Home / Nasional

Jumat, 9 Juli 2021 - 01:03 WIB

Diskusi Publik LBH SERINDO: Merawat Keberagaman dengan Toleransi

Gentra Priangan - 

i

Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Serikat Rakyat Indonesia (LBH SERINDO) menyelenggarakan Diskusi Publik dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman dengan Toleransi. Diskusi tersebut dilaksanakan secara daring dan luring pada tanggal 8 Juli 2021.

Acara tersebut menghadirkan Keynote Speech yaitu Komisaris PT. Perkebunan Nusantara IV, Osmar Tanjung dan dua pemateri yaitu, Direktur LBH SERINDO, Bob Humisar Simbolon dan Ketua Komisariat Pemuda Katolik Provinsi Jawa Barat, Edi Silaban.

Komisaris PTPN IV, Osmar Tanjung mengatakan bahwa sikap toleransi dalam berbangsa dan bernegara harus ditingkatkan terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Melihat situasi Pandemi Covid-19 ini kita harus bergotong royong dengan bergotong royong hal ini menunjukkan sikap toleransi berbangsa dan bernegara serta saling membantu sesama manusia,” kata dia

Dia juga mengatakan pandemi Covid-19 dihadapi seluruh negara termasuk Indonesia oleh karena itu dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila harus bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Nilai Pancasila saat ini terlihat dengan cara bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata dia.

Baca Juga  Aksi PMII Pamekasan, Gusdurian Bogor: Polri langgar Intruksi Presiden

Ketua Komisariat Pemuda Katolik Provinsi Jawa Barat, Edi Silaban mengatakan penyebaran berita bohong menjadi kondisi intoleransi yang paling tinggi dalam peningkatan kasus intoleransi. terdapat 180 peristiwa, 422 tindakan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (Jabar 39 Peristiwa) sepanjang pandemi 2020.

“Sebelumnya di Tahun 2019, Ada 162 pelanggaran di Jawa Barat, 113 pelanggaran di DKI Jakarta Jawa Timur (98 pelanggaran), kata dia.

Menurut dia, Tantangan toleransi dalam era Pandemi seperti Kemiskinan dan kelaparan adalah masalah sosial yang dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk mengobarkan gerakan radikal. Selain itu terorisme dan intoleransi terus hidup dan para pendukungnya bahkan memandang pandemi global sebagai peluang untuk ekspansi.

“Gejala ketidaksetaraan mengungkapkan penyakit sosial; itu adalah virus yang berasal dari masalah ekonomi. Termasuk ketidakmerataan vaksin dan sulitnya mengakses pengobatan/pencegahan covid-19 atas berbagai kepentingan elite,” kata dia

Direktur Eksekutif LBH SERINDO, Bob Humisar Simbolon mengatakan bahwa nilai-nilai toleransi merupakan nilai yang harus disampaikan dalam berkehidupan bernegara.

Baca Juga  Penerima Bansos dari Kemensos di Jabar Capai 7 Juta Kepala Keluarga

“Negara memberikan jaminan untuk tidak mendapat rasa intoleransi atau diskriminasi, berdasarkan Kebebasan beragama itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya rasa toleransi beragama. Hal ini perlu untuk dilaksanakan mengingat negara kita multi agama, sehingga jika toleransi beragama tidak ada maka otomatis terjadi pelanggaran terhadap HAM seseorang,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa tindakan intoleransi merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia karena berdasarkan hukum positif kebebasan dalam memeluk agama dijamin oleh Konstitusi.

“Konstitusi menjamin kebebasan beragama yang diatur didalam UUD 1945 Pasal 28 E, ayat (1) dan (2), Pasal 29, UU No. 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil Politik Pasal 18 ayat (1) dan (2), UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM Pasal 22 ayat (1) dan (2), UU No. 1/PNPS/1965, jo. UU No. 5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Pastikan Stok Darah Aman, Humanity First Donor di PMI Jakbar

Berita

Diskon Tarif Dibatasi Kemenhub, Konsumen Ojek Online Kecewa

Berita

Viral! Video Penampakan Lautan Manusia di Pasar Kebayoran Lama

Berita

Langgar Aturan PSBB, Pengendara di Jalan Raya Bogor Dihukum Nyapu Trotoar

Nasional

Postingannya Disoal, Tagar #TangkapDennySiregar Trending Topik di Twitter

Nasional

Resmi, Polda Jabar Runtuhkan Kekaisaran Sunda Empire

Nasional

Pebalap Asal Tasikmalaya Afridza Munandar Meninggal Setelah Kecelakaan di Sepang

Nasional

Hening Cipta Indonesia, Menag: Doakan Pendahulu, Doakan Pandemi segera Berakhir