Liliwetan, Cara Nikmat Memaknai Kebhinnekaan dan Kebersamaan

- Penulis

Sabtu, 17 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi masyarakat sunda yang terkenal dengan kegiatan makan bersamanya (Ngaliwet). Foto: Fajar Ramadhan/Gentra Priangan.

i

Tradisi masyarakat sunda yang terkenal dengan kegiatan makan bersamanya (Ngaliwet). Foto: Fajar Ramadhan/Gentra Priangan.

Gentrapriangan- Halo sob, hari ini saya akan berbagi rasa melalui cerita. Kali ini tentang kegiatan liliwetan yang bisa bermakna untuk ke-Indonesiaan.

Lah, kok bisa? Bisa dong. Makanya kalo makan jangan cuma tahu kenyangnya doang dong hehe

Oke, langsung saja baca artikel ini sampai tamat ya.

Liliwetan/ Ngaliwet merupakan kegiatan pembuatan dan makan bersama nasi liwet (nasi bumbu, tanpa santan). Memasaknya menggunakan kastrol (semacam panci), dan tersaji secara memanjang di atas alas daun pisang.

Sebagai pelengkap, nasi liwet ini juga menyantapnya bersama lauk-pauk yang menambah kenikmatan cita rasa tersendiri, seperti; lalaban, timun, sambal, cabai, tahu, tempe, ikan asin, oseng kangkung, kerupuk, dan lain sebagainya.

Makan nasi liwet ini agaknya tidak akan sempurna bilamana hanya memakannya sendiri.

Karena, mulai dari setiap tahapan pelaksanaannya sarat akan makna ke-Indonesiaan. Apa saja pesan dan maknanya?

Baca Juga :  Penetapan 22 Desember Sebagai Peringatan Hari Ibu, Sesuaikah Dengan Fakta Sejarah?

Yuk kita simak

Kebhinnekaan

Keberagaman bumbu-bumbu serta lauk-pauk yang turut melengkapi nasi liwet menjadi harmoni cita rasa khas ketika mulai mendarat di mulut.

Anugerah Tuhan dari perut Ibu Pertiwi tengah dinikmati melalui tangan-tangan ajaib yang pandai mengolahnya menjadi salah satu alasan bersyukur tinggal di tanah Nusantara.

Kebersamaan & Kekompakan

Pembagian tugas dalam prosesnya, mulai dari mengumpulkan alat dan bahan, menanak nasi, memasak lauk-pauk, mempersiapkan alas daun pisang untuk makan, hingga duduk sejajar bersama ketika makan adalah simbol kekuatan dan kebersamaan.

Proses-proses tersebut menggambarkan pentingnya kebersamaan dan kekompakan untuk dijaga dan diwariskan.

Toleransi

Perbedaan waktu luang antar teman untuk agenda liliwetan, terkadang menjadi penyebab liliwetan menjadi agenda wacana semata.

Meskipun demikian, ketidak sempurnaan serta ketidak hadiran beberapa teman dalam acara liliwetan tidak menjadi penyebab perpecahan, kita tetap saling memahami dan berusaha mengerti keadaan.

Baca Juga :  Catatan Kecil Mengenai Ajip Rosidi
Perdamaian

Hangatnya kebersamaan serta tawa canda yang mewarnai setiap tahap dalam liliwetan menjadi serangkaian memori yang indah untuk dikenang, ada rasa aman dan damai dibalik tawa bahagia ketika mengingatnya suatu hari.

Kepedulian terhadap Alam

Dengan beralas daun pisang serta bahan-bahan makanan yang alami, setiap individu tidak menyumbang sampah plastic atau semacamnya dari bekas kemasan makanan. Sehingga secara tidak langsung ia sudah berperan menjaga alam dengan tidak menjadi orang yang konsumtif. Selain itu, makan dengan alas daun pisang memiliki rasa khas dan kenikmatan tersendiri dibanding menggunakan wadah plastik, steroform, dan lain sebagainya.

Makanan yang tidak habis kerap kali menjadi pakan peliharaan, semisal bebek, kucing, ayam, dan lain sebagainya.

Berita Terkait

Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan
Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak
Yayan Sopyani: Kasih Sayang Bagian dari Hak Anak
Pesan Kurban, Solidaritas Sosial dan Berbagi Kepemilikan
Harapan pada Jargon Badan Pengawas Pemilu
Pengawasan Pemilu oleh Perempuan
Politisasi Ayat Agama dan Penyebabnya
Lakpesdam PC NU Garut: Politisasi Agama Sebagai Alat Politik
Berita ini 217 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 November 2023 - 20:06 WIB

Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 20:48 WIB

Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak

Selasa, 25 Juli 2023 - 13:09 WIB

Yayan Sopyani: Kasih Sayang Bagian dari Hak Anak

Rabu, 5 Juli 2023 - 11:08 WIB

Pesan Kurban, Solidaritas Sosial dan Berbagi Kepemilikan

Sabtu, 17 Juni 2023 - 19:51 WIB

Liliwetan, Cara Nikmat Memaknai Kebhinnekaan dan Kebersamaan

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:46 WIB

Harapan pada Jargon Badan Pengawas Pemilu

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:29 WIB

Pengawasan Pemilu oleh Perempuan

Kamis, 25 Mei 2023 - 12:45 WIB

Politisasi Ayat Agama dan Penyebabnya

Berita Terbaru

Tugu Tugu di Kota Tasikmalaya (Foto: Istimewa)

Cek Fakta

Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Tugu Ikonik Tasikmalaya

Minggu, 7 Jul 2024 - 10:17 WIB