Puluhan Orang di Tasikmalaya Peringati 14 Tahun Haul Gusdur

- Penulis

Kamis, 1 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah narasumber sedang berdiskusi tentang

i

Sejumlah narasumber sedang berdiskusi tentang "Meneladani Demokrasi Ala Gusdur" di Singaparana, Kabupaten Tasikmalaya (31/01/2024).

Tasikmalaya – Puluhan orang  memperingati 14 tahun Haul mantan Presiden RI Abdurahman Wahid atau Gusdur di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (31/01/2024).

Mengusung tema “Meneladani Demokrasi Ala Gusdur” dihadiri langsung Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tasikmalaya Ami Imran Tamami. Selain itu giat ini diikuti berbagai kalangan, aktivis, komunitas Gusdurian dan santri.

Beragam rangkaian acara disajikan, dimulai dari tahlil kebangsaan, panggung hiburan, puisi kebangsaan, launching Gardu Pemilu, dan talkshow refleksi ala Gusdur.

Dalam talkshow tersebut, para narasumber memberikan gagasan serta pemikiran gusdur sebagai refleksi dalam berdemokrasi, terutama di momen pertarungan politik tahun 2024.

Menurut salah satu Alumni National University Of Singapore Institute juga, Ahalla Tsauro, stabilitas nasional itu bergantung pada kualitas demokrasi terbentuk, dimana ketika ada intelektual yang berfungsi untuk kemudian mengatur, mendiagnosa dan menjawab persoalan di masyarakat.

Ia menyampaikan, dua hal yang penting dalam meneladani demokrasi ala Gusdur. Yakni, demokrasi prosedural yanng merupakan tahapan dalam demokrasi, sementara substansial adalah isi dalam demokrasi itu sendiri.

Baca Juga :  Gelar Roadshow, Pemuda Katolik Jabar Kunjungi Markas NU Circle

Menurutnya, Gusdur sebagai tauladan memberikan pemahaman bagi masyarakat dalam memperjuangkan hak minoritas dan membuka pandangan tentang hak-hak semua warga negara dalam menjalani hidup, terutama dalam mengekspresikan diri.

“Sisi kebebasannya, sisi keberpihakannya itu menjadi parameter bagi kita untuk meneladani Gusdur dalam kebebasan berekspresi,” ungkap Ahalla.

Selanjutnya, Founder Komunitas Kuluwung Diwan Masnawi mengatakan, Gusdur merupakan seorang intelektual juga seorang aktvis. Oleh karena itu dalam nilai demokrasi yang harus kita tauladani adalah seorang aktivis harus bertanding melalui gagasan secara intelektual.

“Terlihat dari gerakan-gerakannya yang berpihak pada pihak yang dilemahkan. Konsennya pada ketidakadilan, kemiskinan, penindasan itu sangat kuat sekali. Dan Gusdur dibesarkan oleh keluarganya untuk tidak canggung bersentuhan dengan berbagai macam pengetahuan,” kata Diwan.

Koordinator Solidaritas Jaringan Antarumat dan Keberagamaan (Sajajar) Usama Ahmad Rizal menyampaikan, parameter keberhasilan demokrasi dapat terpenuhi melalui 3 hal. Pertama kedaulatan hukum, kedua pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) dan ketiga melalui paham Pluralisme.

Baca Juga :  1200 Santri Ikuti Perkemahan Santri Pramuka Nusantara

Menurut Rizal, Gusdur sebagai bapak keberagaman sangat menghormati HAM sebagai qodrat manusia yang harus dihormati oleh setiap manusia.

“Betapa tidak, Gusdur sebagai bapak bangsa mampu menjaga hak setiap orang, setiap warga negara dalam beragama dan berkeyakinan sesuai dengan yang diyakini. Sehingga kita bisa berdiri di sini bisa berekspresi tanpa intimidasi,” Rizal.

Sementara itu sebagai penutup, Aktivis perempuan Dedeh Rahmi menyampaikan, hal terpenting dari demokrasi adalah pelaksanaan nilai-nilai dalam demokrasi. Seperti halnya demokrasi politik, demokrasi hukum dan keadilan sosial.

Sebagai perempuan, Dedeh Rahmi tertarik denga pemikiran gusdur tentang kesetaraan dan keadilan terutama bagi perempuan dalam mendapat hak yang sama. Karena, menurutnya, masih banyak anggapan bahwa perempuan dan lelaki itu tidak setara.

“Posisi dari kesetaraan dan keadilan dari setiap perempuan juga memiliki hak untuk berpolitik, bersosial, dan berjuang. Kita tahu, perempuan selalu mendapatkan problematika-problematika dalam memperjuangkan hak perempuan,” kata Dedeh.

Berita Terkait

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut
Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar
PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak
Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus
Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji
Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut
Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Kamis, 8 Februari 2024 - 15:17 WIB

Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Berita Terbaru

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB