Hari Pendidikan Nasional dan Cita-Cita Pendidikan Milenial

- Penulis

Selasa, 2 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi by PInterest

i

Ilustrasi by PInterest

Gentrapriangan- Hari pendidikan merupakan peringatan rutin setiap tahunnya pada tanggal 2 Mei yang bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, yakni Ki Hajar Dewantara.

Tidak hanya peringatan semata, momen ini menyadarkan kita bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang sangat krusial. Sebagai bekal dan investasi jangka panjang untuk meraih cita-cita kemajuan negara. Tidak lupa juga memberikan apresia kepada para pendidik yang berperang penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Dengan kulitas pendidikan yang baik, harapanya masyrakat dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Di era milenial saat ini, sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tidak bisa dipungkiri bahwa cita-cita pendidikan juga mengalami pergeseran yang perlu diakomodasi dan diperhatikan.

Cita-cita Pendidikan Generasi Milenial

Bagi generasi milenial, cita-cita pendidikan tidak hanya berorientasi pada karier dan finansial, namun juga merupakan pengembangan diri secara menyeluruh. Pendidikan juga bukan hanya sebagai media untuk meningkatkan keterampilan teknis atau akademik, melainkan juga untuk mengkontruks karakter. Pengembangan soft skill dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang semakin cepat.

Baca Juga :  PMII Garut Pertanyakan Peran Dinas Pendidikan Atur Belajar di Masa Pandemi

Selain itu, cita-cita pendidikan milenial juga lebih menekankan pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, baik itu pembelajran formal ataupun nonformal. Di era dunia internet seperti sekarang ini, proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih fleksibel. Salah satu contohnya yakni proses pembelajaran dalam jaringan yang dapat terlaksana dari mana saja. Generasi milenial menyadari, bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam membantu memudahkan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Selain pendidikan formal, cita-cita pendidikan milenial juga menyangkut pengembangan soft skill. Seperti leadership, interpersonal, juga kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat pada setiap perubahan. Generasi milenial menyadari bahwa softskill tersebut akan sangat dibutuhkan di era revolusi digital seperti sekarang.

Hal yang paling penting dari cita-cita pendidikan milenial ialah sifat dan sikap kemandirian serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Generasi milenial berharap pendidikan dapat memberikan keterampilan yang perlu untuk dapat beradaptasi dengan perubahan dan membuat inovasi yang mampu menciptakan perubahan positif.

Baca Juga :  Pemkab Garut Resmi Canangkan Gerakan Ayo Masuk Sekolah

Namun, meskipun cita-cita pendidikan dewasa ini berbeda dari generasi sebelumnya, nilai-nilai dasar pendidikan tetap menjadi fokus utama. Pendidikan tidak hanya sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan saja, namun juga keterampilan, dan karakter kuat, yang dapat membantu dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Akhir Kata

Oleh karena itu, di momentum hari pendidikan nasional ini, mari bersama-sama untuk lebih menghargai, mementingkan, mengapresiasi, dan memperkuat nilai-nilai pendidikan. Sebagai pondasi untuk mencapai cita-cita dan tujuan pendidikan yang dahulu diperjuangkan oleh Bapak Pendidikan Indonesia yakni Ki Hajar Dewantara.

Mari sama-sama untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang dapat bermanfaat untuk memperbaiki diri sendiri, membangun kakrir, membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar, juga untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan bangsa.

Berita Terkait

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir
Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan
Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak
Yayan Sopyani: Kasih Sayang Bagian dari Hak Anak
Pesan Kurban, Solidaritas Sosial dan Berbagi Kepemilikan
Liliwetan, Cara Nikmat Memaknai Kebhinnekaan dan Kebersamaan
Harapan pada Jargon Badan Pengawas Pemilu
Pengawasan Pemilu oleh Perempuan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:42 WIB

Akses Jalan Singaparna Menuju Cigalontang Putus Akibat Banjir

Kamis, 2 November 2023 - 20:06 WIB

Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 20:48 WIB

Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak

Selasa, 25 Juli 2023 - 13:09 WIB

Yayan Sopyani: Kasih Sayang Bagian dari Hak Anak

Rabu, 5 Juli 2023 - 11:08 WIB

Pesan Kurban, Solidaritas Sosial dan Berbagi Kepemilikan

Sabtu, 17 Juni 2023 - 19:51 WIB

Liliwetan, Cara Nikmat Memaknai Kebhinnekaan dan Kebersamaan

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:46 WIB

Harapan pada Jargon Badan Pengawas Pemilu

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:29 WIB

Pengawasan Pemilu oleh Perempuan

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB