Duta Pendidikan Jabar : Pendidikan Jembatan Kunci Kesuksesan Bangsa dan Negara

- Penulis

Rabu, 3 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shidqii Rizkulloh-Dokpri

i

Shidqii Rizkulloh-Dokpri

Shidqi Rizqulloh, Duta Pendidikan Jawa Barat (Jabar) 2023 mengatakan bahwa pendidikan merupakan suatu jembatan kunci kesuksesan suatu bangsa dan negara. Menurutnya, tanpa pendidikan, bangsa ini akan tertinggal oleh zaman yang kian hari kian berkembang.

Shidqi juga mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang sangat krusial dan kategorinya wajib. Masyarkat dari berbagai kalangan dan latar belakang seperti apapun wajib dan harus mengikuti program pendidikan pemerintah demi kelangsungan dan kemajuan para penerus bangsa.

“Pentinya pendidikan sudah masuk kategori hal yang wajib dan harus mengikuti program program pemerintah demi kelangsungan dan menciptakan anak bangsa yang smart dan memiliki kepribadian yang baik,” ungkap Duta Pendidikan Jabar kepada Gentrapriangan (02/05/23).

Selain untuk mencerdaskan anak bangsa, hal yang tak kalah penting dari pendidikan menurutnya ialah menciptakan penerus bangsa yang berkarakter. Ia juga manambahkan bahwa proses pembelajaran, dewasa ini dapat dilakukan dimana saja. Sebab, selain secara khusus mengikuti pendidikan seperti sekolah, kita juga bisa terdidik oleh faktor lingkungan juga.

Baca Juga :  Diancam Santet, Gadis 18 Tahun Asal Tasik jadi Korban Dukun Cabul
Permasalahan Pendidikan

Namun, pendidikan di Indonesia ini tidak selalu berjalan mulus sesuai keinginan. Faktanya masih banyak permasalahan yang perlu penanganan. Seperti kata Shidqi, bahwa salah satu contohnya ialah mengenai fasilitas atau ketersediaan tenaga kerja guru yang berperan penting dalam mendidik anak bangsa. Banyak faktor yang menghambat pemerataan pendidikan tersebut.

“Hal tersebut bisa terjadi karena negara kita ini Indonesia yang cukup luas dan berpulau-pulau. Maka dari itu hal ini dapat menghambat untuk pemerataan pendidikan karena akses yang terkadang sulit untuk dijangkau,” katanya.

Masalah geografis salah satunya, wilayah Indonesia yang terbilang cukup luas dan terdiri dari berbagai pulau, membuat pemerataan pendidikan seringkali terhambat. Akses yang terbatas membuat pendidikan terkadang sulit untuk dijangkau.

Sebagai duta Pendidikan, Shidqi tentunya melakukan terobosan untuk pendidikan khususnya di Jawa Barat. Ia melakukan advokasi yang ia punya untuk direalisasikan demi kemajuan pendidikan khusunya di Jawa Barat.

“Hal yang kami lakukan sebagai duta pendidikan provinsi jawa barat terbilang khususnya jawa barat melakukan advokasi yang masing masing kita punya untuk dijalankannya demi kemajuan pendidikan. Advokasi tersebut di jalankan oleh duta pendidikan masing-masing yang berasal dari tiap daerahnya, dan itu advokasi millik pribadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Ingin Menikah Muda? Kenali Resiko dan Persiapannya

Duta Pendidikan Jabar itu pun mengatakan bahwa dari paguyuban Putra-Putri Jabar sendiri, mereka merencanakan berbagai program yang pastinya dapat bermanfaat khususnya bagi mereka sendiri umumnya bagi masyarakat sekitar serta para anak didik penerus bangsa.

Shidqi juga berharap semoga pendidikan di Indonsesia bisa terus berkembang serta lebih diperbaiki dan diperhatikan karena pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting.

“Harapan bagi saya untuk pendidikan di indonesia terus berkembang mendapatkan informasi mengenai beasiswa. Karena hal itu sangat bermanfaat bagi anak bangsa yang ingin mewujudkan cita-citanya setinggi langit dengan arahan dan bimbingan yang baik. Serta mengurangi atau memperbaiki pendidikan supaya jauh lebih baik lagi dari pada sebelumnya, pendidikan sangatlah penting maka dari itu harus selalu di perhatikan,” pungkas Shidqi.

Berita Terkait

Pemilu dan Kesejahteraan Rakyat: Keterkaitan yang Tidak Boleh Dipisahkan
Keberhasilan Pemilihan Umum dan Peranan Strategis Desa sebagai Mitra Penggerak
Yayan Sopyani: Kasih Sayang Bagian dari Hak Anak
Pesan Kurban, Solidaritas Sosial dan Berbagi Kepemilikan
Liliwetan, Cara Nikmat Memaknai Kebhinnekaan dan Kebersamaan
Harapan pada Jargon Badan Pengawas Pemilu
Pengawasan Pemilu oleh Perempuan
Politisasi Ayat Agama dan Penyebabnya
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 17:17 WIB

Gelaran Seni Budaya Garut dan Jakarta Semarakan Hari HJG Ke 211

Senin, 26 Februari 2024 - 13:55 WIB

Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:02 WIB

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Berita Terbaru

Ilustrasi Pembakaran hutan

Lingkungan

MUI Keluarkan Fatwa Tindakan Merusak Alam Hukumnya Haram

Senin, 26 Feb 2024 - 15:48 WIB

papan selamat datang di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Berita

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Feb 2024 - 21:02 WIB

Ilustrasi minuman keras (Foto:Istimewa)

Berita

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Minggu, 25 Feb 2024 - 20:37 WIB