Home / Milenial

Minggu, 1 Agustus 2021 - 19:37 WIB

Thrifting Cara Kaum Milenial Miliki Barang Branded

Gentra Priangan - 

Suasana thifting di Pasar Cimol Gedebage. Foto: Sahrul / Gentra Priangan

i

Suasana thifting di Pasar Cimol Gedebage. Foto: Sahrul / Gentra Priangan

Bandung – Siapa yang tidak tertarik memiliki barang-barang branded dengan kualitas bagus serta harga terjangkau. Kini, sedang banyak digandrungi oleh kaum milenial yang mulai menerapkan konsep berbelanja dengan istilah thrifting.

Arti thirfting sendiri dapat diartikan sebagai kegiatan membeli barang bekas pakai, dengan catatan kualitas barang yang dijual di toko thrift biasanya masih dalam keadaan baik dan berkualitas, sehingga tidak jarang pembeli dapat menemukan barang yang branded saat berbelanja.

Berbicara mengenai dunia thrifting ini tidak lengkap rasanya jika tidak membahas Pasar Cimol Gedebage yang dikenal sebagai surganya barang-barang branded dengan kualitas bagus serta harga bervariatif mulai dari Rp25.000-100.000.

Pasar Cimol sendiri merupakan kepanjangan dari Cibadak Mall. Nama ini diambil karena sebelumnya lokasi perbelanjaan ini terletak di Jalan Cibadak. Ramainya pasar yang tumpah ruah di jalanan pun mengganggu aktivitas lalu lintas dan pejalan kaki.

Baca Juga  TBM Cipendeuy Upayakan Pencerahan Masyarakat Ditengah PPKM Darurat

Akhirnya pada pertengahan tahun 2000an pusat perbelanjaan ini pindah ke pasar Gedebage dan sampai sekarang namanya menjadi Pasar Cimol Gedebage dan menjelma sebagai pusat barang bekas atau disebut dengan istilah preloved terbesar di Jawa Barat.

Pasar Cimol Gedebage ini menawarakan berbagai produk seperti baju, celana, topi dan jaket denim, ada juga jaket berbahan tebal, parasut, sport dengan model bervariatif. Mulai dari gaya vintage, retro, monokrom, atau playfull dengan warna-warna yang cerah.

Jaket sendiri merupkan salah satu incaran yang sering dicari pembeli terutama oleh kaum milenial yang mulai terjun ke dunia thrifting.

Membahas dunia thifting tidak akan lengkap tanpa bertanya langsung ke para pelaku usahanya.

Salah satu pedagang di Pasar Cimol Gedebage Juan Lesamana mengungkapkan, alasan dirinya tertarik menjual usaha thifting awalnya karena coba-coba kemudian ternyata menghasilkan pendapatan dan menjadikan dirinya tau mengenai brand-brand.

Baca Juga  12 Ekor Kukang Jawa Dilepasliarkan di Cagar Alam Nusa Gede Panjalu Ciamis

“Iya awalnya karena emang suka kemudian coba-coba untuk berjualan ternyata lumayan bisa menghasilkan pendapatan. Tentunya jadi ngerti juga tentang brand-brand yang branded,” ujarnya kepada Gentra Priangan saat ditemui di lokasi usahanya.

Juan Lesmana mengaku dirinya sudah mulai berjualan thirftiing di Pasar Cimol ini sudah sejak 2013, selama pemberlakuan PPKM Darurat dirinya berupaya menjual barang daganganya secara online juga mengandalkan dari pelanggan tetap yang datang ke rumahnya.

“Saya di sini jualan sudah dari tahun 2013, sejak adanya pandemi lumayan ada efeknya kerasa, apalagi waktu kemarin PPKM pasar harus tutup. Tapi, untungnya masih ada pelanggan tetap yang datang ke rumah belanja, paling dari situ lumayan ketolong sama ngandelin media sosial,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Milenial

Maknai Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya, Inilah Harapan Milenial Kepada Pemerintah

Garut

Buat Poster Curahan Hati Masyarakat, Cara Aksi Pemuda Desa Tanpa Melanggar Prokes

Milenial

Mengenal Lebih Dekat Miara, Selebgram dan Pengusaha Muda Asal Tasikmalaya

Ciamis

Upayakan Kembali Budaya Literasi, PMII IAID Ciamis Gelar Gerakan Sadar Membaca

Milenial

IPNU dan Polres Tasikmalaya Sinergi Cegah Penyebaran Paham Radikalisme Pelajar dan Santri

Milenial

Ajak Kadernya Melek Media, PMII Universitas Perjuangan Kaji Analisis Media

Milenial

Kangen Masuk Sekolah, Anak-anak Antusias Ikut Vaksinasi

Garut

TBM Cipendeuy Upayakan Pencerahan Masyarakat Ditengah PPKM Darurat

Dapatkan Update Berita Dari Kami