TBM Cipendeuy Upayakan Pencerahan Masyarakat Ditengah PPKM Darurat

- Penulis

Minggu, 18 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut– Kebijakan PPKM darurat yang menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat sehingga menghasilkan kegaduhan disebabkan oleh kesimpangsiuran informasi dan berpotensi menyebabkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Menyikapi hal tersebut Taman Baca Masyarakat (TBM) Cipendey Kecamatan Bungbulang atau yang lebih dikenal dengan Komunitas Literasi Sabuk menyelenggarakan kegiatan virtual do’a untuk negeri dan diskusi panel dengan tajuk ‘pandemi tak kunjung usai siapa yang salah?’ yang dilaksanakan secara virtual melalui platform media sosial instagram pada Sabtu malam (17/07/2021).

Kegiatan tersebut diawali dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ust. Lutfi Mubarok salah satu kader Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama yg berada di Desa Wangunjaya.

Apit Sulaiman selaku presiden sabuk menyampaikan kegiatan ini merupakan sarana penggalian informasi dan pencerahan terkait kondisi yang dihadapi masyarakat.

” Selain daripada mengeluarkan unek-unek dan mendiskusikan harus bersikap seperti apa dalam menghadapi keadaan yang sedang melanda kita semua, karena kondisi kita memang dibuat bingung dengan keadaan sekarang” ucap Apit.

Baca Juga :  Pemkab Garut Salurkan Bantuan Untuk Beberapa Profesi yang Terdampak PPKM

Kegiatan ini dilanjutkan oleh diskusi yang diisi oleh Muhamad Dadan Nurdani selaku Redaktur Gentra Priangan dan Ipan Nuralam selaku ketua PC. PMII Garut.

Dadan selaku pembicara pertama dalam paparannya menekankan pentingnya edukasi terhadap keadaan yang dihadapi dan disikapi dengan tenang dan bijaksana.
“pandemi ini memang mengkhawatirkan dan cukup berbahaya meskipun data kematian masih terbilang sedikit dibanding dengan kesembuhan, artinya kita masih bisa melewatinya asal kita mengerti bagaimana menghadapi situasinya, tidak perlu berpikir berlebihkan tapi juga tidak disepelekan tentu keadaan ini harus dapat melahirkan solidaritas sosial” tutur Dadan.

Sementara itu Ipan sebagai pembicara kedua menyampaikan mengikuti kebijakan pemerintah tidak ada salahnya akan tetapi pemerintah juga harus hadir dalam kondisi sulit yang dihadapi masyarakat dalam kebijakan PPKM ini.

” sholat dengan menjaga jarak, ibadah dengan mengikuti protokol kesehatan itu tidak menyebabkan tidak sah jadi apa salahnya menjalankan, akan tetapi juga harus diperhatikan pemerintah harus hadir ditengah kesulitan masyarakat hanya untuk bertaha hiduap, dimana banyak yang harus kehilangan pendapatannya teracam pendidikannya dan lain sebagainya” terang Ipan.

Baca Juga :  Lahan Pertanian Warga Rusak Akibat Hujan Deras di Wanaraja

Ipan menambahkan transparansi pemerintah dibutuhkan dalam memberikan pencerahan sehingga tidak menghasilkan kebingungan di masyarakat.

“kebingungan ini justru yang dapat menghasilkan dampak yang lebih besar di masyarakat seperti dampak sosial, politik, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Kondisi itu disebabkan oleh ketidak jelasan informasi lebih luasnya akan mendatangkan krisis kepercayaan terhadap pemerintah, disini justru titik tekan yang harus dipikirkan sehingga pemerintah tidak terkesan semena-mena dalam membuat kebijakan, tampilkan segalanya dengan gamblang dan jelas supaya tidak ada presepsi yang negatif” tambah Ipan.

Kegiatan ini ditutup dengan penyampaian pesan dari kedua pembicara kepada seluruh masyarakat untuk tetap berpikir solutif bukan lantas mencari kambing hitam dan berpikir objektif tidak mudah terprovokasi oleh opini-opini yang tidak bertanggung jawab.

Berita Terkait

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut
Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar
Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji
Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut
Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan
Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru
3 Website yang Dapat Bantu Pemilih Muda Menentukan Pilihan saat Pemilu
Menhub Budi Karya Apresiasi Layanan Terminal Guntur Garut
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Kamis, 8 Februari 2024 - 15:17 WIB

Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Berita Terbaru

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB