Penanganan Kejahatan Asusila Pada Anak di Bawah Umur

- Penulis

Rabu, 6 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua tersangka pelaku kejahatan asusila pada anak di bawah umur saat jumpa pers di Polres Garut, Selasa (05/12/2023).

i

Dua tersangka pelaku kejahatan asusila pada anak di bawah umur saat jumpa pers di Polres Garut, Selasa (05/12/2023).

Kepolisian Resort Garut mengamankan dua pelaku kejahatan asusila terhadap anak di bawah umur. Kedua pelaku yang merupakan kakek dari cucu dan ayah dari anak kandungnya secara amoral melakukan rudapaksa kepada korban yang masih umur belasan.

Beragam modus dan motif dilakukan para pelaku pada korban. Seperti sang kakek yang menyuruh cucunya memijit dengan iming-iming imbalan uang, hingga kemudian ia berani melakukan perlakuan tidak pantas pada sang cucu pada umur 12 tahun hingga diketahui setelah melahirkan. Sementara motif perlakuan ayah pada anak kandungnya dipicu hasrat yang timbul dari keseringan menonton film porno.

Akibat perlakuan tidak pantas tersebut, saat ini kedua pelaku telah diamankan oleh pihak Polres Garut dengan dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, ditambah sepertiga dari hukuman karena merupakan orang terdekat korban.

Baca Juga :  Mengenal Istilah Sandwich Generation

Penanganan Pada Korban

Adanya kasus bejat tersebut menambah catatan hitam kejahatan asusila pada anak di bawah umur di Kabupaten Garut. Ironisnya, sejumlah pelaku kejahatan merupakan orang atau kerabat terdekat dari korban. Dimana keberadaan mereka seharusnya berperan untuk memberi rasa aman.

Kejahatan asusila yang dialami anak di bawah umur sangat berdampak pada kondisi jangka panjang korban, seperti trauma, gangguan psikologis, dan masalah kesehatan fisik. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan pendekatan yang sesuai dalam menanganinya. Langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan meliputi:

1. Pertolongan pertama, membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksa kondisi fisik dan psikisnya. Perhatikan dan periksa gejala dan luka-luka yang mungkin terjadi akibat kekerasan seksual.

Baca Juga :  Inilah Parpol Peserta Pemilu 2024 Beserta Nomor Urutnya

2. Melakukan dokumentasi bukti kejahatan atau kekeresan seksual, termasuk luka fisik dan kondisi psikis korban. Dokumentasi ini dapat digunakan untuk kepentingan hukum di kemudian hari.

3. Melaporkan kejadian kekerasan seksual kepada pihak berwajib, seperti kepolisian atau lembaga hukum independen lainnya. Hal ini penting untuk memulai proses hukum terhadap pelaku kekerasan seksual.

4. Melakukan pelayanan psikososial secara komprehensif untuk memulihkan trauma akibat kekerasan seksual. Pelayanan ini dapat meliputi konseling, terapi, dan dukungan psikologis lainnya. Sehingga anak-anak sebagai korban dapat terjamin kondisinya.

5. Melakukan rehabilitasi dan pendampingan. Korban juga memerlukan rehabilitasi fisik dan psikis, serta pendampingan hukum selama proses peradilan terhadap pelaku kekerasan seksual.

Berita Terkait

Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji
Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut
Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan
Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru
Menhub Budi Karya Apresiasi Layanan Terminal Guntur Garut
Panwascam Banyuresmi Siap Awasi Kampanye Terbuka, Kesiapan PKD dan PTPS jadi Prioritas
Desa Cinta Jadi Inspirasi Desa Kewirausahaan di Garut
Pj Bupati Garut Soroti Maraknya Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 21:04 WIB

Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:07 WIB

Waspada Risiko Bencana, KPU Kota Tasikmalaya Siapkan Rumah Aman

Selasa, 6 Februari 2024 - 21:28 WIB

Presiden Jokowi Tetapkan 14 Februari Sebagai Hari Libur Nasional

Berita Terbaru