Home / Berita / Garut

Rabu, 21 Juli 2021 - 19:17 WIB

Hadapi Masa Sulit Saat Pandemi, PHRI Garut Kibarkan Bendera Putih

Gentra Priangan - 

Sejumlah bendera putih dipasang di sejumlah halaman hotel dan restoran di Garut {foto: Sahrul/GentraPriangan)

i

Sejumlah bendera putih dipasang di sejumlah halaman hotel dan restoran di Garut {foto: Sahrul/GentraPriangan)

Garut – Pandemi Covid-19 semenjak menyebar di Indonesia telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Sektor-sektor yang terkena dampaknya dimulai pedagang kaki lima hingga sektor pariwisata seperti perhotelan dan juga restoran yang nasibnya kian tak menentu.

Keadaan tersebut kian diperparah dengan adanya kebijakan pemerintah untuk menyekat dan membatasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan keramaian. Praktis kegiatan ekonomi yang biasanya bergantung kepada kerumunan warga terganggu dan terancam.

Kondisi tersebut yang kini dirasakan oleh para pelaku usaha dibidang pariwisata terutama perhotelan dan restoran. Diketahui data dari Perhimpunan Hotel dan Pariwisata Indonesia hingga bulan Februari lalu sebanyak 1.033 hotel tutup secara permanen. Data tersebut diambil sebelum ditetapkannya kebijakan PPKM Darurat.

Baca Juga  Gempa M 5,2 di Banten Terasa Sampai Tasikmalaya

Untuk merefleksikan dampak pandemi dan kebijakan PPKM ini yang dialami tersebut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut melakukan pemasangan bendera putih dengan emotikon menangis di puluhan hotel dan restoran.

Ketua PHRI Garut, Deden Rohim, menjelaskan tujuan dari puluhan anggotanya mengibarkan bendera putih di masa PPKM Darurat ini menandakan bahwa para pengusaha sangat terpuruk menghadapi kondisi pandemi ini.

“Pengibaran bendera putih ini adalah sebuah refleksi hati dari kita para pengusaha hotel dan restoran sangat terpuruk dan menangis menghadapi kondisi pandemi dengan berbagai peraturan mulai dari PSBB hingga PPKM,” katanya saat ditemui Gentrapriangan.com di Rancabango,¬†Rabu (21/7/2021).

Baca Juga  Poster Kritikan dan Sindirian Kepada Pemerintah Tersebar di Tasikmalaya

Deden melanjutkan, bahwa saat ini para pengusaha sudah berusaha bertahan maksimal menghadapi situasi pandemi Covid-19 di tengah belum adanya solusi terbaik dari pemerintah kepada mereka.

“Saat ini kami terus mempertahankan dan meredam gejolak sosial minimal mempertahankan nasib para karyawan meski sebagian sudah ada yang dirumahkan,” ujarnya.

Disamping itu juga, Deden mengharapkan kebijakan yang terbaik serta solusi dari pemerintah bagi para pelaku usaha hotel dan restolan serta nasib para karyawanya.

“PHRI sebagai bagian dari mitra pemerintah, kami juga berharap dan ingin merasakan solusi dari pemerintah minimal keringanan pembayaran pajak atau mengatur supaya usaha kembali berjalan dan memperhatikan kondisi karyawan yang sama terdampak,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Garut Raih Penghargaan Kabupaten Inovatif Dalam IGA 2020

Berita

Lupa Matikan Lilin, Dua Rumah Warga di Tasikmalaya Hangus Terbakar

Berita

Pasien Positif COVID-19 di Garut Bertambah Jadi 135 Orang

Berita

Masjid di Kota Bogor Diperbolehkan untuk Ibadah Berjamaah, Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Berita

Antisipasi Konflik Agama, FKUB Tasikmalaya Bentuk Forum Mediasi
Perpustakaan Pangandaran

Berita

Pangandaran Segera Miliki Perpustakaan Termegah se-Jawa Barat

Berita

Pemkab Garut Bangun Fasilitas Air Bersih di Sekolah, Sambut Persiapan Sekolah Tatap Muka

Berita

Kemenangan Timnas Polo Air Indonesia Tuntaskan Rekor Singapura