Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah merupakan salah satu program pemerintah (Kemendikbudristek) dalam upaya untuk membantu mewujudkan asa para siswa/i berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi mereka memiliki keinginan untuk melanjutkan studi hingga ke perguruan tinggi negeri ataupun swasta.
Seluruh siswa di Indonesia berhak menggapai cita-citanya dengan mendapakan pendidikan setinggi-tingginya. Melalui KIP Kuliah pemerintah memberikan kesempatan tersebut bagi siswa/i di seluruh Indonesia. Berlaku untuk jalur seleksi masuk perguruan tinggi SNMPTN, SBMPTN, SNMPN, SBMPN, ataupun Seleksi mandiri PTN dan seleksi mandiri PTS.
“Siapapun kalau anda dari keluarga kurang mampu dan anda diterima pada program studi sehebat apapun dan semahal apapun, pemerintah akan menanggung biaya pendidikan anda di perguruan tinggi secara penuh melalui KIP Kuliah Merdeka.” Kata Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim dalam buku Panduan.
Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan layak dan pantas sebagai penerima KIP Kuliah Merdeka. Diantaranya sebagai berikut;
1. Penerima merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan(SMK), atau bentuk lain yang sederajat yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal lulus 2 (dua) tahun sebelumnya.
2. Telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk Perguruan Tinggi Akademik dan Perguruan Tinggi Vokasi dan diterima di PTN atau PTS pada Program Studi yang telah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.
3. Memiliki potensi akademik baik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus yang didukung bukti dokumen yang sah.
Keterbatasan ekonomi sebagai salah satu syarat calon penerima harus dibuktikan dengan adanya :
1. Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP),
2. Berasal dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH),
3. Keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),
4. mahasiswa dari panti sosial/panti asuhan,
5. mahasiswa dari keluarga yang masuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta
6. Melampirkan bukti pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak Rp 4juta per bulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750ribu.
Adapun tahapan-tahapan yang harus di ikuti untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa, yaitu :
1. Siswa melakukan Pendaftaran Akun secara mandiri di SIM KIP Kuliah melalui laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id atau melalui mobile apps berbasis android.
2. Pada saat pendaftaran, siswa memasukkan NIK, NISN, NPSN dan alamat email yang aktif.
3. Sistem KIP Kuliah selanjutnya akan melakukan validasi NIK, NISN dan NPSN serta kelayakan mendapatkan KIP Kuliah. Jika proses validasi berhasil, Sistem akan mengirimkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses ke alamat email yang didaftarkan.
4. Siswa masuk ke dalam SIM KIP Kuliah dengan memasukkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses untuk menyelesaikan proses pendaftaran KIP Kuliah dan memilih proses seleksi yang akan diikuti (SNMPTN/SBMPTN/SNMPN/SBMPN/Mandiri).
5. Siswa menyelesaikan proses pendaftaran di portal atau SIM KIP Kuliah sesuai jalur seleksi yang dipilih pada seleksi nasional atau pada seleksi masuk di perguruan tinggi.
6. Bagi calon penerima telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi, dapat dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh perguruan tinggi sebelum diusulkan ke Puslapdik sebagai calon mahasiswa penerima.