Garut Peringkat Pertama Rawan Bencana, PMII Pertanyakan Peran BPBD

- Penulis

Jumat, 22 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PC PMII Kabupaten Garut, Ipan Nuralam

i

Ketua PC PMII Kabupaten Garut, Ipan Nuralam

Garut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyampaikan dari 27 kabupaten/kota di Jabar, wilayah Garut menempati peringkat pertama daerah paling rawan bencana.

Menyikapi hal tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Garut, mempertanyakan mengenai peran dan fungsi BPBD Garut, dalam menjalankan UUD no 27 tahun 2017 bahwa BPBD mempunyai tugas secara terintegrasi yang meliputi pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana.

Baca Juga :  Pasca Meletus Status Gunung Semeru Berada di Level Awas

“Dalam hal ini kami menilai BPBD hanya berperan seperti pemadam kebakaran yang beraksi saat ada bencana. Ini sangat menggelikan sekali, seharusnya BPBD mampu mengoptimalkan fungsinya di sektor di atas,” kata Ketua PC PMII Kabupaten Garut, Ipan Nuralam dalam rilis yang diterima gentrapriangan.com, Jumat, (22/01/2020).

Sebelumnya, PMII telah melayangkan surat audiensi kepada BPBD, namun mendapat penolakan dengan alasan sedang menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

Baca Juga :  Tenggelam Saat Susur Sungai, 11 Siswa MTS di Ciamis Meninggal Dunia

Ipan menilai, BPBD kurang optimal dalam hal pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini pada saat pra bencana.

“BPBD memiliki tanggung jawab terhadap pengurangan resiko bencana yang meningkat, sebagaimana yang diamanatkan oleh UU no 24 tahun 2007 bahwa pengurangan resiko bencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Berita Terkait

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut
Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar
PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak
Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus
Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji
Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut
Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Kamis, 8 Februari 2024 - 15:17 WIB

Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Berita Terbaru

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB