Burung Mati Kena Asap Sampah, Pria di Tasikmalaya Gugat Tetangga Rp60 Juta

- Penulis

Rabu, 3 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burung murai (ilustrasi/net)

i

Burung murai (ilustrasi/net)

Tasikmalaya – Seorang warga asal Perumahan Nangela Mangkubumi, Tasikmalaya, Septhiana Yirginanda menggugat tetangganya sendiri, Yamin, ke pengadilan, setelah burung miliknya mati, Ia menduga burungnya mati karena menghirup asap pembakaran sampah yang dilakukan oleh Yamin.

“Saya bisnis di bidang usaha burung. Nah yang mati sebenarnya ada tiga. Tapi yang dua saya kurang bukti. Yang satu ini burung langganan juara kontes nasional dia menang di piala presiden, Galamedia dan banyak lagi,” katanya seperti dikutip media.

Besar gugatan yang diajukan Septhiana sebesar Rp60 juta atau seharga burung yang mati, gugatan itu diajukan ke Pengadilan Negeri Tasikmalaya yang akan disidangkan Kamis, 4 Februari 2021 besok.

Baca Juga :  Intoleransi Meningkat Jelang Musim Politik, Pegiat Keberagaman di Tasikmalaya Bentuk Sajajar

Ia awalnya menggugat tahun 2020 lalu namun dicabut. Dia layangkan lagi gugatan karena kecewa dengan sikap tetangganya Yamin.

Puncaknya, Ia masih sering membakar sampah yang mengganggu pernapasan karena miliki asma. Terlebih lagi, Yamin justru membakar sampah saat anak keduanya baru lahiran prematur.

“Saya gak langsung gugat yah. Nah puncaknya dia itu masih ajah bakar sampah dan Asapnya ganggu pernafasan keluarga kami,” ujarnya.

‘”Dari dulu, mulai kita pindah bertetanggaan dia itu selalu bakar sampah yang asapnya itu jelas akan masuk ke rumah, ke halaman, dan setiap pagi saya rutin menjemur burung sampai siang di depan rumah,” sambungnya.

Baca Juga :  Pelayanan RSUD dr. Soekardjo Dianggap Buruk, PMII Kota Tasik Gelar Aksi

Sementara itu, Yamin merasa tidak membakar sampah dalam jumlah besar, maka Ia merasa heran jika burung milik Septhiana mati disebabkan oleh asap sampah.

“Bakar ranting pohon di halaman, udah kebiasaan saya di waktu libur, jaraknya juga cukup jauh dari rumah Septhiana dan asap yang ditimbulkan pun juga sedikit, kalau segunung baru masuk logika,” ungkapnya.

Berita Terkait

Tabulasi Hilang, Bawaslu RI; Ini Jelas Masalah
Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu Legislatif 2024 Kab. Garut
Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023
Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan
KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu
Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024
3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan
Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Maret 2024 - 22:18 WIB

Tabulasi Hilang, Bawaslu RI; Ini Jelas Masalah

Jumat, 8 Maret 2024 - 13:33 WIB

Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu Legislatif 2024 Kab. Garut

Selasa, 5 Maret 2024 - 16:35 WIB

Kota Tasikmalaya Terima Penghargaan Adipura 2023

Selasa, 5 Maret 2024 - 12:48 WIB

Wisatawan Tenggelam di Curug Cimedang Ditemukan

Selasa, 5 Maret 2024 - 09:49 WIB

KPU Kabupaten Tasikmalaya; Rekapitulasi Selesai Tepat Waktu

Jumat, 1 Maret 2024 - 14:14 WIB

Tasikmalaya Raih Penghargaan Pada Ajang BAZNAS AWARD 2024

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:39 WIB

Sejumlah Massa Serbu Rumah Pemenangan Caleg di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB