Dakwah Hentikan Kekerasan Seksual, Pelajar NU Tasik Kaji Urgensi RUU PKS

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar diskusi mengenai Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) bertempat di MH Food Cipasung, Jumat, (10/7/2020).

“Tujuan diadakannya kajian urgensi RUU PKS adalah untuk menganalisis sisi kebermanfaatan aturan khususnya bagi korban, serta memahami alasan sebagian pihak yang kontra sehingga daya kritis dan bijak kita timbul terhadap kebijakan RUU PKS tersebut,” kata Ketua IPPNU Kab. Tasikmalaya, Nadia Ulfa.

Nadia melihat, meskipun RUU PKS terasa sulit untuk disahkan, namun kita tidak boleh berhenti untuk mengkampanyekannya.

Baca Juga :  AG Tidak Dihadirkan Dalam Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan David Ozora¬†

“Meskipun RUU PKS rumit untuk disahkan, tapi jangan sampai memutus asakan dakwah kita untuk menghentikan kekerasan seksual,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LKKNU Kab. Tasikmalaya. Mia Faiza Imron menegaskan, bahwa pelajar harus bisa dan paham atas RUU PKS, karena terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki.

“Baik dalam landasan berpikir, konten atau langkah-langkah apa yang harus dilakukan, karena pada dasarnya, kekerasan adalah suatu yang dilarang dalam Islam. Maka dengan hadirnya RUU PKS bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap korban,” jelasnya.

Baca Juga :  Volume Kendaraan di Jabar Meningkat 40 Persen Saat Libur Natal

Ketua IPPNU Kab. Tasikmalaya, Nadia Ulfa menyampaikan, kita harus peka terhadap setiap kebijakan pemerintah.

“Yakini terus bahwa perempuan adalah subjek dari sisi intelektual, spiritual dan sisi biologis. Beranilah mencoba karena kita selamanya pelajar kehidupan dalam ranah belajar, semoga kita tidak puas berproses,” pungkas Nadia. (Nurhotimah)

Berita Terkait

Longsor Terjadi di Jalan Banjarwangi Garut Selatan
Pemdes Sukahurip Dorong Peningkatan Indeks Desa Membangun Melalui Pelatihan Budidaya Jamur Tiram
Generasi Muda Tunjukkan Keberagaman Inklusif Lewat Film Dokumenter
Belum 24 Jam Baliho Ganjar-Mahfud Dirusak di Garut
Sajajar Perkuat Toleransi Lewat Pameran Foto dan Nobar Film Dokumenter
Selain Imbau Peserta Pemilu Taati Aturan Masa Kampanye, Panwas Cibiuk Perkuat Sinergitas Antar Lembaga
Rumah Makan Pejuang Program Inisiatif Bantu Sesama
Pemberdayaan Pemuda Untuk Resolusi Konflik
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Desember 2023 - 21:22 WIB

Longsor Terjadi di Jalan Banjarwangi Garut Selatan

Jumat, 1 Desember 2023 - 13:31 WIB

Pemdes Sukahurip Dorong Peningkatan Indeks Desa Membangun Melalui Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

Jumat, 1 Desember 2023 - 10:37 WIB

Generasi Muda Tunjukkan Keberagaman Inklusif Lewat Film Dokumenter

Rabu, 29 November 2023 - 15:25 WIB

Sajajar Perkuat Toleransi Lewat Pameran Foto dan Nobar Film Dokumenter

Rabu, 29 November 2023 - 14:40 WIB

Selain Imbau Peserta Pemilu Taati Aturan Masa Kampanye, Panwas Cibiuk Perkuat Sinergitas Antar Lembaga

Sabtu, 25 November 2023 - 15:23 WIB

Rumah Makan Pejuang Program Inisiatif Bantu Sesama

Senin, 20 November 2023 - 19:06 WIB

Pemberdayaan Pemuda Untuk Resolusi Konflik

Kamis, 16 November 2023 - 17:58 WIB

Tim U17 Indonesia Bertekad Tembus 16 Besar

Berita Terbaru

Harun Pria (kanan), Warmini (kiri) Pasangan lansia penjual kandang ayam asal kampung Cimaung Kidul, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Sosial

Pilu Pasangan Lansia Penjual Kandang Ayam

Senin, 4 Des 2023 - 17:01 WIB

Kondisi jalan yang terdampak longsor di kawasan Lawang Angin, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut

Berita

Longsor Terjadi di Jalan Banjarwangi Garut Selatan

Sabtu, 2 Des 2023 - 21:22 WIB