Berkat Tik Tok

Sosok

Gugum Gumbira Sang Maestro Tari Jaipong Wafat, Ini Profilnya

Sosok

Raju Sahrial Wakili Jabar Dalam Ajang Putera -Puteri Pendidikan Indonesia 2020

Inspirasi

Gokil! Curhat Soal Nikah Muda, Pemuda Bogor Ini Terbitkan Buku

Garut

4 Tahun Berlalu, Berikut Cerita Korban Banjir Bandang Garut yang Kehilangan 7 Anggota Keluarganya

Inspirasi

Dini Asmiatul Amanah Raih Gelar Juara Runner Up 1 Puteri Wisata Seni Jabar

Sosok

Paskibraka Kabupaten Tasikmalaya Dikukuhkan

Inspirasi

Paguyuban Otomotif Kabupaten Tasikmalaya, Hilangkan Stigma Berandal Bermotor