Diskusi Publik LBH SERINDO: Merawat Keberagaman dengan Toleransi

- Penulis

Jumat, 9 Juli 2021 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Serikat Rakyat Indonesia (LBH SERINDO) menyelenggarakan Diskusi Publik dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman dengan Toleransi. Diskusi tersebut dilaksanakan secara daring dan luring pada tanggal 8 Juli 2021.

Acara tersebut menghadirkan Keynote Speech yaitu Komisaris PT. Perkebunan Nusantara IV, Osmar Tanjung dan dua pemateri yaitu, Direktur LBH SERINDO, Bob Humisar Simbolon dan Ketua Komisariat Pemuda Katolik Provinsi Jawa Barat, Edi Silaban.

Komisaris PTPN IV, Osmar Tanjung mengatakan bahwa sikap toleransi dalam berbangsa dan bernegara harus ditingkatkan terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Melihat situasi Pandemi Covid-19 ini kita harus bergotong royong dengan bergotong royong hal ini menunjukkan sikap toleransi berbangsa dan bernegara serta saling membantu sesama manusia,” kata dia

Dia juga mengatakan pandemi Covid-19 dihadapi seluruh negara termasuk Indonesia oleh karena itu dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila harus bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Nilai Pancasila saat ini terlihat dengan cara bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata dia.

Baca Juga :  Timnas Wanita Indonesia Gelar Latihan Perdana

Ketua Komisariat Pemuda Katolik Provinsi Jawa Barat, Edi Silaban mengatakan penyebaran berita bohong menjadi kondisi intoleransi yang paling tinggi dalam peningkatan kasus intoleransi. terdapat 180 peristiwa, 422 tindakan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (Jabar 39 Peristiwa) sepanjang pandemi 2020.

“Sebelumnya di Tahun 2019, Ada 162 pelanggaran di Jawa Barat, 113 pelanggaran di DKI Jakarta Jawa Timur (98 pelanggaran), kata dia.

Menurut dia, Tantangan toleransi dalam era Pandemi seperti Kemiskinan dan kelaparan adalah masalah sosial yang dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk mengobarkan gerakan radikal. Selain itu terorisme dan intoleransi terus hidup dan para pendukungnya bahkan memandang pandemi global sebagai peluang untuk ekspansi.

“Gejala ketidaksetaraan mengungkapkan penyakit sosial; itu adalah virus yang berasal dari masalah ekonomi. Termasuk ketidakmerataan vaksin dan sulitnya mengakses pengobatan/pencegahan covid-19 atas berbagai kepentingan elite,” kata dia

Direktur Eksekutif LBH SERINDO, Bob Humisar Simbolon mengatakan bahwa nilai-nilai toleransi merupakan nilai yang harus disampaikan dalam berkehidupan bernegara.

Baca Juga :  Pasheman Garut Sukses buat Kagum Juri Indonesia's Got Talent, Reza Arap: Nuhun

“Negara memberikan jaminan untuk tidak mendapat rasa intoleransi atau diskriminasi, berdasarkan Kebebasan beragama itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya rasa toleransi beragama. Hal ini perlu untuk dilaksanakan mengingat negara kita multi agama, sehingga jika toleransi beragama tidak ada maka otomatis terjadi pelanggaran terhadap HAM seseorang,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa tindakan intoleransi merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia karena berdasarkan hukum positif kebebasan dalam memeluk agama dijamin oleh Konstitusi.

“Konstitusi menjamin kebebasan beragama yang diatur didalam UUD 1945 Pasal 28 E, ayat (1) dan (2), Pasal 29, UU No. 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil Politik Pasal 18 ayat (1) dan (2), UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM Pasal 22 ayat (1) dan (2), UU No. 1/PNPS/1965, jo. UU No. 5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama,” tandasnya.

Berita Terkait

Communication Week 2023: Platform Ideal Untuk Membawa Perubahan Yang Positiff
Tim U17 Indonesia Bertekad Tembus 16 Besar
KPU Resmi Tetapkan Pasangan Capres Cawapres Pemilu 2024
Dampak El Nino di Indonesia, Berikut Kemungkinannya
Program Pelatihan VAR untuk Kompetisi Liga Lebih Baik
Pemain Keturunan Akan Perkuat Timnas U-17
Polemik Pondok Pesantren Al Zaytun Akan Diputuskan Pekan Depan
Perbedaan Waktu Idul Adha, Wapres Ajak Masyarakat Toleransi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Desember 2023 - 21:33 WIB

Panwascam Banyuresmi Gelar Rakor Pengawasan Kampanye, Sinergitas Jadi Kunci Sukses

Sabtu, 2 Desember 2023 - 21:22 WIB

Longsor Terjadi di Jalan Banjarwangi Garut Selatan

Kamis, 30 November 2023 - 20:18 WIB

Belum 24 Jam Baliho Ganjar-Mahfud Dirusak di Garut

Rabu, 29 November 2023 - 15:25 WIB

Sajajar Perkuat Toleransi Lewat Pameran Foto dan Nobar Film Dokumenter

Rabu, 29 November 2023 - 14:40 WIB

Selain Imbau Peserta Pemilu Taati Aturan Masa Kampanye, Panwas Cibiuk Perkuat Sinergitas Antar Lembaga

Sabtu, 25 November 2023 - 15:23 WIB

Rumah Makan Pejuang Program Inisiatif Bantu Sesama

Senin, 13 November 2023 - 21:48 WIB

Bantuan El Nino, Pemerintah Pusat Alokasikan Bantuan Beras

Senin, 13 November 2023 - 21:37 WIB

Ketahanan Pangan; 200 Ton Beras Tersedia untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Harun Pria (kanan), Warmini (kiri) Pasangan lansia penjual kandang ayam asal kampung Cimaung Kidul, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Sosial

Pilu Pasangan Lansia Penjual Kandang Ayam

Senin, 4 Des 2023 - 17:01 WIB

Kondisi jalan yang terdampak longsor di kawasan Lawang Angin, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut

Berita

Longsor Terjadi di Jalan Banjarwangi Garut Selatan

Sabtu, 2 Des 2023 - 21:22 WIB