Keadaan yang Mengkhawatirkan Bagi Juru Parkir di Tasikmalaya di Tengah Kebijakan PPKM

- Penulis

Minggu, 18 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

salah satu jur parkir di Kota Tasikmalaya (foto: Bari/GentraPriangan

i

salah satu jur parkir di Kota Tasikmalaya (foto: Bari/GentraPriangan

Tasikmalaya – Penutupan beberapa ruas jalan di Kota Tasikmalaya akibat kebijakan PPKM tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi perdagangan dan pariwisata, namun juga dirasakan oleh sektor lain yaitu parkiran, karena mobilitas kendaraan masyarakat sangat berkurang. Sehingga penghisalan para juru parkir sangat minim bahkan tidak ada pendapatan sama sekali dalam satu hari.

Bahkan beberapa juru parkir tidak bekerja dan berdiam diri di rumah tanpa melakukan aktivitas apapun. Yang biasanya di beberapa titik kota selalu di tempati juru parkir, tetapi hari ini hanya ada beberapa yang masih bertahan di kawasannya.

Salah juru parkir di Kawasan Sekitar Taman Kota Tasikmalaya mang Ade asal benda tasikmalaya yang kami temui merasakan dampak dari PPKM ini, sejak beberapa tahun kebelakang tidak terpikirkan akan adanya pandemi ini. Terutama kebijakan-kebijakn yang di keluarkan pemerintah.

Dari mulai lock down , PSBB, sampai saat ini PPKM sudah sangat menyulitkan bagi kami para jukir yang ada di kawasan kota. Terutama saya belum pernh merasakan bantuan dari pemerintah sedikitpun, tetapi saya bersyukur masih di berikan rezeki yang cukup” ucapnya kepada kami pada hari Jum’at (16/07/2021).

Baca Juga :  Luhut Pangaribuan Pesan Peradi Harus Bela Kaum Marjinal

Mang Ade menambahkan PPKM ini benar benar sangat mennghawatirkan di banding kebijakan sebelumya, karena memang sangat ketat sekali sehingga setiap orang yang datang selalu merasa waswas dengan keberadaan petugas yang patrol. Bahkan di beberapa tempat ada yang sampai bertengkar dengan penertiban PPKM ini.

Baca Juga :  Hari Perempuan Internasional, Kopri PMII Kota Tasik Gelar Sysmposium

“Saya sangat miris dengan keadaan sekarang, bahkan kalau dulu ada tukang bubur naik haji hari ini di kota tasik ada tukang bubur takut sanksi. Begitupun dengan orang yang datang kesini selelu merasa was was takut di tertibkan” pungkasnya.

Pendapatan dalam perharinya sangat jauh di banding sebelumya, untuk kondisi saat ini hanya membawa pulang uang sebesar 12 ribu rupiah, terkadang sama sekali tidak mendapat sepeserpun uang.

Berita Terkait

Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023
Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan
KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu
Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024
3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan
Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus
Tiga Orang Pengedar Uang Palsu diciduk Polisi di Tasikmalaya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Maret 2024 - 16:35 WIB

Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023

Selasa, 5 Maret 2024 - 12:48 WIB

Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan

Selasa, 5 Maret 2024 - 09:49 WIB

KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu

Jumat, 1 Maret 2024 - 14:14 WIB

Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Jumat, 2 Februari 2024 - 13:54 WIB

Tiga Orang Pengedar Uang Palsu diciduk Polisi di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB