Garut akan Menjadi Percontohan Sekolah Penggerak di Indonesia

- Penulis

Kamis, 11 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Garut melakukan video telekonferensi di Command Center, Kecamatan Garut Kota terkait sosialisasi Sekolah Penggerak yang digagas oleh Kemendibud RI (Foto: diskominfo)

i

Pemkab Garut melakukan video telekonferensi di Command Center, Kecamatan Garut Kota terkait sosialisasi Sekolah Penggerak yang digagas oleh Kemendibud RI (Foto: diskominfo)

Garut – Kabupten Garut ditunjuk untuk menjadi percontohan sekolah penggerak di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat melakukan video telekonferensi bersama dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, di command center, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/2/2021).

Rudy menyatakan, pihaknya akan memberikan perhatian khusus untuk mendukung dan menyukseskan Sekolah Penggerak ini.

“Kami tentunya berterima kasih sekali Kabupaten Garut bisa dijadikan sebagai percontohan pertama sekolah penggerak. Sekali lagi, kami, saya terutama mempunyai atensi perhatian khusus setiap ada zoom meeting atau arahan-arahan dari Bapak Menteri (Kemendikbud, Nadiem Makarim) melalui Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan kepada saya, saya pasti hadir untuk mendengarkan karena Kabupaten Garut serius ingin menyukseskan sekolah penggerak dan tentu menjadi contoh karena ini adalah sekolah yang akan dijadikan dasar untuk melaksanakan atau mencapai  tujuan daripada visi pendidikan Indonesia”, ujar Rudy.

Baca Juga :  Sejarah Baru di Kabupaten Tasikmalaya, Kini Miliki Universitas Pertama

Ia menyebutkan, bahwa sekolah penggerak penting karena nilai-nilai Pancasila teraplikasi dalam pendidikan di sekolah penggerak ini.

“Sekolah penggerak ini penting sebagaimana dijelaskan oleh Bapak Menteri pada zoom meeting yang saya ikuti adalah bagaimana lima unsur yang ada di dalam Pancasila ini bisa teraplikasi di dalam pendidikan  bergotong royong, pendidikan yang berkolaboratif, pendidikan yang didasarkan kepada profesionalisme dan teknologi tentunya ini akan menjadikan murid-murid kita menjadi murid-murid yang cerdas, murid-murid juga selain cerdas mempunyai jiwa-jiwa empati jiwa, gotong royong dan tentu berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Rudy mengatakan, pihaknya akan melaksanakan kewajiban pemerintah daerah untuk mendukung program ini salah satunya dengan memberikan politik anggaran.

“Dan bagi kami di daerah ini akan kami laksanakan, apa yang menjadi kewajiban daerah kami akan laksanakan dengan memberikan politik anggaran, kami support dengan anggaran dan tentunya di Kabupaten Garut dalam rangka pelaksanaan Sekolah Penggerak ini saya akan memimpin langsung supaya kesulitan-kesulitan yang terjadi di lapangan ini bisa dapat diatasi kepala daerah dan juga Dinas Pendidikan,” tutur Rudy.

Baca Juga :  Sempat Terkendala Biaya, Mahasiswi Berprestasi Asal Garut Ini Berhasil Raih Beasiswa di Irlandia

Ia berharap dengan program ini bisa meningkatkan kualitas generasi muda di Indonesia menghadapi era serba digital yang saat ini banyak ditemui.

“Kami berharap bahwa apa yang menjadi bagian harapan untuk mempercepat bagaimana generasi muda Indonesia mempunyai level baik dari level yang berhubungan dengan kecerdasan, level dari keahlian, level yang berhubungan dengan wawasan yang bersifat internasional yang mempunyai wawasan dengan teknologi bukan saja 4.0, tapi 5.0, atau 6.0 atau seterusnya.” pungkasnya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan secara virtual ini turut dihadiri juga oleh Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Gusmayadi Muharmansyah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut, Totong, dan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, serta unsur pimpinan lainnya. (dis/red)

Berita Terkait

Raju, Fokus pada Misi Pendidikan.
Aktivis Pemudi Persis Garut: Mungkin Pernikahan Dini Lebih Banyak Lagi
Pesantren Sebagai Institusi Pendidikan Sebelum Lahirnya Konsep Sekolah
Hari Pendidikan Nasional dan Cita-Cita Pendidikan Milenial
UM-PTKIN Tahun 2023 Buka Hari Ini
Tips Memilih Jurusan Kuliah dan Kampus Agar Tidak Menyesal
Pesantren kilat Ramadan, Tradisi dan Sejarahnya
Guru Penjas Masih Banyak Peminat Inilah Keuntungannya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 21:04 WIB

Disambut 20 Ribu Santri dan Masyarakat Garut, Ganjar Sampaikan Komitmen Terhadap Guru Ngaji

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:07 WIB

Waspada Risiko Bencana, KPU Kota Tasikmalaya Siapkan Rumah Aman

Selasa, 6 Februari 2024 - 21:28 WIB

Presiden Jokowi Tetapkan 14 Februari Sebagai Hari Libur Nasional

Berita Terbaru