Home / Sosial / Tasikmalaya

Senin, 2 Maret 2020 - 16:57 WIB

Hari Peduli Sampah Nasional, DLH Tasik: Kita Tidak Bisa Menghindari Sampah

Gentra Priangan - 

i

Tasikmalaya – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sejumlah komunitas peduli lingkungan di Tasikmalaya melakukan aksi serentak pada Senin (02/03/2020).

Mengusung Gerakan Menimbang Sampah untuk Sedekah, sekitar 200 relawan menyisir Jalan KHZ Mustopa guna melakukan aksi pungut dan rampas sampah.

Ditemui di lokasi, Kabid Pengelolaan Sampah Iwan Setiawan S.IP menuturkan, kegiatan tersebut berdasar pada peristiwa longsor di TPA Leuwigajah, Cimahi, 15 tahun silam. Lalu dikukuhkan dengan surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Walikota Tasikmalaya bahwa seluruh komunitas lingkungan, OPD, dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan HPSN.

Baca Juga  JAMI Kecam Pengadaan Sarung Rp. 2,8 M oleh Pemkab Tasikmalaya di Tengah Pandemi

“Kota Tasikmalaya memproduksi sekitar 315 ton sampah setiap hari. Kita tidak bisa menghindari sampah (plastik),” ia menegaskan. “Tetapi kita bisa meminimalisir penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Iwan menilai kegiatan Gerakan Menimbang Sampah untuk Sedekah, yang hasilnya disumbangkan kepada Badan Amil Zakat Kota Tasikmalaya, mampu memberikan edukasi dan pemahaman terhadap masyarakat tentang pentingnya melakukan pemilahan sampah dimasing-masing rumah tangga.

“Mengenai sampah anorganik, sebenarnya bisa dijadikan nilai ekonomi serta berkah apabila masyarakat mampu mengoptimalkan pengelolaan di setiap kawasan RT hingga tingkat RW,” ujar Iwan.

Hadir pula Nabila Salsabila Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya 2019 berpendapat, bahwa kegiatan ini adalah sarana edukasi untuk diri sendiri. “Bagi saya kebersihan itu merupakan bagian dari iman. Jadi kita bisa mulai dari hal-hal kecil dan dilakukan oleh diri kita sendiri lebih dulu.”

Baca Juga  Wujudkan Desa Inklusif, Desa Tenjowaringin Bentuk RBM dan Posbakum

Lebih jauh lagi Nabila menjelaskan, bahwa cara paling efektif untuk mengurangi sampah adalah dimulai dari hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, membawa _tote bag_ ketika hendak berbelanja, dan meminimalisir penggunaan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sudah sangat bagus dan mengedukasi, hanya saja akan tampak lebih baik jika dilaksanakan secara _continue_ setiap minggu,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Bank Mata Sebut Ada Peningkatan Calon Donor Mata, Salah Satunya di Tasikmalaya

Politik & Hukum

Pemuda Pancasila Dukung Pasangan WANI di Pilbup Tasikmalaya

Berita

Ridwan Kamil Gratiskan Iuran SMA/SMK, DPD PGM Kota Tasik: Jangan Ada Diskriminasi Terhadap Madrasah

Berita

Awas! Papan Reklame di Jalur Tenjowaringin, Tasikmalaya Hampir Runtuh

Sosial

Perkuat Resiliensi Anak Menghadapi Covid-19, Lakpesdam Gelar Pendampingan Psikososial

Sosial

Maknai Hari Kemerdekaan, Give Blood dan KDD Bogor Gelar Donor Darah

Nasional

Shinta Nuriyah Sahur Bersama di Vihara Dhanagun Bogor

Sosial

Mojang Jajaka Kab. Tasikmalaya Tunjukkan Kepedulian di Tengah Pandemi Corona