Pemkab Garut Kerjasama Dengan Perusahaan Korea Terkait Sampah

- Penulis

Selasa, 12 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat akan bekerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan dalam pengelolaan sampah di Garut agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat termasuk pemanfaatan untuk energi listrik.

“Pemkab Garut menggandeng perusahaan dari luar negeri untuk mengolah sampah agar menjadi energi terbarukan,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan usai melaksanakan apel gabungan di Lapang Setda Garut, Senin (11/02/2019).

Bupati Rudy menuturkan, pihak Korea Selatan memiliki tekonologi yang mampu mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna seperti menghasilkan energi listrik yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Polres Garut Terjunkan Tim Khusus Saat Ramadhan

Korsel tertarik berinvestasi di Garut, untuk itu terlebih dahulu akan menunjukan keunggulan teknologi pengolahan sampah yang dibuatnya itu.

“Mereka mau investasi ke kita jadi minta ekspos, punya teknologi yang menghasilkan listrik,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Bupati Rudy menjelaskan, pemerintah daerah akan menambah lahan TPA seluas 5 hektare di sekitar TPA Sampah Pasir Bajing di Kecamatan Tarogong Kaler yang selama ini digunakan pemerintah daerah untuk pembuangan sampah.

Sampah di lahan tersebut, lanjut dia, akan dimanfaatkan menjadi energi listrik sekitar 25 megawatt yang akan dijual ke PLN sebagai perusahaan listrik negara resmi.

Baca Juga :  Sosialisasi LKKP, BKC Cabang Garut Berbenah

“Hasilnya listrik sekitar 25 megawatt diserahkan ke PLN, nanti dari PLN kembali dijual,” katanya.

Program penanggulangan sampah oleh asing itu, kata Rudy, telah berhasil dipraktikan di TPA Sampah Bantar Gebang, Bekasi yang hasil litriknya akan dibeli Pemerintah DKI Jakarta.

Sedangkan energi listrik dari Garut, lanjut Rudy, akan dibeli langsung oleh PLN untuk selanjutnya dialirkan ke pelanggan PLN di Garut.

“Asal ada kesepakatan dengan PLN mereka bakal datang, PLN sendiri diwajibakan pemerintah untuk membeli,” pungkasnya. (hdg/red)

Berita Terkait

Gelaran Seni Budaya Garut dan Jakarta Semarakan Hari HJG Ke 211
Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray
Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan
Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut
Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar
PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 17:17 WIB

Gelaran Seni Budaya Garut dan Jakarta Semarakan Hari HJG Ke 211

Senin, 26 Februari 2024 - 13:55 WIB

Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:02 WIB

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Berita Terbaru

Ilustrasi Pembakaran hutan

Lingkungan

MUI Keluarkan Fatwa Tindakan Merusak Alam Hukumnya Haram

Senin, 26 Feb 2024 - 15:48 WIB

papan selamat datang di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Berita

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Feb 2024 - 21:02 WIB

Ilustrasi minuman keras (Foto:Istimewa)

Berita

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Minggu, 25 Feb 2024 - 20:37 WIB