Pancasila dan Khilafah Jangan Dipertentangkan, Ini Alasannya

- Penulis

Minggu, 15 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut – Khilafah saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Kehadirannya dinilai identik dengan unsur radikalisme dan terorisme.

ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah) sebagai salah satu contohnya, adalah sekelompok umat Islam yang tengah berjuang mendirikan paham Khilafah dengan pendekatan kebencian, permusuhan dan kekerasan. Mereka tidak segan-segan akan menyerang, membunuh dan menghancurkan siapapun yang berbeda paham dengannya.

Tokoh Budaya sekaligus mantan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol (Purn.) H Anton Charliyan mengatakan, munculnya gerakan seperti ISIS dan HTI yang cenderung mendukung gerakan terorisme dan radikalisme mengatas namakan agama menjadi ancaman bagi bangsa kita.

“Indonesia yang plural, multikultur dan agamis sangat rentan dengan ancaman ini, karena bisa memecah bangsa (ingat devide et impera),” Kata Anton Charliyan pada Diskusi Publik “Pancasila dan Khilafah” di Hotel Kampung Sumber Alam Garut, Sabtu (14/12/2019).

Sementara itu Peneliti Senior LIPI yang juga Pengurus Pusat Muhammadiyah Najib Burhani menyampaikan, sebagian kelompok dalam Islam meyakini bahwa Khilafah adalah sistem yang dimandatkan oleh Tuhan dan karenanya bisa mempersatukan umat Islam dan menjadi solusi terhadap seluruh persoalan umat manusia.

Baca Juga :  Seni Sunda Lais, Budaya Khas Garut yang Menantang

Sayangnya konsep Khilafah saat ini dikooptasi oleh pemahaman monolitik Hizbut Tahrir dan kelompok teroris Islamic State (IS) di Suriah.

Satu hal yang perlu dicatat bahwa seandainya Ahmadiyah diakui sebagai bagian dari Islam, maka sistem kekhilafan Islam sebetulnya tidak benar-benar hancur.

Ini karena sebelum Turki Usmani dibubarkan oleh Mustafa Kemal Ataturk, pada tahun 1908 kelompok Ahmadiyah telah mendirikan kekhilafahan baru ini.

Menurut Mubaligh Ahmadiyah, Mln. Hafizurrahman Danang mengatakan, konsep khilafah versi Ahmadiyah berbeda dengan yang dianut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) maupun Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Danang menyebut konsep khilafah yang dianut Ahmadiyah adalah sebagaimana yang ada dalam Al-Qur’an di surat An-Nur ayat 55.

Dia menjelaskan, ayat itu menyatakan bahwa Allah menjanjikan akan memberikan imam atau khalifah bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Baca Juga :  Mengenal Glamsglory, Band Metalcore Asal Garut

“Tujuannya [Allah memberikan khalifah] dalam ayat itu [ada] dua: memberikan keteguhan dalam beragama Islam dan memberikan keamanan dalam menghadapi berbagai ancaman yang menimbulkan ketakutan,” kata Danang

Oleh karena itu, dia berpendapat, kedatangan khalifah ke dunia adalah untuk memberikan suasana damai kepada umat, dan bukan sebaliknya, menebar rasa takut hingga bencana peperangan atau pembunuhan.

Tokoh Nahdlatul Ulama Garut, KH. Aceng Hilman mengingatkan, bahwa kita jangan anti terhadap khilafah, karena itu bagian dari sejarah Islam. Kelompok HTI hanya menggunakan khilafah sebagai bungkus, tapi isinya diganti dengan muatan politik dan kekuasaan.

Pancasila merupakan kesepakatan ulama, sehingga Pancasila dan Khilafah adalah satu garis lurus yang tak bisa dipertentangkan.

Jika HTI atau ISIS mengembangkan khilafah dengan konsep saat ini, maka itu keluar dari jalur Khilafah Ala minhajin nubuwwah. Karena Rasul tak pernah mengajarkan membunuh sesama manusia

Berita Terkait

Siswi SMK Maarif NU Bandung Raih Juara 2 Deklamasi Puisi Bahasa Prancis
Diusung Santri dan Jaringan Masyarakat Sipil, Andi Ibnu Hadi Mantap Maju Pilwalkot Tasikmalaya
Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru
Masa Akhir Tahapan Pemilu 2024, Panwascam Cibiuk Gelar Press Release Hasil Kerja Pengawasan
Cek Kelayakan Kendaraan Dilakukan Petugas Antisipasi Kecelakaan
Awal Ramadan 1435 Jatuh Pada Hari Selasa 12 Maret 2024
Laga Klasik Liga 1 2023/2024, Persib Keluar Sebagai Pemenang
Asesmen Wilayah Terdampak Bencana Alam di Kabupaten Garut
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Mei 2024 - 18:21 WIB

Siswi SMK Maarif NU Bandung Raih Juara 2 Deklamasi Puisi Bahasa Prancis

Rabu, 1 Mei 2024 - 00:40 WIB

Diusung Santri dan Jaringan Masyarakat Sipil, Andi Ibnu Hadi Mantap Maju Pilwalkot Tasikmalaya

Minggu, 21 April 2024 - 16:40 WIB

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 31 Maret 2024 - 22:28 WIB

Masa Akhir Tahapan Pemilu 2024, Panwascam Cibiuk Gelar Press Release Hasil Kerja Pengawasan

Rabu, 20 Maret 2024 - 12:10 WIB

Cek Kelayakan Kendaraan Dilakukan Petugas Antisipasi Kecelakaan

Minggu, 10 Maret 2024 - 15:55 WIB

Laga Klasik Liga 1 2023/2024, Persib Keluar Sebagai Pemenang

Minggu, 10 Maret 2024 - 15:42 WIB

Asesmen Wilayah Terdampak Bencana Alam di Kabupaten Garut

Minggu, 10 Maret 2024 - 13:51 WIB

Beras Lokal Garut Meroket Jelang Ramadan

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB