Gaya Hidup Hedonis yang Fenomenal Dikalangan Mahasiswa

- Penulis

Rabu, 5 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi by Pixabay

i

Ilustrasi by Pixabay

belakangan gaya hidup hedonis mahasiswa menjadi fenomenal.

Gentra- Mahasiswa adalah seseorang yang sedang mengikuti program pendidikan tinggi di perguruan tinggi atau universitas. Seorang mahasiswa biasanya mengikuti program sarjana atau pasca sarjana dan sedang menempuh pendidikan untuk memperoleh gelar akademik. Selain mengikuti kegiatan akademik mahasiswa juga harus terlibat dalam dan luar akademik, seperti organisasi kemahasiswaan, kegiatan social, olahraga, dan unit kegiatan mahasiswa lainnya.

Mahasiswa harus mampu memiliki kemampuan untuk berfikir kritis, kreatif, dan mandiri dalam memecahkan permasalahan. Baik dalam mengembangkan pengetahuan akademik maupun non akademik. Selain itu mahasiswa juga harus mampu berkontribusi paada lingkungan masyarakat dan memikul tuntutan untuk mampu menjadi control social antara masyarakat dan pemerintah.

Hedonisme adalah istilah yang sudah tidak asing lagi. Hedonisme juga merupakan konotonasi yang selama ini selalu dianggap buruk. hedonisme adalah istilah yang berasal dari Bahasa Yunani yaitu Hedone yang berarti kesenangan. Jadi hedonisme dapat diartikan sebagai sebuah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Hedonisme juga dapat dikatakan sebagai gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas.

Mahasiswa Hedonisme sebuah istilah yang cukup sering terdengar dilingkungan universitas atau perguruan tinggi manapun. Mahasiswa Hedonisme adalah sebuah sebutan bagi mereka para mahasiswa yang memiliki kecenderungan untuk menjalani kehidupan dengan dengan cara yang penuh kenikmatan dan kesenangan. Mereka cenderung memperhatikan kesenangan dan gaya hidup dengan melakukan sesuatu yang mereka sukai seperti berfoya-foya dan membeli sesuatu yang berlebihan.

Baca Juga :  Genjring Ronyok, Tradisi Buhun yang Masih Bertahan
Resiko Gaya Hidup Hedonis

Ada bebrapa alasan mengapa mahasiswa bisa menjadi hedonis, antara lain karena kebebasan yang mereka miliki, tekanan akademik, dan pengaruh lingkungan dalam bergaul. Namun, hidup sebagai hedonis juga memiliki banyak risiko dan dampak negative.

Salah satu risiko yang paling sering terjadi adalah penurunan kinerja akademik. Mahasiswa yang terlalu fokus untuk mencari kesenangan dan kepuasan gaya hidup akan cenderung mengabaikan tugas dan tanggung jawab akademik mereka. Hal itu dapat menyebabkan penurunan nilai atau bahkan kemungkinan terburuknya adalah gagal dalam menyelesaikan studi.

Selain itu dengan gaya hidup hedonis juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan dan keuangan. Mahasiswa yang terlalu banyak menghabiskan materi untuk kesenangan seperti pesta atau liburan, bisa mengalami kesulitan keuangan dan memperoleh hutang. Selain itu gaya hidup hedonis yang kurang sehat dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, penyakit jantung, dan masalah lainnya.

Mahasiswa hedonis juga cenderung mengalami masalah dalam hubungan sosialisasi interpersonal. Mereka sering kali hanya mementingkan dan peduli pada kesenangan mereka sendiri dan mengabaikan kebutuhan dan perassaan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan sosial dan kesulitan membangun hubungan yang sehat dengan teman maupun keluarga.

Baca Juga :  Sikapi Fenomena Remaja Masuk NII, Milenial Garut Angkat Bicara

Disamping itu, hidup sebagai mahasiswa hedonis tidak selalu buruk. Mahasiswa dapat menemukan kesenangan dalam aktivitas yang sehat dan bermanfaat seperti olahraga atau seni. Maupun aktifitas lain yang dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental mereka. Selain itu, hidup hedonis membantu mahasiswa menemukan diri merekan dan mengejar minat dan passion yang mereka miliki.

Simpulan

Demi rangka menjaga dan menghindari risiko dan dampak negative dari hidup sebagai mahasiswa hedonis. Mahasiswa harus menemukan keseimbangan antara kesenangan dan tanggung jawab dalam akademik, kesehatan, dan keuangan. Mahasiswa juga perlu mengembangkan pola pikiri mereka yang seimbang dan memperhatikan dampak atau akibat dari setiap perbuatan yang mereka lakukan.

Sehingga kita dapat menaik kesimpulan bahwa hidup sebagai mahasiswa hedonis memiliki banyak risiko dan dampak negatif. Namun, hidup sebagai mahasiswa juga harus menemukan kesenangan dan menjalani hidup yang bermakna. Maka dari itu, mahasiswa harus bisa menemukan keseimbangan dalam hidup mereka. Serta menjalani hidup yang seimbang antara kesenangan dan tanggung jawab akademik.

Berita Terkait

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar
3 Website yang Dapat Bantu Pemilih Muda Menentukan Pilihan saat Pemilu
Seni Nyarere, kerajinan Kreatif dari Lidi Kelapa Khas Ciamis
Genjring Ronyok, Tradisi Buhun yang Masih Bertahan
Tari Sulintang, Tarian Khas dengan Iringan Bambu
Tari Topeng Ciawi, Seni Tari yang Perlu Dilestarikan
Seni Sunda Lais, Budaya Khas Garut yang Menantang
Dua Isu yang Menarik Bagi Pemilih Muda di Pemilu 2024
Berita ini 64 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 21:04 WIB

Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:07 WIB

Waspada Risiko Bencana, KPU Kota Tasikmalaya Siapkan Rumah Aman

Selasa, 6 Februari 2024 - 21:28 WIB

Presiden Jokowi Tetapkan 14 Februari Sebagai Hari Libur Nasional

Berita Terbaru