Home / Opini

Selasa, 2 November 2021 - 23:51 WIB

Suara Milenial; Open Bidding Kota Tasikmalaya Lebih Sensitif

Gentra Priangan - 

i

Tasikmalaya – Tasikmalaya sedang melakukan open bidding untuk menigisi beberapa jabatan yang masih kosong. Dimana kegiatan ini merupakan suatu proses pengangkatan jabatan yang membuka kesempatan bagi pegawai yang berada di luar intansi agar dapat menjabat di intansi tersebut.

Lelang jabatan merupakan salah satu bentuk merit system yang diterapkan oleh pemerintah guna mewujudkan birokrasi yang professional serta pegawai yang mempunyai kompetensi. Lelang jabatan ini jadi alternatif di samping jabatan struktural secara regular, yaitu proses pengisian jabatan struktural berdasarkan usulan unit .

Pengisian kekosongan jabatan yang dilakukan dengan proses lelang jabatan harud dilakukan sesuai prosedur yang ada tidak hanya sebatas seremonial saja.

Apalagi kepentingan politik dan kepentingan sesaat lainnya. Kekosongan harus di isi oleh orang yang tepat tentunya memenuhi persyaratan kualifikasi dan proses seleksi tentunya tidak sembarangan. Pejabat struktural yang di rekrut merupakan pejabat yang mempunyai kompetensi sehingga bisa bekerja dengan efektif, efesien serta bisa mewujudkan profisionalisme.

Baca Juga  Warisan Leluhur dan Tradisi, Ini Makna Iket Pria Sunda

Diantarnya syarat mengisi jabatan harus liniear dengan disiplin ilmunya. Kerana tidak sedikit para pejabat yang tidak faham terkait apa yang menjadi program kerja mereka laksanakan. Pada akhirnya mereka hanya mengugurkan tugas saja dan tidak memiliki target capaian yang jelas. Selanjutnya penilaian yang dilakukan secara objektif, dimana tujuan dari penilaian ini adalah untuk melihat seberapa besar kemampuannya atau mengenai kepribadiannya. Adapun test yang harus di tempuh diantaranya adminsitrasi, asesment center, fit and proper test dan lain sebagainya.

Dengan semangat kompetitif dan terbuka maka pegawai akan bersaing secara sehat, dan tidak ada unsur politik, faktor kedekatan maupun patronase dan nepotisme. Jika dilihat sebelum adanya aturan penentuan pejabat struktural masih sangat rawan sekali akan faktor tadi. Selain itu, hal ini juga bagian dari komitmen pejabat Pembina kepegawaian yang ingin menciptakan sumber daya aparatur yang kompeten, professional dalam pemberian pelayanan publik kepada masyarakat.

Baca Juga  Viral! Warganet Minta Ikon Wilayah Tasikmalaya Selatan

Kemudian pejabat ini tidak hanya di isi dengan laki laki saja melainkan perempuan pun bisaberkopetisi dalam open bidding ini. Karena secara historis beberapa tokoh pemimpin perempuan yang lahir di kota ini dan tidak bisa di pandang sebelah mata. Karena keterwakilan perempuan juga yang natinya akan memiliki sudut pandang yang berbeda. Sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh kepada penyusunan kebijakan yang berdampak pada kesetaraan gender.

Share :

Baca Juga

Opini

Soroti Nasib Warga Ahmadiyah, STS Tulis Surat Terbuka Untuk Presiden

Opini

Fakta Seputar Air

Opini

Dasa Sila Bandung, HAM, dan Toleransi di Indonesia

Opini

Sambut Mahasiswa Baru Dengan Organisasi yang Memiliki Nilai Kebangsaan dan Keagamaan

Opini

Cak Umin, Sosok Ketua Baru Pemimpin PMII Kota Tasikmalaya

Opini

Nabi Muhammad SAW Pahlawanku

Opini

Curahan Hati Seorang Anak yang Ibunya Menjadi Garda Terdepan Melawan Covid-19

Opini

Catatan Kecil Mengenai Ajip Rosidi