Home / Berita / Garut

Rabu, 29 Desember 2021 - 00:24 WIB

Cegah Stunting, Pemkab Garut Canangkan Gerakan Makan Telur Sehari

Gentra Priangan - 

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bersama Tim TP2S mendeklarasikan Gerakan Makan Telur di Hotel Harmoni, Kabupaten Garut, Senin (27/12/2021). Foto: DISKOMINFO

i

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bersama Tim TP2S mendeklarasikan Gerakan Makan Telur di Hotel Harmoni, Kabupaten Garut, Senin (27/12/2021). Foto: DISKOMINFO

Garut – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Kabupaten Garut mendeklarasikan program Gerakan Makan Telur (Germatel) dengan tema “Sebutir Telur Setiap Hari Bagi Ibu Hamil dan Balita Sebagai Gerakan Percepatan Penurunan Stunting di Garut”, bertempat di Ballroom Hotel Harmoni, Garut, Senin, (27/12/2021).

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyampaikan, gerakan makan telur ini merupakan gerakan yang bagus, akan tetapi harus diimbangi dengan air bersih. Jangan sampai gizi yang masuk lewat telur tidak terserap secara maksimal akibat air yang tidak bagus

Selanjutnya, Helmi mengatakan, gerakan ini harus memiliki motor penggerak dan juga memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, dengan harapan bisa melibatkan semua masyarakat.

” Yang kedua kan ini merupakan sebuah gerakan, kita harus sama-sama bareng-bareng gitu, ada motor penggeraknya ada lokomotifnya. Nah kita berharap ini juga menggunakan teknologi, menggunakan IT (atau) aktif di medsos dan sebagainya, agar ini semua masyarakat terlibat,” kata Helmi dalam siaran pers yang diterima gentrapriangan.com Rabu, (29/12/2021).

Helmi mengungkapkan, penanganan stunting ini merupakan sebuah gerakan kemanusiaan yang sangat mulia. Sehingga, ia mengajak seluruh pihak untuk semangat dalam rangka menurunkan angka stunting khususnya di Kabuaten Garut.

“Saya tadi minta coba kita semangatlah bahwa ini adalah sebuah gerakan kemanusiaan yang sangat mulia (dan) perintah Tuhan ini, nah kemudian juga harus dibuat tim-tim yang handal, baik tim di kabupaten, tim di kecamatan ataupun tim di desa, untuk melaksanakan sekaligus monitoring dan evaluasi (penanganan stunting),” ungkapnya.

Baca Juga  Pilkades Selesai, Bupati Ajak Kepala Desa Bersama Membangun Garut

Ia berharap dengan adanya Germatel ini mampu menyiapkan generasi unggul dan bisa membawa kemajuan untuk Kabupaten Garut.

Germatel sendiri merupakan impelementasi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Loka Penelitian Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Pangandaran, selama 8 minggu di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Salah seorang peneliti dari Loka Litbangkes Pangandaran, Mara Ipa, MB menuturkan, hasil penelitian dari makan 1 butir setiap hari selama 8 minggu menunjukkan peningkatan rata-rata tinggi badan sebesar 4.42 Centimeter, terhadap 100 anak Bawah Dua Tahun (Baduta) yang dipilih secara acak di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota.

“Kita penelitian yang dilakukan adalah riset implementasi, jadi kita ada intervensi berupa literasi melalui edukasi kader sebagai Agent of chance nya selama 8 minggu, kemudian selain itu juga ada intervensi terkait gerakan makan telur setiap 1 butir telur satu hari selama 8 Minggu setiap hari, kemudian kita ukur sebelum intervensi dan sesudah intervensi dan hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan rata-rata tinggi badan sebesar 4,42 (cm), itu berdasarkan WHO antropometrinya,” kata Mara.

Mara juga memaparkan, konsumsi makan telur ini sudah banyak dilakukan di negara luar dan terbukti sebagai upaya yang cukup efektif untuk mencegah stunting.

Baca Juga  PPKM Darurat Direvisi: Tempat Ibadah Tak Lagi Ditutup, Ini Detailnya

“Mudah-mudahan dengan hasil penelitian ini dan kemudian ditindaklanjuti oleh Pak Wabup sendiri, bisa semakin luas programnya dan memang terealisasi dan itu sudah terbukti hasil penelitian di negara luar sudah banyak dilakukan dan terbukti memang sebagai upaya yang cukup efektif untuk mencegah stunting,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa Germatel ini merupakan gerakan membudayakan ibu hamil dan balita yang ada di Garut untuk makan 1 telur tiap hari.

“Soalnya kalau harus selalu diberikan telur (oleh pemerintah) maka nanti akan menunggu, tapi kalau ini sudah menjadi hobi, masyarakat senang makan telur, bakal menjadi culture yang bagus sekali, (meski begitu) pemerintah tetap akan memberikan stimulan tentunya, di awal kita akan memberikan stimulan,” jelas dr. Tri.

Guna menyukseskan gerakan ini, lanjut dr. Tri, pihaknya diinstruksikan oleh Wabup Garut untuk mensosialisasikan Germatel ini secara masif melalui media sosial.

“Jadi tadi diamanatkan oleh Pak Wakil Bupati agar gerakan ini betul-betul mengakar sampai masyarakat gimana caranya, sampai beliau (menyarankan mengajak) ayo lewat Facebook, lewat IG, lewat WA, lewat influencer bahkan kalau perlu, biar masyarakat betul-betul menyukai telur ini.” tandasnya. (hpg/red).

Share :

Baca Juga

Berita

Pemuda Katolik Kabupaten Bogor Ajak Seluruh Elemen Tolong Korban Banjir

Berita

Jalin Hubungan Kelembagaan, Pemuda Katolik Jabar Apresiasi Kinerja Bawaslu Jabar

Berita

Ke Puncak Saat Libur Lebaran di Masa Pandemi, Wisatawan Diminta Putar Balik

Bandung

Jabar Perkuat Sinergi sebagai Provinsi Berbudaya Tangguh Bencana

Garut

Taman Maktal, Tempat Nongkrong Baru di Garut

Komunitas

Gelar Diskusi, Gusdurian Tasikmalaya Ingatkan Pentingnya Merawat Keberagaman

Berita

Tenaga Kebudayaan di Garut Ikuti Kegiatan Seminar Sosialisasi Dalam Menjalankan Aktivitasnya

Gaya Hidup

Cerita Teh Wati, Bangkitkan Kerajinan Bambu di Desa Sukarasa Tasikmalaya