Makna Awalan Ci Pada Tempat di Jawa Barat

- Penulis

Jumat, 5 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Sungai Cimanuk-Sahrul Imam/Gentrapriangan

i

Foto Sungai Cimanuk-Sahrul Imam/Gentrapriangan

Gentrapriangan- Sejumlah tempat di Jawa Barat berawalan “ci”. Dari mulai Kabupaten hingga kampung. Pertanyaannya apa makna awalan “ci” pada tempat di Jawa Barat ini ?

Pertanyaan tersebet sebetulnya amat sederhana, namun membutuhkan jawaban yang rumit. Bagaimana tidak, kita harus mencoba untuk menggali yang cukup dalam terkait kultur dan sejarah panjang kebudayaan sunda.

Ada berbagai pendapat tekait makna awalan “ci” pada tempat di Jawa Barat tersebut. Dari Sekian banyak pendapat tersebut kami merangkumnya menjadi tiga kelompok besar.

Berikut penjelasan makna awalan “ci” pada nama tempat di Jawa Barat

Kepercayaan Masyarakat

Konom makna dari ci ini berarti cahaya dalam bahasa San Sa Kerta. Pendapat ini sangat dekat dengan kepercayaan agama sunda. Ada pula yang mengartikannya sebagai Dewa. Pemaknaan ini akan berkaitan erat dengan keberadaan Gunung Sunda Purwa, disebut juga Gunung Matahari, atau Gunung Agung Batara Guru

Mata Air

Alternatif makna “ci” yang kedua adalah berarti air. Jika kita perhatikan secara seksama nama daerah berawalan ci rata-rata berada di perbukitan atau pegunungan. Tempat tersebut biasanya dapat kita jumpai mata air atau dalam bahasa sunda “ci nyusu”.

Baca Juga :  Cak Umin, Sosok Ketua Baru Pemimpin PMII Kota Tasikmalaya

Pendapat ini amat dekat dengan filosofis kehidupan masyarakat sunda. Di mana mereka lebih mengedepankan pemahaman alam sebagai pusat. Keberadaan air sangat mereka hargai sebagai sumber dari kehidupan. Sehingga penamaan “ci” pada tempat tersebut menandakan adanya kehidupan pada satu daerah.

Baca Juga :  Stereotip Orang Sunda Terlalu Santai, Kenali Karakternya Dulu
Sungai

Pemaknaan “ci” yang ketiga adalah sungai. Pendapat ini berpegang pada kepercayaan bahwa sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat sunda. Penguatnya adalah setiap tempat berawalan “ci” selalu dekat atau terdapat sungai di sekitarnya.

Secara filosofis pendapat ini tidak begitu jauh berbeda dengan yang kedua. Namun, ada kekhasan dalam pendapat ini yaitu aliran sungai. Sehingga berkembang ajaran mengenai sungai tersebut yang bernama patanjala.

Patanjaka yaitu kearifan lokal Sunda untuk menjaga dan melestarikan daerah aliran sungai. Patan artinya air dan jala adalah sungai atau wilayah yang harus dijaga karena merupakan kabuyutan (situs leluhur).

Berita Terkait

Seni Nyarere, kerajinan Kreatif dari Lidi Kelapa Khas Ciamis
Genjring Ronyok, Tradisi Buhun yang Masih Bertahan
Tari Sulintang, Tarian Khas dengan Iringan Bambu
Tari Topeng Ciawi, Seni Tari yang Perlu Dilestarikan
Seni Sunda Lais, Budaya Khas Garut yang Menantang
Ngabreg, Tradisi Tangkap Ikan di Garut saat Akhir Tahun
Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan
Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak
Berita ini 416 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Januari 2024 - 16:24 WIB

Seni Nyarere, kerajinan Kreatif dari Lidi Kelapa Khas Ciamis

Jumat, 26 Januari 2024 - 20:41 WIB

Genjring Ronyok, Tradisi Buhun yang Masih Bertahan

Sabtu, 20 Januari 2024 - 13:18 WIB

Tari Sulintang, Tarian Khas dengan Iringan Bambu

Jumat, 19 Januari 2024 - 16:21 WIB

Tari Topeng Ciawi, Seni Tari yang Perlu Dilestarikan

Sabtu, 13 Januari 2024 - 12:47 WIB

Seni Sunda Lais, Budaya Khas Garut yang Menantang

Minggu, 31 Desember 2023 - 19:54 WIB

Ngabreg, Tradisi Tangkap Ikan di Garut saat Akhir Tahun

Kamis, 2 November 2023 - 20:06 WIB

Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 20:48 WIB

Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak

Berita Terbaru

Tugu Tugu di Kota Tasikmalaya (Foto: Istimewa)

Cek Fakta

Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Tugu Ikonik Tasikmalaya

Minggu, 7 Jul 2024 - 10:17 WIB