Home / Tasikmalaya / Video / Wisata

Sabtu, 18 Juli 2020 - 14:28 WIB

Curug Candung, Mitos Poligami di Kabupaten Tasikmalaya

Gentra Priangan - 

i

Tasikmalaya – Berbicara mengenai potensi alam, Jawa Barat memiliki banyak potensi alam yang layak dijadikan taman wisata alam, salah satunya yaitu Curug Candung. Bagi anda yang hobi naik gunung, bersepeda atau berwisata di alam terbuka, tak ada salahnya saat New Normal yang tengah berlangsung ini anda mencoba sensasi berwisata ke Curug Candung yang berada di kawasan hutan konservasi Garut–Tasikmalaya, Jawa Barat.

Curug candung ini beralamat di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Kawasan ini berada di hutan perbatasan dua kabupaten yaitu Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Dalam istilah kamus Sunda – Indonesia Kata Candung memiliki arti “Mendua” atau memiliki istri dua. Lokasi wisata ini memiliki suasana dan nuansa alam yang sejuk yang layak untuk dikunjungi.

Kondisi itu semakin eksotik, dengan hadirnya deretan hutan pinus, yang menjadi pagar hidup kawasan curug, sehingga mampu memberikan kesejukan bagi siapa pun yang bertandang ke kawasan wisata baru tersebut.

Menurut Pengelola Wisata Curug Candung, Alit Kustiawan mengatakan, tempat ini masih terbilang baru, karena sampai saat ini masih dalam proses pembangunan dan belum secara resmi dibuka, namun pengunjung sudah banyak yang datang.

“Curug Candung ini termasuk wisata yang baru di buka dan sedang dalam tahap pembangunan, meskipun masih proses pembangunan dan belum resmi di buka, tapi sudah banyak pengunjung yang datang,” kata Alit.

Baca Juga  KPU Kab. Tasikmalaya Lakukan Rapid Test Kepada Petugas Verfak dan PPS

Sejak adanya wisata Curug Candung yang memiliki arti mendua atau memiliki dua istri, kondisi itu mampu menjadi magnet tersendiri dan juga tidak sedikit menimbulkan pertanyaan dari wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan curug candung ini.

Alit menjelaskan, nama Curug Candung sudah melegenda sejak dulu.

“Awalnya Nenek moyang saya dulu pernah bercerita, bahwa kawasan Dayeuh Manggung itu dulunya sebuah kerajaan, dan di kerajaan tersebut terdapat dua putri yang dinikahi oleh satu raja, lalu dulu dua putri yang di nikahi oleh raja itu di sumpah dan sumpahnya itu menjelama jadi air,” jelasnya.

Lantaran banyak wisatawan yang penasaran dengan sejarah atau mitos Curug Candung, pihak pengelola saat ini sedang membuat buku yang bercerita tentang sasakala curug candung.

“Untuk lebih jelasnya saat ini kami sedang membuat buku sasakala curug candung”, ujarnya.

Curug ini banyak dikunjungi oleh wisatawan terutama pada hari Sabtu dan Minggu, banyak wisatawan yang datang bersama membawa keluarganya untuk beelibur dan menikmati sejuknya udara dan kesegaran curug candung.

Salah satunya wisatawan asal Bayongbong-Garut, Siti Nurjanah. Ia engatakan, tempatnya masih sejuk dan asri sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga.

Baca Juga  Situ Rancahideung, Danau Mempesona di Garut Selatan

“Sebetulnya saya engga tau ada curug candung, karena ini juga di ajak oleh suami, dan ternyata disini udaranya sejuk serta airnya segar, bisa bawa anak dan ajak keluarga juga, cuman akses jalanya masih sulit mungkin karena masih proses pembangunan,” ucapnya

Akses Menuju Curug

Curug Candung ini berada diwilayah dua perbatasan yaitu Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya berada di kaki Gunung Karacak

Untuk menuju sampai ke kawasan curug pengunjung memiliki dua alternatif jalur

• Yang datang menggunakankendaraan mobil bisa menggunakan akses dari perkebunan pinus Cirorek, Cilawu.

• Sedangkan yang menggunakan kendaraan motor bisa melalui Gerbang Patrol Cilawu menuju desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang

Curug candung ini beralamat di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Daya Tarik

Lokasi Curug yang berada di kawasan pegunungan dan pohon pinus tentunya memiliki banyak daya tarik seperti wisatawan dapat merasakan udara yang sejuk dan air curug yang segar serta spot foto yang banyak.

Tak jauh dari situ terdapat kedai kopi yang menyediakan berbagai jenis minuman kopi atapun non kopi, juga menyediakan kudapan khas pedesaan seperti Singkong dan Ubi rebus serta Nasi Liwet

Share :

Baca Juga

Berita

Leuwi Tonjong Surga Tersembuyi Di Garut Selatan

Berita

KPAID Kab. Tasik: Sekarang Kita Jaga Anak, Esok Anak Jaga Kita

Garut

Sambut New Normal, Kampung Sumber Alam Siap Manjakan Kembali Pengunjung

Berita

Ban Pecah, Mobil BMW di Tasikmalaya Terjun ke Sawah

Sosial

Perkuat Resiliensi Anak Menghadapi Covid-19, Lakpesdam Gelar Pendampingan Psikososial

Berita

Ryppal Syahdika Terpilih Sebagai Ketua Umum POKT

Berita

H+2 Lebaran, Arus Balik di Jalur Perbatasan Garut – Tasik Terpantau Sepi

Berita

Peresmian Penggilingan Padi Taruna Tani Winaya Mukti Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Warga