Cara Milenial Lestarikan Seni Adu Domba Garut

- Penulis

Senin, 25 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut – Bagi masyarakat Garut, Jawa Barat, seni ketangkasan adu domba adalah tradisi, sekaligus budaya yang telah mendarah daging dan turun menurun di masyarakat.

Sejarah tradisi seni ketangkasan Domba Garut ini berawal dari masa pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa sekitar tahun 1815-1829, ia sering berkunjung ke sejawat perguruannya bernama Haji Saleh yang mempunyai banyak domba.

Lalu, bagaimana tanggapan para Millenial terhadap kesenian lokal yang ada di Garut ini.

Pria asal Mekar Sari, Garut, Kemal Anugrah (19) mengatakan, ia sangat bangga bahwa kotanya memiliki budaya adu domba Garut yang melegenda.

Baca Juga :  Vera Shopia Tunjukan Perempuan Juga Bisa Menguasai Jalanan

“Ketangkasan adu domba Garut ini adalah sebuah kesenian yang memang benar benar asli dari Garut, bahkan sejak dulu sudah menjadi Icon tersendiri. Maka dari itu kita harus bangga dan mampu mkebudayaan ini agar tetap ada,” katanya saat dihubungi gentrapriangan.com di Arena adu domba, Desa Panji Wangi, Kec. Tarogong Kaler, Garut, Minggu (25/11/2019).

Ia melanjutkan, dulunya sering ikut orang tua menyaksikan kontes adu domba, tapi setelah lama kelamaan malah menjadi hobi.

Begitupun dengan Rika Nurmalasari (15), baginya seni adu domba bisa menjadi hiburan tersendiri yang sangat menarik.

Baca Juga :  Penggiat Instagram di Garut Adakan Silat Lidah Camp, Catat Tanggalnya!

“Adu Domba ini adalah sebuah seni yang bisa di jadikan sebagai hiburan dan ajang silaturahmi sesama Peternak dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ia biasanya tidak hanya menyaksikan di pinggir arena. Tapi, sering kali membawa domba masuk ke arena lapangan untuk segera memperlihatkan kemampuannya,

Dalam setiap kegiatan kontes Adu Domba, mereka menuturkan selalu ikut serta dalam kontes dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan Dombanya.

Semoga Kesenial Lokal Ini akan terus di jaga serta dilestarikan keberadaanya .

Berita Terkait

Seni Nyarere, kerajinan Kreatif dari Lidi Kelapa Khas Ciamis
Genjring Ronyok, Tradisi Buhun yang Masih Bertahan
Tari Sulintang, Tarian Khas dengan Iringan Bambu
Tari Topeng Ciawi, Seni Tari yang Perlu Dilestarikan
Seni Sunda Lais, Budaya Khas Garut yang Menantang
Mengetahui Batik Khas Garutan yang Tembus Pasar Dunia
Ngabreg, Tradisi Tangkap Ikan di Garut saat Akhir Tahun
Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat, Ada Upacara Hajat Arwah
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:11 WIB

Keluarga Besar Persis Deklarasikan Dukung Anies Muhaimin di Garut

Kamis, 8 Februari 2024 - 15:17 WIB

Anies Serukan Warga Garut Jangan Takut Perubahan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:46 WIB

Peringati Hari Jadi Garut, Pemda Kabupaten Garut Rilis Logo Baru

Berita Terbaru

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penyelamat Demokrasi Tasikmalaya (GRPDT menyerbu salah satu rumah pemenangan Calon Legislattif partai PSI di Kota Tasikmalaya umat (23/2/2024).

Berita

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 17:39 WIB