Status Tanggap Darurat Bencana, Pemkab Bandung Kuatkan Dapur Umum

- Penulis

Selasa, 12 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bandung – Pasca penetapan status Tanggap Darurat Bencana pada hari Jum’at (8/3/2019), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung kuatkan dapur umum di tiga titik. Penetapan tersebut berlaku selama 7 hari ke depan dan akan diperpanjang selama banjir belum surut.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser meninjau kesiapan dapur umum tersebut, yaitu Gedung Inkanas dan Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah serta Radio Bojes Kecamatan Bojongsoang, pada Jum’at kemarin.

“Prosedur penetapan tanggap darurat saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini tanggap darurat khusus untuk dapur umum. Jadi tidak ada kucuran dana infrastruktur,” ungkap Bupati Dadang Naser.

Ia menyebut penanganan tanggap darurat intinya menyelamatkan jiwa, karena disinyalir masih banyak warga yang bertahan di rumah masing-masing.

“Jangan sampai ada yang kelaparan, atau sakit karena kurang makan dan kurang minum. Untuk itu kami juga menyiapkan dapur umum mobile untuk distribusi makanan dan minuman bagi warga yang masih bertahan di lokasi masing-masing. Mohon kepada para relawan dan tokoh masyarakat, monitor terus agar bantuannya merata,” tukas dia.

Baca Juga :  Akibat Curah Hujan Tinggi, 5 Kecamatan di Garut Diterjang Banjir

Dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 15 Tahun 2018 Tentang Citarum Harum, Dadang menaruh harapan yang besar akan penanganan banjir menahun di Bandung Selatan. Menurutnya, ada keseriusan dari pemerintah pusat yang tidak hanya melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Pembuatan Kolam Retensi Cieunteung saja tidak cukup untuk menanggulangi banjir. Kini tengah dibangun Terowongan Curug Jompong, ia menilai jika ditambah Danau Andir tentunya akan semakin ideal.

“Citarum Harum ini meliputi pembangunan bukan hanya di hilir, tapi utamanya di hulu. Inilah yang harus terpadu, baru setahun program berjalan ini belum berdampak luas. Banjir tetap ada karena memang lahan kritis itu butuh penanganan yang berbeda,” ujar dia.

Ketika hujan sudah reda dan tidak banjir lagi, Dadang mengajak para civitas lingkungan untuk lebih memperhatikan lahan di hulu. Penanaman pohon dan sistem pola tanam harus terus diedukasikan kepada masyarakat. “Selain itu juga tidak bosan kita edukasi masyarakat, agar tidak buang sampah sembarangan,” tutup Dadang.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Drs. Akhmad Djohara mengungkap, terdapat sejumlah titik pengungsian di tiga kecamatan terdampak.

Baca Juga :  Ketua Pengurus ASKAB PSSI Kabupaten Bandung Dikukuhkan

“Sesuai data roll call (pelaporan) yang masuk pada hari ini, jumlah total pengungsi di beberapa titik pengungsian di tiga kecamatan (Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojong Soang) terdapat 373 Kepala Keluarga 1.104 Jiwa. Diantaranya terdapat 129 Lansia, 94 Balita, 22 Ibu hamil, 21 Ibu Menyusui, 5 Disabilitas, 99 Anak, 4 pelajar SMA, 9 SMP, 18 SD,” urai Kalak BPBD melalui sambungan telepon, Minggu (10/3/2019).

Tinggi Mata Air (TMA) di beberapa titik assessment, terang Akhmad Djohara, mengalami penurunan dibanding dua hari sebelumnya. “Tercatat TMA paling tinggi itu di RW 13 Kp. Ciputat Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah berkisar antara 10 – 100 cm, ini sudah jauh menyusut dibanding dua hari sebelumnya yang mencapai 190 cm. Kita tunggu perkembangan lebih lanjut, mudah-mudahan status tanggap darurat ini tidak diperpanjang,” harap Akhmad Djohara. (hpb/rls/red)

Berita Terkait

Gelaran Seni Budaya Garut dan Jakarta Semarakan Hari HJG Ke 211
Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray
Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan
Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut
Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar
PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 17:17 WIB

Gelaran Seni Budaya Garut dan Jakarta Semarakan Hari HJG Ke 211

Senin, 26 Februari 2024 - 13:55 WIB

Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:02 WIB

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Berita Terbaru

Ilustrasi Pembakaran hutan

Lingkungan

MUI Keluarkan Fatwa Tindakan Merusak Alam Hukumnya Haram

Senin, 26 Feb 2024 - 15:48 WIB

papan selamat datang di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Berita

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Feb 2024 - 21:02 WIB

Ilustrasi minuman keras (Foto:Istimewa)

Berita

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Minggu, 25 Feb 2024 - 20:37 WIB