Home / Pendidikan

Selasa, 16 November 2021 - 21:15 WIB

Humanity First Bersama Klassku Upayakan Solusi Kejenuhan Belajar Daring

Gentra Priangan - 

Humanity First bersama Klassku adakan sosialiasi aplikasi belajar online bertempat di SMA Plus Al-Wahid, Desa Tenjowaringin, Tasikmalaya, Selasa (16/11/2021) - foto: Hilman/GentraPriangan

i

Humanity First bersama Klassku adakan sosialiasi aplikasi belajar online bertempat di SMA Plus Al-Wahid, Desa Tenjowaringin, Tasikmalaya, Selasa (16/11/2021) - foto: Hilman/GentraPriangan

Tasikmalaya – Perubahan cara belajar mengajar dari tatap muka menjadi online ternyata membuat sebagian siswa merasa bosan belajar di rumah.

Anak-anak mengeluhkan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena cenderung monoton sedangkan guru sulit mendapatkan perhatian dari siswanya saat PJJ.

Maka dari itu, Humanity First bekerjasama dengan Klassku mencoba memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

“Humanity First bersama Klassku ingin membantu para siswa untuk belajar asyik dengan menyesuaikan zamannya. Sehingga kami mengajak para pelajar untuk mendapatkan tambahan belajar melalui aplikasi klassku. Sehingga dapat membantu anak-anak menguasai materi ajar yang diajarkan sekolah berdasarkan kurikulum,” kata Chairman Humanity First Kandali Achmad Lubis, Selasa, (16/11/2021).

Baca Juga  Kampung di Garut Edukasi Anak Tentang Pengelolaan Sampah

Dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Mewujudkan Anak Indonesia Pintar” di SMA Plus Alwahid Tasikmalaya, Founder Aplikasi Klassku Tony Sihaan menyampaikan, aplikasi klassku membantu peserta didik belajar online dari smartphone.

“Kelasku hadir sebagai inovasi agar belajar di rumah tetap efektif dan asyik seperti di sekolah. Selain itu, tidak perlu panik untuk menghadapi ancaman tertularnya Corona, bisa menjaga kesehatan dan kebersihan lebih baik daripada berada di luar rumah,” kata Tony.

Tony menceritakan, aplikasi klassku dibangun awalnya dari keperihatinan dimana anak-anak yang kurang mampu selalu kalah bersaing dengan orang-orang dari kota besar yang relatif nampu.

“Klassku mencoba memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bisa belajar dengan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Memicu Peningkatan Mahasiswa untuk Memilih Cuti

“Kita sediakan guru terbaik, materi-materi terbaik, supaya anak-anak dipelosok merasa mendapat guru-guru yang terbaik, materi yang terbaik,” lanjutnya.

Namun, meski banyak keunggulannya, aplikasi belajar online cenderung kurang interaktif.

Nah, di sanalah ibu maupun guru punya peran agar bantuan aplikasi berjalan optimal.”Aplikasi ini bukan membantu anak belajar saja. Tapi dengan aplikasi ini, anak dan ibu maupun guru bisa sama-sama belajar. Jadi aplikasi ini memberikan direction, Ini lho bu, begini cara ngajarinnya. Kurang lebih seperti itu. Jadi aplikasi tidak akan membantu tanpa kehadiran orangtua ataupun guru yang mau belajar,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Garut akan Menjadi Percontohan Sekolah Penggerak di Indonesia

Garut

PMII Garut Pertanyakan Peran Dinas Pendidikan Atur Belajar di Masa Pandemi

Opini

Sejarah Tasikmalaya Pasca Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Garut

Kampung di Garut Edukasi Anak Tentang Pengelolaan Sampah

Pendidikan

Jawab Tantangan Zaman, PMII IAIC Gelar PKD

Pendidikan

Mengenal Hari Nelayan Nasional

Pendidikan

PMII STISIP Tasikmalaya Gelar Sekolah Politik

Pendidikan

Pandemi Covid-19 Memicu Peningkatan Mahasiswa untuk Memilih Cuti