Sebut Orang Miskin Tularkan Virus Corona, Jubir Pemerintah Dikritik Dokter Tirta

- Penulis

Senin, 30 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto, memberikan suatu pernyataan yang kontroversial yaitu dengan menyebut orang miskin yang menularkan virus corona.

“Yang kaya lindungi yang miskin agar bisa hidup wajar dan yang miskin lindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya, ini menjadi kerjasama yang penting,” katanya, Sabtu (28/3/2020)

Tak lama pernyataan tersebut menjadi viral dan banyak protes beserta kritikan dari kalangan masyarakat yang merasa pernyataan seperti itu tidak pantas dilontarkan oleh seorang juru bicara yang mewakili instansi pemerintahan, karena menyangkutpautkan suatu wabah penyakit dengan status sosial seseorang.

Baca Juga :  5 Tokoh Pahlawan Pendidikan di Indonesia

Tidak hanya masyarakat biasa yang melontarkan protesnya, seorang dokter pun angkat bicara mengenai statement yang dilontarkan oleh juru bicara tersebut.

Ia adalah dr. Tirta Mandira, yaitu seorang dokter sekaligus relawan yang sedang mengatasi krisis kesehatan yang ada di Indonesia.

Melalui akun Instagram pribadinya @dr.tirta Ia menyampaikan kritikannya tersebut.

“Pak Joko Widodo, Bapak itu memiliki berbagai menteri yang menurut saya koordinasinya buruk, terutama adalah menkes. Jubir menkes kali ini melakukan blunder lagi yang menurut saya sangat sangat mengecewakan dan juga kontroversial,” tulisnya.

Baca Juga :  Timnas Wanita Indonesia Gelar TC

Ia juga menyampaikan bahwa orang sekelas juru bicara instansi pemerintahan harus lebih bijak dan berhati-hati dalam memberikan statment, jangan sampai statement yang dilontarkan dapat memicu perdebatan dikalangan masyarakat.

“Yang miskin menularkan ke yang kaya, itu tidak jelas pak.Jangan pernah membenturkan penyakit dengan status sosial!” sebutnya.

“Capek kita semua pak (seluruh tenaga medis di Indonesia) jadi kalo bapa mengeluarkan statement yang salah, kerja keras kita jadi tidak ada artinya bapa,” tandasnya.

Berita Terkait

Presiden Jokowi Tetapkan 14 Februari Sebagai Hari Libur Nasional
Ketua KPU Diputuskan Langgar Etik Karena Pencalonan Gibran
Komitmen Para Capres di Bidang Kesehatan, Apa saja?
Apa itu Hilirisasi yang Digaungkan Cawapres Gibran?
Communication Week 2023: Platform Ideal Untuk Membawa Perubahan Yang Positiff
Tim U17 Indonesia Bertekad Tembus 16 Besar
KPU Resmi Tetapkan Pasangan Capres Cawapres Pemilu 2024
Dampak El Nino di Indonesia, Berikut Kemungkinannya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Kamis, 8 Februari 2024 - 15:17 WIB

Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Berita Terbaru

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB