Pesantren Sebagai Institusi Pendidikan Sebelum Lahirnya Konsep Sekolah

- Penulis

Selasa, 2 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kegiatan tadarus alquran bersama-Pexels

i

kegiatan tadarus alquran bersama-Pexels

Pesantren merupakan sebuah lembaga/institusi pendidikan yang sudah ada sejak lama di Indonesia. Negara Indonesia merupakan salah satu Negara dengan mayoritas penduduknya adalah umat islam atau muslim. Pada abad ke-13 pesantren pertamakali muncul di Indonesia, pada masa penyebaran agama Islam ke Nusantara.

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada pengejaran agama islam, baik secara teori maupun praktek. Sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama islam di Indonesia pesantren juga memberikan pendidikan umum, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Selain itu pesantren juga menekankan pada pengembangan karakter dan moralitas siswa.

Masa Perang

Pada masa perang dunia Ke II, Eropa nyaris menguasai Nusantara bahkan hampir di segala sektor. Salah satunya  bidang pendidikan.  Bangsa pribumi nyaris kehilangan hak mereka dalam mengenyam pendidikan. Di masa itu hanya ada beberapa golongan pribumi saja yang bisa bersekolah. Antara lain keturunan bangsawan, anak pemimpin daerah, dan seseorang yang berasal dari keluarga yang memiliki kedudukan.

Lain halnya dengan masyarakat di sekitaran perkampungan atau daerah pelosok, anak-anak di desa pada masa itu lebih mengenal istilah pesantren dari pada sekolah. Mereka menimba ilmu dengan mondok di sebuah pesantren dengan mempelajari ilmu dan ajaran agama islam.

Baca Juga :  Akibat Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Guntur Ditutup

Seiring dengan berjalannya waktu dari masa ke masa mulailah pendidikan berkembang ke dalam sebuah konsep bernama sekolah. Hal ini terbukti dengan adanya sekolah-sekolah berbasis eropa oleh bangsa penjajah yang memang peduli terhadap pendidikan di Indonesia. Namun lama kelamaan semakin berkembanganya pendidikan dan sekolah-sekolah Eropa membuat bangsa pribumi memiliki pikiran maju dan mampu mendirikan sekolah-sekolah, sebagai contoh ialah Sekolah Boedi Oetomo.

Sampai dengan saat ini pesantren-pesantren telah memberikan kontribusi besar bagi pendidikan di Indonesia. Melalui pesantren, banyak muslim di Indonesia yang dapat belajar membaca dan menulis, serta memperoleh pengetahuan agama Islam. Saat ini pesantren juga telah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi islam, seperti astronomi, matematika, dan kedokteran.

Pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan dalam pendidikan di Indonesia, tetapi pesantren juga mengalami beberapa masalah yang berujung hambatan. Permasalahan di antaranya yaitu minimnya sumber daya manusia yang berkulitas, terbatasnya akses tekhnologi, dan kurangnya dukungan pemerintah. Tetapi semua itu tidak dijadikan sebagai alasan untuk terus maju. Pesantren terus berusaha untuk berkembang dan menyesuaikan dengan perkembang zaman. Banyak pesantren di Indonesia yang telah mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajarannya.

Baca Juga :  Perlu Gak Sih Melatih Anak Membaca Sejak Dini ?
Simpulan

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan yang telah ada sejak lama di Indonesia. Pesantren juga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan sebagai media yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di Indonesia. Meskipun menghadapi beberapa tantangan dan masalah yang berpotensi untuk menjadi hambatan,namun pesantren tetap berusaha untuk berkembang dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Selain itu karena pesantren merupakan lembaga atau wadah pendidikan yang sudah ada sejak lama, maka dapat di simpulkan bahwa pesantren merupakan sebuah institusi pendidikan sebelum lahir dan popular konsep sekolah modern yang dipelopori oleh Bangsa Eropa.

Berita Terkait

Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan
Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak
Yayan Sopyani: Kasih Sayang Bagian dari Hak Anak
Pesan Kurban, Solidaritas Sosial dan Berbagi Kepemilikan
Liliwetan, Cara Nikmat Memaknai Kebhinnekaan dan Kebersamaan
Harapan pada Jargon Badan Pengawas Pemilu
Pengawasan Pemilu oleh Perempuan
Politisasi Ayat Agama dan Penyebabnya
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 17:17 WIB

Gelaran Seni Budaya Garut dan Jakarta Semarakan Hari HJG Ke 211

Senin, 26 Februari 2024 - 13:55 WIB

Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:02 WIB

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Berita Terbaru

Ilustrasi Pembakaran hutan

Lingkungan

MUI Keluarkan Fatwa Tindakan Merusak Alam Hukumnya Haram

Senin, 26 Feb 2024 - 15:48 WIB

papan selamat datang di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Berita

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Feb 2024 - 21:02 WIB

Ilustrasi minuman keras (Foto:Istimewa)

Berita

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Minggu, 25 Feb 2024 - 20:37 WIB