Home / Komunitas / Tasikmalaya

Jumat, 5 Agustus 2022 - 10:41 WIB

Gelar Diskusi, Gusdurian Tasikmalaya Ingatkan Pentingnya Merawat Keberagaman

Gentra Priangan - 

Gusdurian Tasikmalaya menggelar diskusi bulanan bertempat di Masjid Al-Aqso Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (4/8/2022) - foto: GentraPriangan

i

Gusdurian Tasikmalaya menggelar diskusi bulanan bertempat di Masjid Al-Aqso Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (4/8/2022) - foto: GentraPriangan

Tasikmalaya – Komunitas pecinta Gus Dur yang tergabung dalam komunitas Gusdurian Tasikmalaya menyelenggarakan diskusi rutin pertama bertempat di Masjid Al-Aqso, di Kampung Badakpaeh, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (4/8/2022).

Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Hubungan Manusia” menghadirkan dua narasumber yaitu Mubalig JAI Maulana Muhammad Ali dan Pustakawan Keraton Kanoman Farihin.

Koordinator Gusdurian Tasikmalaya, Zainda Usmana Aulia mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang untuk mensinergikan berbagai komunitas, lintas kepercayaan, dan organisasi kepemudaan.

“Gusdurian Tasikmalaya berkomitmen untuk senantiasa menjalin sinergi dengan berbagai pihak tanpa membeda-bedakan. Ke depannya, forum bulanan ini akan dikemas sebaik mungkin dan akan terus berlanjut,” katanya.

Baca Juga  Anton Charliyan: Pemuda Pancasila Harus Menjadi Garda Terdepan Membela NKRI

Mubalig JAI Maulana Muhammad Ali dalam kesempatannya menyampaikan mengenai cara merawat keberagaman diantara manusia.

“Manusia diciptakan Tuhan sangat beragam, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Nabi Muhammad pun telah mencontohkan bagaimana seharusnya kita menyikapi keberagaman tersebut. Ada banyak kisah yang menceritakan terkait sikap Rasul tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan, keberagaman ada supaya kita bisa saling mengenal.

“Keberagaman ada sebagai media untuk saling mengenal. Oleh karena itu marilah kita rawat keberagaman tersebut dengan cara menjadikan Tuhan dan junjungan kita sebagai role modelnya dan mengcopy pastenya ke dalam diri kita,” lanjutnya.

Baca Juga  Gerakan Tasik Lawan Corona, Bentuk Pengabdian Pemuda di Tasikmalaya

Sementara itu, Pustakawan Keraton Kanoman Farihin menyampaikan mengenai geneologi manusia yang sudah dicatat Tuhan sejak awal.

“Pertemuan kita hari ini, dengan latar belakang yang berbeda-beda merupakan sebuah anugerah dan bukan sebuah kebetulan, tapi memang sudah ada sejak awal,” pungkasnya.

Diskusi dihadiri oleh perwakilan komunitas seperti JAI Tasikmalaya, PC IPPNU Kab. Tasikmalaya, Simpul Rahima, Kuluwung, Himacitas, dan para mahasiswa.

Share :

Baca Juga

Sosial

Sepanjang Tahun 2019, Keluarga Donor Mata Tasikmalaya Sumbang 15 Pasang Kornea

Berita

Warga Sukajaya Peroleh Bantuan Sumur Bor Dari CSR PLN

Berita

Potensi SDA Melimpah, Iwan Saputra: Pertanian jadi Basis Utama

Berita

Tidak Ada Upacara Bendera HUT RI di Tingkat Desa, Ini Pedoman Selengkapnya

Berita

Mengenal Raju Sahrial Duta Pendidikan Indonesia Asal Tasikmalaya

Berita

Haul Gus Dur di Tasik Dihadiri Lintas Iman

Berita

Sambut Harlah IPPNU KE-65 dan Konferwil ke-XVI dengan Peduli Lingkungan

Berita

New Normal, IPNU Tasik: Kita Sambut dengan Recovery Organisasi