Mengenal Kebaya, Pakaian Adat Wanita Suku Sunda dan Filosofinya

- Penulis

Rabu, 15 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebaya Pakaian Khas Busana Tradisional Suku Sunda. Foto: Pinterest.

i

Kebaya Pakaian Khas Busana Tradisional Suku Sunda. Foto: Pinterest.

GentraKebaya adalah salah satu jenis pakaian adat dari suku Sunda yang memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Busana ini terdiri dari dua bagian, yaitu kebaya dan kain batik atau kain songket yang dipakai sebagai rok.

Kebaya adalah pakaian atasan yang dikenakan oleh wanita, terbuat dari bahan yang ringan dan transparan seperti sutra atau katun. Kebaya memiliki berbagai model dan jenis, namun pada umumnya kebaya adat Sunda memiliki ciri khas pada model dan ukiran yang terdapat pada kain batik atau songketnya.

Biasanya, wanita Sunda memakai Kebaya pada acara-acara resmi seperti acara pernikahan, khitanan, dan acara adat lainnya.

Seiring berkembangnya zaman, desainer pakaian mulai menciptakan model Kebaya yang lebih modern dan trendy tanpa menghilangkan nilai historis dan filosofinya. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan mode dan zaman.

Inilah beberapa filosofi baju adat kebaya

1. Kesederhanaan
Tercermin pada model kebaya yang sederhana namun tetap anggun. Dalam kehidupan sehari-hari, kesederhanaan menjadi ciri khas dan nilai yang sangat dihargai oleh suku Sunda sebagai bentuk rasa syukur dan rasa rendah hati terhadap apa yang telah dimiliki.

Baca Juga :  Pakaian Adat Sunda, Ciri Khas yang Jadi Daya Tarik

2. Keseimbangan
Hal ini tercermin pada penggunaan kain batik atau songket yang dipadukan dengan model kebaya yang sederhana. Kebaya dan kain panjang yang dipakai harus menciptakan keserasian dan keseimbangan.

3. Kedamaian
Warna-warna lembut pada batik atau songket yang digunakan mencerminkan kedamaian dan ketenangan. Mencerminkan bahwa suku Sunda menghargai ketenangan dan ketentraman dalam kehidupan.

Baca Juga :  Ngabreg, Tradisi Tangkap Ikan di Garut saat Akhir Tahun

4. Kerukunan
Tercermin pada corak atau motif batik yang digunakan. Motif batik yang digunakan mencerminkan kerukunan antara warga yang berasal dari berbagai macam suku dan agama.

5. Kebahagiaan
Hal ini tercermin pada warna-warna cerah dan motif yang indah pada kain panjang dan kebaya yang dipakai.

Itulah beberapa filosifi dari pakaian adat Sunda yakni kebaya. Di era modern ini, kebaya tetap lestari dan menjadi salah satu busana tradisional yang masih sering digunakan oleh masyarakat.

Berita Terkait

Seni Nyarere, kerajinan Kreatif dari Lidi Kelapa Khas Ciamis
Genjring Ronyok, Tradisi Buhun yang Masih Bertahan
Tari Sulintang, Tarian Khas dengan Iringan Bambu
Tari Topeng Ciawi, Seni Tari yang Perlu Dilestarikan
Seni Sunda Lais, Budaya Khas Garut yang Menantang
Ngabreg, Tradisi Tangkap Ikan di Garut saat Akhir Tahun
Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat, Ada Upacara Hajat Arwah
4 Permainan Tradisional Khas Jawa Barat, Apakah Kalian Pernah Mencobanya?
Berita ini 2,762 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 21:04 WIB

Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:07 WIB

Waspada Risiko Bencana, KPU Kota Tasikmalaya Siapkan Rumah Aman

Selasa, 6 Februari 2024 - 21:28 WIB

Presiden Jokowi Tetapkan 14 Februari Sebagai Hari Libur Nasional

Berita Terbaru