Home / Berita / Tasikmalaya

Kamis, 2 Juli 2020 - 13:26 WIB

Gelar Aksi di HUT Bhayangkara, PMII Kab. Tasikmalaya dan KMRT Ingatkan Polisi

Gentra Priangan - 

i

Tasikmalaya – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tasikmalaya bersama Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) melakukan aksi solidaritas terkait adanya tindakan represif oleh oknum aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang menggelar aksi menolak tambang galian C yang ada di Pamekasan, Jawa Timur
pada 25 Juni 2020 lalu.

Aksi tersebut digelar di depan Mapolres Tasikmalaya, Rabu, (1/7/2020)

Ketua PC PMII Kab. Tasikmalaya, Zamzam Multazam mengatakan, kejadian di Pamekasan, menjadi lampu merah bagi kepolisian, agar tidak terjadi kejadian serupa terhadap aksi demonstran di Kabupaten Tasikmalaya.

“Penanggalan aksi di hari sakral kepolisian tentu sangat momential. Setelah merayakan HUT-nya, tentu seharusnya polres Tasikmalaya tidak boleh anti kritik terhadap segala bentuk evaluasi untuk kemajuan kepolisian di Tasikmalaya, apalagi momennya terjadi setelah adanya tindakan arogansi oknum kepolisian du Pamekasan,” kata Zamzan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (1/7/2020).

Baca Juga  Peringatan Hari Air Sedunia di Sungai Cikuray

Dalam aksinya, PMII bersama KMRT menyuarakan beberapa tuntutan yang dituangkan dalam poin-poin fakta integritas.

“Dalam tuntutannya sangatlah tidak wajar apabila Kapolres Tasikmalaya tidak mendatangi fakta integritas tersebut,” tegas Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ungguk Suryadi.

Senada dengan Suryadi, Presiden KMRT Riyan Nur Palah, juga merasa kecewa, Kapolres Tasikmalaya bersikukuh tidak mau mendatangani fakta integritas masa aksi. Bahkan yang lebih mengecewakan, Kapolres tidak mau menemui masa aksi.

“Kondusif sudah, sabar sudah, panas-panasan hingga didinginkan oleh tetesan hujan-pun sudah, bahkan hingga tuntutan tak begitu berat, Kapolres tidak mau mengabulkan permintaan sederhana ini!?” ungkap Riyan.

Sementara isi dari poin-poin fakta integritas tersebut adalah :
1. Mengutuk keras tindak represif aparat kepolisian terhadap masa aksi
2. Mengevaluasi kinerja Kepolisian Kabupaten Tasikmalaya
3. Aparat Kepolisian wajib melaksanakan pelayanan, pengamanan dan penanganan terhadap masa aksi sesuai dengan PERKAPOLRI dan UU Kepolisian
4. Meminta Kapolres Tasikmalaya untuk menjamin keamanan dan ketertiban ketika terjadi aksi di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga  Aksi PMII Pamekasan, Gusdurian Bogor: Polri langgar Intruksi Presiden

Ketuac PC PMII Kab Tasikmalaya, Zamzam Multazam, menilai sikap Kapolres yang tidak mau menemui masa aksi dan tidak mau mendatangani fakta integritas antara PMII dan Kapolres Tasikmalaya. Padahal Kapolres-Kapolres sebelumnya yang menjabat di Tasikmalaya, setiap ada yang melakukan aksi di Polres pasti menemui masa aksi.

“Atas kejadian tersebut, PMII dengan tegas akan melakukan aksi kembali di depan Mapolda Jawa Barat, untuk mengepaluasi kinerja Kapolres Tasikmalaya,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

Sosial

Tanggap Pandemi, Alumni SDN Sukasenang Bagi-Bagi Sembako

Peristiwa

Berawal Dari Medsos, Puluhan Gadis di Garut Jadi Korban Pelecehan Seksual

Berita

Pertama Kalinya, 1 Orang Warga Kota Tasikmalaya Positif Virus Corona

Berita

Ditengah Suasana Pemilu, Habib Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Berita

Sedang Berjualan, Pedagang Cuanki Tertabrak Mobil Minibus di Garut

Garut

Kampung di Garut Edukasi Anak Tentang Pengelolaan Sampah

Berita

Petugas Gabungan Tertibkan Kendaraan di Area Kawasan Tertib Lalu Lintas

Berita

Ridwan Kamil: Lupakan Perbedaan, Cari Persamaan