Sikapi Fenomena Remaja Masuk NII, Milenial Garut Angkat Bicara

- Penulis

Minggu, 7 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

i

Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

Garut – Puluhan remaja di Kecamatan Sukamentri, Kabupaten Garut diduga di baiat masuk organisasi Negara Islam Indonesia (NII).Mengetahui hal tersebut, beberapa organisasi yang beranggotakan kaum milenial angkat bicara, salah satunya PMII Kabupaten Garut.PMII merasa khawatir terhadap puluhan remaja yang menjadi korban pembaiatan NII.

“Saya juga merasa sangat khawatir dengan Kabupaten Garut melihat beberapa puluh remaja mungkin yang kemarin menyatakan ikrar untuk ke NII. Itu kan hanya yang terlihat di permukaan apalagi kan yang tidak terekspos media itu saya kira jauh lebih banyak kalau menurut saya,” kata Ketua PC PMII Kabupaten Garut, Ipan Nuralam kepada gentrapriangan.com Minggu, (7/11/2021).

Baca Juga :  Timnas Indonesia Merangkak Naik Mengejar Point di FIFA Match Day

Ia juga mengakui, bahwa Kabupaten Garut masih memiliki tingkat toleransi yang rendah karena jarang sekali ada organisasi yang membahas mengenai toleransi dan radikalisme.

“Pertama mau tidak mau di Kabupaten Garut ini tingkat toleransinya saya kira rendah. Mengapa demikian dihitung dari kebijakan-kebijakan yang lahir di Kabupaten Garut ataupun daripada gerakan-gerakan, organisasi-organisasi baik itu organisasi mahasiswa ataupun LSM dan lain sebagainya jarang yang memang berbicara mengenai toleransi, jarang berbicara mengenai radikalisme dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Garut Idham Kholid menyampaikan, bahwa ada keterkaitan sejarah yang panjang antara NII dengan Kebupaten Garut.

Baca Juga :  Kumpulan Quotes Fajar ‘Sadboy’ yang Menusuk Relung Hati

“Jadi yang pertama, kita harus mengakui bahwa jaringan mereka itu ada, khususnya di Kabupaten Garut karena secara sejarah memiliki keterkaitan sejarah yang panjang NII dengen Kabupaten Garut,” tutur Idham.

Ia menambahkan, sebagai orang yang memiliki kepedulian mengenai masalah kesatuan negara, masyarakat Kabupaten Garut harus melakukan pendekatan kemanusian agar dapat meningkatkan komitmen terhadap NKRI.

“Oleh karena itu kita sebagai masyarakat Garut, sebagai orang yang memiliki kepedulian terkait masalah kesatuan Negara Republik Indonesia tetunya kita harus waspada. Harus melakukan pendekatan-pendekatan kemanusiaan untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap NKRI,” pungkasnya.

Berita Terkait

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar
3 Website yang Dapat Bantu Pemilih Muda Menentukan Pilihan saat Pemilu
Dua Isu yang Menarik Bagi Pemilih Muda di Pemilu 2024
Partisipasi Generasi Muda dalam Terciptanya Pemilu Demokratis
Generasi Muda Tunjukkan Keberagaman Inklusif Lewat Film Dokumenter
Ganjar Pranowo: Manfaatkan Teknologi untuk Mendekati Kaum Milenial
Raju, Fokus pada Misi Pendidikan.
Aksi Sawer Duit, IPNU Garut: Edukasi Tidak Mendidik Bagi Iklim Politik
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Rabu, 7 Februari 2024 - 16:13 WIB

3 Website yang Dapat Bantu Pemilih Muda Menentukan Pilihan saat Pemilu

Selasa, 9 Januari 2024 - 21:26 WIB

Dua Isu yang Menarik Bagi Pemilih Muda di Pemilu 2024

Kamis, 7 Desember 2023 - 14:09 WIB

Partisipasi Generasi Muda dalam Terciptanya Pemilu Demokratis

Jumat, 1 Desember 2023 - 10:37 WIB

Generasi Muda Tunjukkan Keberagaman Inklusif Lewat Film Dokumenter

Minggu, 28 Mei 2023 - 12:26 WIB

Ganjar Pranowo: Manfaatkan Teknologi untuk Mendekati Kaum Milenial

Selasa, 23 Mei 2023 - 14:29 WIB

Raju, Fokus pada Misi Pendidikan.

Sabtu, 13 Mei 2023 - 18:54 WIB

Aksi Sawer Duit, IPNU Garut: Edukasi Tidak Mendidik Bagi Iklim Politik

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB