Kasus Covid-19 di Pesantren Garut Meningkat, Sejumlah Ponpes Diminta Perketat Protokol Kesehatan

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Covid-19 (net/ist)

i

Covid-19 (net/ist)

Garut – Pemerintah Kabupaten Garut meminta kepada seluruh pesantren agar menerapkan protokol untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Jumlah kasus Covid-19 klaster pondok pesantren di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan.

“Sebab di pesantren itu kan seperti sudah keluarga, sudah dekat, jadi lupa menerapkan protokol kesehatan. Itu yang menyebabkan kasus berkembang cepat di pesantren,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, dikutip dari merdeka.com Senin (26/10/2020 ).

Ia memperhatikan, jika protokol kesehatan dilonggarkan maka muncul kekhawatiran warga sekitar bisa terpapar karena lokasi pesantren yang berbaur dengan masyarakat.

Seperti kasus yang pernah terjadi di Pesantren Pangatikan, banyak warga yang terpapar dan terus meningkat. Pemkab Garut kini telah mempersiapkan ruang isolasi yang terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Jaringan Gusdurian Kecam Tindakan Aparat Yang Represif Dalam Tragedi Kanjuruhan

“Apalagi kalau terjadi outbreak lagi. Kita juga harus melakukan pengawasan, karena kalau sampai ribuan kita juga akan kesulitan,” ungkapnya.

Leli menyampaikan, santri yang negatif Covid-19 hasil tes usap akan diisolasi sementara di pesantren.

“Kita sempat berpikiran, kakau dari satu pesantren lebih banyak yang positif, yang sehat dipisahkan. Namun ternyata, pesantren belum siap menerapkan isolasi mandiri untuk saat ini. Karena kemarin di lokasi anak-anak disuruh tetap diam, namun tetap keluar masuk. Jadi saya juga khawatir justru tak bisa terlaksana dengan baik. Ujungnya justru menyebar lebih luas. Karena itu kitu putuskan tetap kita ambil yang positif untuk diisolasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Resmi Persib vs Persija Digelar di Stadion GBLA

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan yang menunjukan penambahan 110 pasien positif Covid-19 dalam klaster pondok pesantren.

“Telah terjadi outbreak luar biasa, di mana dari 720 sampel (yang diperiksa) ada 110 orang (positif COVID-19) yang berasal dari klaster pesantren,” kata Rudy dalam siaran pers, Sabtu.

Berita Terkait

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir
Citimall Garut Perkenalkan Tenant Nasional Baru, KKV Siap Manjakan Pengunjung
Siswi SMK Maarif NU Bandung Raih Juara 2 Deklamasi Puisi Bahasa Prancis
Diusung Santri dan Jaringan Masyarakat Sipil, Andi Ibnu Hadi Mantap Maju Pilwalkot Tasikmalaya
Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru
Masa Akhir Tahapan Pemilu 2024, Panwascam Cibiuk Gelar Press Release Hasil Kerja Pengawasan
Cek Kelayakan Kendaraan Dilakukan Petugas Antisipasi Kecelakaan
Awal Ramadan 1435 Jatuh Pada Hari Selasa 12 Maret 2024
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:42 WIB

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir

Jumat, 7 Juni 2024 - 16:39 WIB

Citimall Garut Perkenalkan Tenant Nasional Baru, KKV Siap Manjakan Pengunjung

Jumat, 3 Mei 2024 - 18:21 WIB

Siswi SMK Maarif NU Bandung Raih Juara 2 Deklamasi Puisi Bahasa Prancis

Rabu, 1 Mei 2024 - 00:40 WIB

Diusung Santri dan Jaringan Masyarakat Sipil, Andi Ibnu Hadi Mantap Maju Pilwalkot Tasikmalaya

Minggu, 21 April 2024 - 16:40 WIB

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Rabu, 20 Maret 2024 - 12:10 WIB

Cek Kelayakan Kendaraan Dilakukan Petugas Antisipasi Kecelakaan

Minggu, 10 Maret 2024 - 20:10 WIB

Awal Ramadan 1435 Jatuh Pada Hari Selasa 12 Maret 2024

Minggu, 10 Maret 2024 - 15:55 WIB

Laga Klasik Liga 1 2023/2024, Persib Keluar Sebagai Pemenang

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB