Sejarah Hari Buruh dan Tema May Day 2023

- Penulis

Senin, 1 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerald Altmann/Pixabay

i

Gerald Altmann/Pixabay

Gentrapriangan- Hari buruh nasional peringatannya rutin berlangsung pada 1 Mei setiap tahunya. Hari buruh atau populer dengan sebutan May Day ini merupakan hari libur tahunan di banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Peringatan ini memiliki sejarah panjang juga tema berbeda setiap tahunnya. Berikut sejarah hari buruh dan tema may day 2023.

Tema May Day 2023

Internarional Labour Organization (ILO) menetapkan tema dari hari buruh internasional atau May Day 2023 ialah “Word Day for Safety and Health at Work 2023”. Terjemahan bahasa Indonesianya adalah Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Seluruh Dunia.

Sejarah Hari Buruh

Hari buruh bermula dari perjuangan para buruh untuk menyuarakan dan menuntut hak-hak para pekerja di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Minimnya upah yang tidak sebanding dengan durasi kerja, ketatnya disiplin, dan kurang baiknya lokasi kerja di pabrik, melahirkan perlawanan dari para buruh.

Petter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin merupakan dua orang yang berpengaruh sebab menyumbangkan gagasan-gagasan untuk menghormati para buruh. Saat itu, McGuire bersama 100.000 buruh melakukan aksi mogok kerja untuk menuntung pengurangan jam kerja dan menyediakan uang lembur.

Baca Juga :  Tanding Futsal antar Orang Muda Lintas Iman sebagai Ajang Persaudaraan

Parade hari buruh pertama kali di adakan di New York, Amerika Serikat oleh sekitar 20.000 orang buruh. Mereka membawa spanduk bertuliskan 8 jam kerja, 8 jam istirahatm 8 jam rekreasi. Matthew Maguire dan Petter McGuire berperan penting dalam parade ini. Gagasan mereka lalu menyebar dan pada tahun-tahun berikutnya negara-negara lainnya pun ikut merayakan.

Pada 1 Mei 1986, para buruh di Chicago Amerika Serikat melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut hak-hak pekerja, termasuk delapan jam kerja sehari. Aksi protes itu kemudian berujung pada kekerasan dan bentrokan dengan polisi, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka.

Kejadian ini kemudian menjadi momentum penting dalam sejarah gerakan buruh internasional. Sehingga, pada kongres kedua Federasi Serikat Buruh Internasional (International Workingmen’s Association/IWA) yang berlangsung di Paris pada tahun 1889, memutuskan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk mengenang korban jiwa dalam aksi protes di Chicago dan untuk terus menuntut hak-hak pekerja.

Sejak saat itulah, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day mulai berlaku di banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Empat Anak di Garut Diserang Tawon, Satu Orang Meninggal
Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, peringatan May Day mulai ada perayaannya pada tahun 1920-an oleh Perserikatan Vakum Indonesia (PVI), yang kemudian berganti nama menjadi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI).

Namun pada masa pemerintahan orde baru, hari buruh tidak lagi diperingati di Indonesia. Hal ini disebabkan karena gerakan para buruh sering dikait-kaitkan dengan gerakan dan paham komunis. Kejadian yang terjadi pada 30 September 1965 atau sering disebut G30S membuat peringatan May Day selalu dikonotasikan sebagai ideologi komunis.

Setelah pemerintahan Soeharto berakhir, tanggal 1 Mei setiap tahunnya para buruh di Indonesia kembali merayakannya. Mereka kembali mengadakan demonstrasi untuk menuntut dan menyuarakan haknya. Aksi tersebut kemudian rutin berlangsung setiap tahunnya.

Sehingga pada 1 Mei 2013, Pemerintah Indonesia masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, resmi menjadikan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh internasional dan hari libur nasional. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 24 tahun 2013.

Berita Terkait

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir
Jelang Akhir Masa Jabatan Bupati Garut, SAPMA PP: Terima Kasih
Tanding Futsal antar Orang Muda Lintas Iman sebagai Ajang Persaudaraan
Sajajar Perkuat Toleransi Lewat Pameran Foto dan Nobar Film Dokumenter
IPNU Jabar Siap Awasi Pemilu 2024
H Dudu Rohman Nahkodai PCNU Kota Tasik, FBTI Berharap Dapat Perkuat Moderasi Beragama
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kemuslimahan KAMMI Tasik Gelar Workshop
PBNU dan PP Muhammadiyah Sepakat, Politik Identitas dapat Memecah Belah Masyarakat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:42 WIB

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir

Jumat, 29 Desember 2023 - 19:16 WIB

Jelang Akhir Masa Jabatan Bupati Garut, SAPMA PP: Terima Kasih

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:56 WIB

Tanding Futsal antar Orang Muda Lintas Iman sebagai Ajang Persaudaraan

Rabu, 29 November 2023 - 15:25 WIB

Sajajar Perkuat Toleransi Lewat Pameran Foto dan Nobar Film Dokumenter

Minggu, 19 November 2023 - 05:20 WIB

IPNU Jabar Siap Awasi Pemilu 2024

Minggu, 5 November 2023 - 07:27 WIB

H Dudu Rohman Nahkodai PCNU Kota Tasik, FBTI Berharap Dapat Perkuat Moderasi Beragama

Senin, 26 Juni 2023 - 10:39 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kemuslimahan KAMMI Tasik Gelar Workshop

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:08 WIB

PBNU dan PP Muhammadiyah Sepakat, Politik Identitas dapat Memecah Belah Masyarakat

Berita Terbaru

Tugu Tugu di Kota Tasikmalaya (Foto: Istimewa)

Cek Fakta

Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Tugu Ikonik Tasikmalaya

Minggu, 7 Jul 2024 - 10:17 WIB