Tari Sulintang, Tarian Khas dengan Iringan Bambu

- Penulis

Sabtu, 20 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret seorang perempuan sedang menari Sulintang (Dok: UPI)

i

Potret seorang perempuan sedang menari Sulintang (Dok: UPI)

Tasikmalaya – Salah satu tarian yang menjadi ikon sekaligus warisan budaya Tasikmalaya adalah Tari Sulintang. Dibalik gerakannya yang lembut dan memikat, tersimpan kisah perjalanan panjang yang merangkum semangat persatuan dan keindahan budaya Indonesia.

Tari Sulintang diciptakan oleh maestro tari asal Tasikmalaya, Raden Tjetje Soemantri, pada tahun 1948. Beliau tak hanya piawai dalam tari Sunda, tapi juga mendalami seni tari dari berbagai daerah dan negara, seperti Jawa, Bali, India, dan Burma. Pengaruh inilah yang kemudian dituangkan dalam Tari Sulintang, menjadikannya tarian kreasi baru yang kaya akan perpaduan budaya Nusantara.

Gerakan Tari Sulintang didominasi oleh ayunan tangan yang lembut dan gemulai, selaras dengan kibasan selendang yang dikenakan penari. Iringan musiknya pun unik, menggunakan seperangkat alat musik bambu yang disebut “Sulintang”. Bambu-bambu ini dimainkan dengan cara digesek hingga mengeluarkan suara yang merdu dan syahdu, menambah kesan mendalam pada setiap gerakan tari.

Baca Juga :  Sambut Harlah IPPNU KE-65 dan Konferwil ke-XVI dengan Peduli Lingkungan

Nama lain Tari Sulintang adalah “Damar Kanginan”, yang berarti “cahaya pelita”. Sesuai namanya, tarian ini diibaratkan sebagai cahaya yang menerangi dan menyatukan keindahan berbagai budaya di Indonesia. Gerakannya yang dinamis dan ekspresif menggambarkan semangat persatuan dan gotong royong, nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Indonesia.

Tari Sulintang tak hanya indah ditonton, tapi juga sarat makna dan filosofi. Setiap gerakannya memiliki arti tersendiri, seperti gerakan menunduk yang melambangkan sikap hormat, gerakan tangan yang terbuka melambangkan keramahan, dan kibasan selendang yang melambangkan keluwesan dan keanggunan.

Sebagai warisan budaya yang tak ternilai, Tari Sulintang terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat Tasikmalaya. Tradisi pembelajaran tari secara turun-temurun masih dijalankan, dimana para penari senior mengajarkan teknik dan makna Tari Sulintang kepada generasi muda. Tak hanya itu, Tari Sulintang juga kerap ditampilkan dalam berbagai acara festival dan pertunjukan seni, sehingga keindahannya tetap dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Dukung Tasikmalaya Jadi Kota Paling Nyaman Pejalan Kaki se-Indonesia

Tari Sulintang adalah lebih dari sekedar tarian, ia adalah jendela untuk melihat kedalaman budaya dan semangat persatuan Indonesia. Dengan iringan bambu yang syahdu dan gerakan yang penuh makna, Tari Sulintang terus memikat hati dan menjadi kebanggaan masyarakat Tasikmalaya. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini, agar keindahannya terus memancar dari generasi ke generasi.

Kostum penari Tari Sulintang biasanya berupa pakaian adat Sunda lengkap dengan hiasan kepala dan selendang. Ditarikan secara solo, duet, atau berkelompok. Ada beberapa variasi gerakan Tari Sulintang yang berkembang seiring berjalannya waktu. Tari Sulintang pernah dipertunjukkan di berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda

Berita Terkait

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir
Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023
Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan
KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu
Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024
3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan
Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus
Berita ini 518 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:42 WIB

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir

Selasa, 5 Maret 2024 - 16:35 WIB

Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023

Selasa, 5 Maret 2024 - 12:48 WIB

Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan

Selasa, 5 Maret 2024 - 09:49 WIB

KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu

Jumat, 1 Maret 2024 - 14:14 WIB

Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB