Dewi Sartika, Pendiri dan Penggagas Sekolah Istri dari Tatar Sunda

- Penulis

Kamis, 25 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gentrapriangan- Raden Dewi Sartika merupakan tokoh pejuang wanita lahir dari keluarga yang ternama, yaitu Raden Rangga Somanegara dan Raden Ayu Rajapermas di Cicalengka Bandung pada 4 Desember 1884. Dewi Sartika populer sebagai tokoh Jawa Barat yang menjadi perintis pendidikan bagi kaum perempuan.

Ayahnya merupakan seorang priyai yang sudah maju. Ia termasuk golongan priyai yang paling awal menyekolahkan putra-putrinya termasuk Dewi

Namun karena keadaan, Dewi hanya sempat menuntaskan sekolah di Eerste Klasse School atau sekolah Kelas Satu untuk penduduk non Eropa sampai kelas dua

Pada tahun 1893, Raden Somanegara diasingkan ke Ternate oleh pemerintah kolonial. Ia dituduh terlibat dalam sabotase acara pacuan kuda di Tegallega untukmencelakai bupati Bandung yang baru pada saat itu R.A.A Martanegara

Ketika masih kanak kanak ia sudah menunjukan antusiasmenya terhadap pentingnya pendidikan dengan bermain peran menjadi seorang pendidik. Hal ini sudah ditunjukan ketika masa usia sekolah.  Ketika usai sekolah biasanya bermain dengan teman seusianya, ia selalu ingin menjadi peran menjadi seorang guru

Baca Juga :  Kisah Heroik Relawan Donor Darah di Masa Paceklik

Setelah ayahnya meninggal, ia kemudian tinggal bersama pamannya. Pamannya seorang Patih Cicalengka, bernama Raden Demang Suria Kartahadiningrat. Ia menerima pendidikan yang sesuai dengan budaya sunda oleh pamannya, meskipun sebelumnya ia sudah menerima pengetahuan mengenai budaya barat. Pada Tahun 1889 ia pindah ke Bandung

Membuat Sekolah

Pada tanggal 16 Januari 1904, ia kemudian membuat sekolah yang bernama Sekolah Istri di Pendopo Kabupaten Bandung. Berkat dukungan dari kakeknya yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Bandung, Raden Adipati Aria Martanagara, dan Den Hamer, Inspektur Kantor Pengajaran.

Beberapa tahun kemudian, sekolah tersebut kemudian pindah ke Jalan Ciguriang dan berubah nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri pada tahun 1910. Pada tahun 1906, ia menikah dengan Raden Kanduruhan Agah Suriawinata yang merupakan guru dari Sekolah Karang Pamulang

Di sekolah tersebut ia mengajarkan para wanita membaca, menulis, berhitung, pendidikan agama, dan berbagai keterampilan lainnya.

Baca Juga :  Neng Enok, Seniman Tasikmalaya Pendiri “Sundanese Women’s Ensemble”

Pada tahun 1912, sudah ada sembilan sekolah yang tersebar di seluruh Jawa Barat, lalu kemudian berkembang menjadi satu sekolah tiap kota maupun kabupaten pada tahun 1920. Pada September 1929, sekolah tersebut berganti nama menjadi Sekolah Raden Dewi.

Sekolah Raden Dewi berkembang sangat pesat. Namun pada masa penjajahan jepang membuat sekolah tersebut mengalami krisis keuangan dan peralatan

Pasca kemerdekaan, kesehatan Dewi Sartika mulai menurun. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda dalam masa perang kemerdekaan, ia terpaksa ikut mengungsi ke Tasikmalaya.

Ia kemudian meninggal pada 11 September 1947 di Cineam ketika dalam masa perang kemerdekaan. Setelah keadaan aman, makamnya dipindahkan ke Jalan Karang Anyar, Bandung

Atas jasa jasanya dalam memperjuangkan pendidikan, ia mendapat gelar gelar Orde van Oranje-Nassau pada saat kegiatan ulang tahun ke-35 Sekolah Kaoetamaan Istri. Dan pada 1 Desember 1966 beliau tercatat sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI

Berita Terkait

Muhammad Nizar Siap Nyaleg DPRD Garut Setelah Mendapat Dorongan Masyarakat
Duta Genre Garut: Berbagai Motif Pernikahan Anak
Ahmad Ripqi Nur Pathoni, Pelajar Terbaik Kabupaten Garut
Sejarah RA Lasminingrat Dirikan SMAN 11 Garut
5 Tokoh Pahlawan Pendidikan di Indonesia
Hari Kartini 2023, Ini Kata Putri Pendidikan Jabar
Perbedaan Penetapan Idul Fitri Harus Disikapi Toleransi
Anyaman Bambu, Sejarah Kerajinan Khas Rajapolah
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Kamis, 8 Februari 2024 - 15:17 WIB

Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Berita Terbaru

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB