Home / Berita / Garut

Kamis, 23 April 2020 - 08:07 WIB

Ditetapkan Zona Merah Corona, Satu Kampung di Garut Diisolasi

Gentra Priangan - 

i

Garut – Satu kampung diisolasi setelah ada salah satu warganya yang meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) positif Covid-19 dari hasil uji labolatorium dengan sampel swab.
Kampung tersebut Tepatnya di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. Akhirnya diisolasi mulai hari Rabu (22/04/2020).

Berdasarkan riwayat perjalanan, warga positif Covid-19 tersebut merupakan warga yang merantau di Bogor. Saat pandemi Covid-19, warga tersebut pulang kampung. Saat di kampung warga tersebut mengeluh sakit dan sempat dirawat di puskesmas dan dirujuk ke ruangan isolasi.

“Jadi warga itu memang sudah sakit dari Bogor, sehingga saat pulang kampung langsung dirujuk ke ruangan isolasi,” ujar Wakil Bupati Garu, Helmi Budiman, seperti dilansir dari kompas.com.

Helmi menjelaskan, satu kampung tersebut harus melakukan isolasi mandiri karena sudah ditetapkan sebagai zona merah Covid-19.

 

“Iya ini isolasi mandiri, pertimbangannya pertama adalah daerah ini sudah bisa ditetapkan sebagai zona merah, karena di sini ada yang positif dan meninggal, yang kedua kontak eratnya yang paling banyak itu kumpul di kampung ini, ada sekitar 41 kepala keluarga,” ucap Wakil Bupati Garut.

Baca Juga  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Forum Kebangsaan Bogor Raya Siap Lawan Radikalisme

Isolasi di Desa Cigedug dingungkapkan oleh Wakil Bupati Garut untuk memaksimalkan upaya-upaya penanganan, pemerintah daerah bersama aparat desa setempat akhirnya sepakat melakukan isolasi di kampung yang ditempati 315 kepala keluarga (KK) tersebut.

Selain itu juga Mia Herlina Camat Cigedug mengakui, pada awalnya masyarakat sempat protes juga saat akan dilakukan isolasi mandiri. Menurutnya, mereka menyadari betul isolasi ini untuk kepentingan dirinya dan masyarakat banyak. Namun, setelah dikomunikasikan bersama aparat desa, akhirnya masyarakat secara sukarela mau mengikuti prosedur isolasi mandiri tersebut.

“Mulai hari ini, setelah semua menerima bantuan sembako untuk 10 hari ke depan, warga harus diam di rumah, kalau ada keperluan apapun, bisa menghubungi satgas dari desa yang berjaga,” jelasnya.

Baca Juga  Camat Salawu Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif Dalam Upaya Pencegahan Covid-19

Kepala Desa Cigedug, Basit Abdul Kodir menuturkan, masyarakat sudah siap untuk melakukan isolasi mandiri.

Saat ini juga kampung tersebut di lakukannya pengamanan yang sangat ketat sampai pintu masuk menuju kampung di jaga ketat oleh satgas.

Ada tiga jalan yang bisa jadi pintu masuk ke kampung tersebut dari jalan raya. Semuanya, akan dijaga satgas Covid-19 Desa Cigedug. Sementara, sebuah posko dibangun di dekat pintu masuk kampung tersebut yang dijadikan tempat menampung bantuan dari berbagai pihak untuk warga yang diisolasi.

Helmi mengatakan, pihaknya mulai hari ini akan segera melakukan tracking di sekitar kampung tempat tinggal warga positif Covid-19. Pihaknya akan menghitung langkah terburuk untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut. “Yang pasti satu kampung akan diisolasi, kemungkinan bisa hingga satu desa,” katanya.

Share :

Baca Juga

Berita

Paguyuban Masyarakat Gatra, Ajukan Pembentukan Daerah Garut Utara Kepada Bupati

Berita

Ke Puncak Saat Libur Lebaran di Masa Pandemi, Wisatawan Diminta Putar Balik

Berita

Tower di Gedung BPN Garut Roboh, 1 Orang Meninggal Dunia

Berita

Aplikasi Baca Novel Ini Punya Ratusan Buku Keren, 7 Penulisnya dari Jabar!

Berita

Kepatuhan Protokol Kesehatan Rendah, Ini Tanggapan Gugus Tugas Kab. Tasikmalaya

Berita

Kabupaten Garut Ajukan Pengusulan PSBB

Politik & Hukum

Transparency Institute Tagih Komitmen Kejaksaan Bedah Kasus Gratifikasi Sekda Tasikmalaya

Berita

Gerakan Rakyat Menggugat Geram Terhadap Pelayanan Pemkab Tasikmalaya