Soal Kadisdik Mangkir, HMI Cabang Garut: Akankah Bupati Bersikap Sama?

- Penulis

Sabtu, 15 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut– HMI Cabang Garut menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Pada 11 Oktober 2022.

Aksi tersebut di gelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kadisdik yang dianggap selalu mangkir dalam audiensi yang di laksanakan oleh HMI Cabang Garut.

Ketua HMI Cabang Garut, Sulton Hidayatullah membeberkan kepada media terkait alasan unjuk rasa yang di gelar tersebut.

“Hari ini kita menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut karna ada hal yang menurut kita miris dan perlu kita sikapi secepatnya, ada 3 poin yang kita sikapi hari ini pertama pelayanan publik yang buruk karena sudah 4 kali kita melayangkan surat audiensi ke Dinas Pendidikan ini tidak pernah ada surat balasan sebagai etika intansi pemerintah, hanya 2 kali kita di terima dan Kepala Dinas belum pernah menemui kita, ini sangat bertentangan dengan Undang-Undang No 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik,” ujarnyanya.

Sulton menyebutkan ada laporan masyarakat terkait penyelewengan dan pungutan liar Program Indonesia Pintar (PIP) dan Biaya Oprasional Sekolah (BOS).

Baca Juga :  Jalur Tasikmalaya-Garut Terhambat Bencana Longsor Salawu

“Beberapa pekan kemarin kita menyebarkan angket kepada masyarakat untuk mengecek sejauh mana para sekolah menggunakan dana Bos, dan ternyata hasilnya sangat miris, dimana manfaat yang harus di rasakan oleh masyarakat untuk menunjang pendidikan ini masih ada yang di perjual belikan, seperti hal nya buku LKS dan buku mata pelajaran,” sambungnya.

Tidak hanya itu menurutnya HMI Garut juga mendapatkan laporan dari masyarakat terkait pungutan liar dalam Program Indonesia Pintar ( PIP ) tentunya ini sangat bertentangan dengan Permendikbud RI Nomor 44 Tahun 2019 Tentang Penerimaan Peserta didik baru pada Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

“Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis¬† atau Juknis BOS Reguler SD SMP SMA SMK Tahun 2021 Pasal 21, Permendikbud No 44 Tahun 2012 dan masih banyak aturan aturan yang sangat melarang kegiatan para oknum pejabat sekolah tersebut ” Ujar Sulton.

Baca Juga :  Gelar Rapat Koordinasi Internal, Panwaslu Kecamatan Cibiuk Fokuskan pada Pengawasan Tahapan Logistik Pemilu 2024

Sulton menambahkan terakhir aksi pun Kadisdik tidak menemui HMI, maka HMI Cabang Garut akan menemui bupati langsung untuk mempersoalkan hal ini.

“Ya tentu kita sangat kecewa dengan sikap Kadisdik ini, makanya dalam tuntutan aksi kita meminta Kadisdik Mengundurkan diri dari jabatannya, karena di nilai tidak bisa memimpin Dinas Pendidikan menuju arah yang lebih baik, dan karna dinilai mangkir lagi, maka kita akan langsung ke Bupati untuk membahas hal ini,” tuturnya.

“Kita lihat apakah bupati akan bersikap sama seperti kita atau malah melindungi Kadisdik yang secara tidak langsung mempermalukan lembaga eksekutif di hadapan masyarakat, dan terakhir kita meminta untuk semua elemen masyarakat mari kita sama-sama peduli terhadap pedidikan di Kabupaten Garut, kita kawal bersama untuk supaya keadilan harus selalu di tegakan walaupun langit akan jatuh” pungkasnya.

Berita Terkait

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut
Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji
Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut
Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan
Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru
Menhub Budi Karya Apresiasi Layanan Terminal Guntur Garut
Panwascam Banyuresmi Siap Awasi Kampanye Terbuka, Kesiapan PKD dan PTPS jadi Prioritas
Desa Cinta Jadi Inspirasi Desa Kewirausahaan di Garut
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Kamis, 8 Februari 2024 - 15:17 WIB

Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Berita Terbaru

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB