Home / Sosial

Selasa, 23 Maret 2021 - 10:04 WIB

Kang Dian: Jaga Lembur Adalah Dasar SDGs Desa

Gentra Priangan - 

i

Aktivis Sosial Media Dian Kurnia Muldani yang akrab dipanggil Kang Dian mengadakan sebuah pelatihan ilmu kewirausahaan dengan tema “Jaga Lembur Adalah Dasar SDGs Desa (Sustainable Development Goals) atau pembangunan yang berkelanjutan” kegiatan ini mencakup desa se-Kecamatan Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, pada, Senin (12/03/2021).

“Literasi baru harus dipersiapkan guna mengaplikasikan SDGs Desa yang menjadi grand desain Global, nah dalam konteks Budaya Desa Adaptif maka Jaga Lembur harus menjadi landasan fillosofi untuk pengembangannya di wilayah Tasikmalaya dan Pasundan pada umumnya,” kata Dian.

Baca Juga  Di Tengah Corona, Koperasi Pamengpeuk Mandiri Sejahtera Bagikan Sembako

Menurutnya, dalam konsep Jaga Lembur terdapat pola pemberdayaan partisipatif dengan menerapkan nilai silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wangian.

“Adalah modal dalam upaya pengembangan desa yang mampu menghasilkan program desa yang partisipatif. Dimana aplikasinya di masyarakat desa saling membelajarkan, saling mengasihi, saling membimbing dan membesarkan antara individu maupun kelompok,” ujarnya.

Adanya kegagal dalam program desa tidak terlibatnya semua masyarakat dikarenakan tidak timbul satu kesadaran yang sama.

“Bukankah kita banyak menemukan program – program yang “ngayayay” padahal dari perencanaanya bagus, mahal, funtastis tapi hanya bertahan sebentar? Bisa jadi salahsatu faktor kegagalannya adalah tidak terlibatnya secara emosial warga masyarakan akan kehadiran program tersebut. SDGs Desa Adalah Konsep yang bagus dalam menjawab permasalahan Kemiskinan, kesenjangan dan melindungi lingkungan maka untuk mensukseskannya harus menerapkan nilai – nilai Jaga lembur,” ungkapnya.

Baca Juga  Keluarga Donor Darah Bantu Penuhi Ketersediaan Darah di Tasikmalaya

Dalam pelatihan kewirausahaan itu, ia mengajak  masyarakat untuk melihat peluang bisnis dari sebuah analisa data.

“Menganalisis data kaitannya dengan permintaan pasar, kebutuhan masyarakat, kemudian dianalisis menjadi sebuah peluang bisnis,” pungkasnya

Share :

Baca Juga

Berita

Turut Andil dalam Gerakan Satu Miliar Pohon, Pemuda Katolik Gagas Pemuda Peduli Lingkungan

Sosial

25 Tahun Humanity First Mengabdi, Edi Silaban: Wajib Ikut dan Hadir Demi Kemanusiaan

Garut

Cegah Corona, Universitas Garut Bagikan Hand Sanitizer

Sosial

Stok Darah Berkurang, Keluarga Donor Darah Tasikmalaya Bantu Ketersediaan Darah

Sosial

Hari Peduli Sampah Nasional, DLH Tasik: Kita Tidak Bisa Menghindari Sampah

Sosial

Peresmian Yayasan Bina Insan Tasikmalaya

Sosial

Gerakan Nasi Bungkus Hadir di Semua Daerah Jawa Barat

Sosial

Di Bulan Ramadhan, Ratusan Relawan Give Blood Tasikmalaya Donorkan Darahnya