Klaim Tasikmalaya Kota Toleran, Ini Catatan FBTI

- Penulis

Sabtu, 28 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika (FBTI) Tasikmalaya Asep Rizal Asyari (foto: Faisal/GentraPriangan)

i

Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika (FBTI) Tasikmalaya Asep Rizal Asyari (foto: Faisal/GentraPriangan)

Tasikmalaya – Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika (FBTI) Tasikmalaya Asep Rizal Asyari merespons klaim Kota Tasikmalaya sebagai daerah paling toleran di Priangan Timur.

“Klaim Tasikmalaya sebagai kota toleran itu barometernya apa, jangan sampai ini hanya bersifat serimonial saja dan tidak berdampak terhadap keberagaman yang ada di Kota Tasikmalaya,” kata Asep kepada gentrapriangan.com Sabtu (28/5/2022).

Asep mengaku masih menemukan sejumlah kasus diskriminasi dan intoleransi yang terjadi di Kota Tasikmalaya.

“Kekerasan fisik terhadap pendeta di salah satu gereja, penolakan bedah buku menemani minoritas oleh Ahmad Najib Burhani seorang cendekiawan Muhammadiyah. Itulah sederet catatan kami terkait kasus intoleransi yang terjadi di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Baca Juga :  Soal Pemilu Pakai Proporsional Tertutup, FPMI Nilai Akan Menghambat Peluang Anak Muda

Oleh karena itu, Asep meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan dan jaminan hak kebebasan beragama dan berkepercayaan di Kota Tasikmalaya. Asep pun mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus-kasus intoleransi yang terjadi.

“Tindak tegas orang ataupun kelompok yang melakukan tindakan kekerasan dan intoleransi kepada sesama warga negara Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Asep, pemerintah harus berani merangkul kelompok rentan agar ke depan tidak ada lagi kasus intoleransi.

“Pemerintah sebagai pemegang otoritas menjadi kunci dalam melakukan akselerasi terhadap kelompok-kelompok rentan. Di saat gerakan perdamaian di masyarakat sipil menguat, ketegasan pemerintah dalam membela kelompok rentan dari praktik diskriminasi dan intoleran semakin diperlukan,” ucapnya.

Baca Juga :  Situ Cibeureum Tasikmalaya

Selama ini, komunikasi terkait isu KBB baru sebatas dengan birokrat, khususnya Kesbangpolinmas, belum ke tingkat pucuk pimpinan daerah. Padahal peran pucuk pimpinan daerah ini amat penting dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama.

“Karena dia (kepala daerah) yang mengendalikan daerah. Termasuk soal memberikan izin mendirikan rumah ibadah dan perizinan acara ibadah itu kan kewenangan kepala daerah. Berani tidak pemerintah daerahnya pasang badan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir
Tabulasi Hilang, Bawaslu RI; Ini Jelas Masalah
Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu Legislatif 2024 Kab. Garut
Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023
Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan
KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu
Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024
3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:42 WIB

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir

Jumat, 8 Maret 2024 - 22:18 WIB

Tabulasi Hilang, Bawaslu RI; Ini Jelas Masalah

Jumat, 8 Maret 2024 - 13:33 WIB

Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu Legislatif 2024 Kab. Garut

Selasa, 5 Maret 2024 - 16:35 WIB

Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023

Selasa, 5 Maret 2024 - 12:48 WIB

Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan

Selasa, 5 Maret 2024 - 09:49 WIB

KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu

Jumat, 1 Maret 2024 - 14:14 WIB

Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Berita Terbaru

Tugu Tugu di Kota Tasikmalaya (Foto: Istimewa)

Cek Fakta

Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Tugu Ikonik Tasikmalaya

Minggu, 7 Jul 2024 - 10:17 WIB