Home / Garut / Milenial

Minggu, 18 Juli 2021 - 22:33 WIB

TBM Cipendeuy Upayakan Pencerahan Masyarakat Ditengah PPKM Darurat

Gentra Priangan - 

i

Garut– Kebijakan PPKM darurat yang menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat sehingga menghasilkan kegaduhan disebabkan oleh kesimpangsiuran informasi dan berpotensi menyebabkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Menyikapi hal tersebut Taman Baca Masyarakat (TBM) Cipendey Kecamatan Bungbulang atau yang lebih dikenal dengan Komunitas Literasi Sabuk menyelenggarakan kegiatan virtual do’a untuk negeri dan diskusi panel dengan tajuk ‘pandemi tak kunjung usai siapa yang salah?’ yang dilaksanakan secara virtual melalui platform media sosial instagram pada Sabtu malam (17/07/2021).

Kegiatan tersebut diawali dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ust. Lutfi Mubarok salah satu kader Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama yg berada di Desa Wangunjaya.

Apit Sulaiman selaku presiden sabuk menyampaikan kegiatan ini merupakan sarana penggalian informasi dan pencerahan terkait kondisi yang dihadapi masyarakat.

” Selain daripada mengeluarkan unek-unek dan mendiskusikan harus bersikap seperti apa dalam menghadapi keadaan yang sedang melanda kita semua, karena kondisi kita memang dibuat bingung dengan keadaan sekarang” ucap Apit.

Baca Juga  Persatuan Sepak Bola Bugar Beramal Santuni Anak Yatim di Garut

Kegiatan ini dilanjutkan oleh diskusi yang diisi oleh Muhamad Dadan Nurdani selaku Redaktur Gentra Priangan dan Ipan Nuralam selaku ketua PC. PMII Garut.

Dadan selaku pembicara pertama dalam paparannya menekankan pentingnya edukasi terhadap keadaan yang dihadapi dan disikapi dengan tenang dan bijaksana.
“pandemi ini memang mengkhawatirkan dan cukup berbahaya meskipun data kematian masih terbilang sedikit dibanding dengan kesembuhan, artinya kita masih bisa melewatinya asal kita mengerti bagaimana menghadapi situasinya, tidak perlu berpikir berlebihkan tapi juga tidak disepelekan tentu keadaan ini harus dapat melahirkan solidaritas sosial” tutur Dadan.

Sementara itu Ipan sebagai pembicara kedua menyampaikan mengikuti kebijakan pemerintah tidak ada salahnya akan tetapi pemerintah juga harus hadir dalam kondisi sulit yang dihadapi masyarakat dalam kebijakan PPKM ini.

” sholat dengan menjaga jarak, ibadah dengan mengikuti protokol kesehatan itu tidak menyebabkan tidak sah jadi apa salahnya menjalankan, akan tetapi juga harus diperhatikan pemerintah harus hadir ditengah kesulitan masyarakat hanya untuk bertaha hiduap, dimana banyak yang harus kehilangan pendapatannya teracam pendidikannya dan lain sebagainya” terang Ipan.

Baca Juga  Laga Persib Bandung vs Bali United Berakhir Imbang 1-1

Ipan menambahkan transparansi pemerintah dibutuhkan dalam memberikan pencerahan sehingga tidak menghasilkan kebingungan di masyarakat.

“kebingungan ini justru yang dapat menghasilkan dampak yang lebih besar di masyarakat seperti dampak sosial, politik, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Kondisi itu disebabkan oleh ketidak jelasan informasi lebih luasnya akan mendatangkan krisis kepercayaan terhadap pemerintah, disini justru titik tekan yang harus dipikirkan sehingga pemerintah tidak terkesan semena-mena dalam membuat kebijakan, tampilkan segalanya dengan gamblang dan jelas supaya tidak ada presepsi yang negatif” tambah Ipan.

Kegiatan ini ditutup dengan penyampaian pesan dari kedua pembicara kepada seluruh masyarakat untuk tetap berpikir solutif bukan lantas mencari kambing hitam dan berpikir objektif tidak mudah terprovokasi oleh opini-opini yang tidak bertanggung jawab.

Share :

Baca Juga

Berita

Kabar Baik! 1 Pasien Corona di Kota Tasikmalaya Sembuh, 2 Lainnya Membaik

Berita

Kuda Tanpa Kusir Hebohkan Pengguna Jalan, Satu Pengendara Motor Tertabrak

Garut

Kedai Ngopi di Garut ini Bebaskan Pembeli Bayar Seikhlasnya

Garut

Hari Guru Nasional, Bupati Garut: Terimakasih Guru

Berita

Pasien Terakhir Sembuh, Garut Kini Bebas Positif Covid-19

Berita

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Garut Gelar Operasi Yustisi

Berita

Hadapi Masa Sulit Saat Pandemi, PHRI Garut Kibarkan Bendera Putih

Berita

Diduga Supir Mengantuk, Kecelakaan Tunggal di Garut Tewaskan Satu Penumpang

Dapatkan Update Berita Dari Kami