Home / Garut / Milenial

Selasa, 27 Juli 2021 - 08:12 WIB

Buat Poster Curahan Hati Masyarakat, Cara Aksi Pemuda Desa Tanpa Melanggar Prokes

Gentra Priangan - 

Warga desa di Garut sampaikan kritik terkait kebijakan PPKM dengan cara unik

i

Warga desa di Garut sampaikan kritik terkait kebijakan PPKM dengan cara unik

Garut – Sejumlah Pemuda asal Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut memiliki cara yang unik untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dengan melakukan aksi membuat poster bertuliskan berbagai curahan hati yang dilakukan di depan Kantor Kecamatan pada Jumat (23/07/2021).

Melalui aksi turun ke jalan tanpa melakukan kerumunan ini ternyata berhasil menyita perhatian dan menuai berbagai respon positif dari para pengguna media sosial terutama Instagram. Poster yang berisi curahan hati ini awalnya diposting oleh akun @garutviews yang pertama kali membagikan postingan poster dengan beragam tulisan yang mengritik juga menggelitik.

Koordinator Gerakan Pemuda Desa Bersuara, Keimal Mihsan menjelaskan yang mendasari adanya gerakan ini tentu berasal dari keresahan masyarakat di Desanya yang terdampak akibat kebijakan PPKM Darurat terutama pada sektor ekonomi.

Baca Juga  Wakil Bupati Garut Resmikan Jembatan Gantung Maribaya Pakenjeng

“Adanya gerakan ini berawal dari keresahan masyarakat di Desa kami yang terdampak oleh kebijakan PPKM Darurat sehingga mereka merasa kesulitan terutama untuk bekerja atau membuka usahanya karena jam operasional yang dibatasi serta akses jalan banyak yang ditutup,” jelasnya saat dihubungi Gentrapriangan.com Senin malam (26/07/2021).

Ia lebih jauh menceritakan, bahwa dirinya bersama pemuda Desa Gunamekar berinisiatif untuk melakukan aksi yang tidak melanggar protokol kesehatan, sehingga muncul ide untuk membuat poster sebagai sarana menyampaikan aspirasi dimasa pandemi ini.

“Kami berinisiatif mencari cara agar bisa melakukan gerakan turun ke jalan tanpa perlu mengundang kerumunan, karena kami juga sangat mengerti pentingnya menjaga protokol kesehatan.Tapi di sisi lain juga kami tetap ingin menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan muncul ide untuk membuat poster sebagai alat,” ujarnya.

Baca Juga  Tasikmalaya Diharapkan Jadi Sentral Pakaian Muslim Dunia

Keimal menambahkan, sebelumnya ia tidak pernah mengira, aksi yang dilakukan bersama teman-temanya akan menjadi viral seperti saat ini.

“Sebelumnya saya tidak mengira akan menjadi viral seperti ini, karena gerakan ini murni berdasarkan dari keresahan kami sendiri,” ucapnya.

Disamping itu, salah satu peserta Gerakan Pemuda Desa Bersuara Rizki Saeful Hidayat mengungkapkan, bahwa dirinya ikut aksi ini karena memiliki keresahan yang sama dan berharap PPKM tidak terus diperpanjang seperti tulisan pada poster yang dibawanya.

“Saya juga memiliki keresahan yang sama dan berharap kepada agar PPKM ini tidak terus diperpanjang,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Garut-Tasikmalaya, 10 Rumah Terancam

Milenial

IPNU dan Polres Tasikmalaya Sinergi Cegah Penyebaran Paham Radikalisme Pelajar dan Santri

Berita

Charly Setia Band Ingin Motivasi Siswa di Garut dengan Karya Nyata

Garut

Pilkades Serentak Rawan Konflik, Masyarakat Diminta Jangan Mudah Terprovokasi

Berita

Kebakaran Sekolah Terjadi di Garut, Kantin dan Ruang Kelas Ludes Terbakar

Berita

1 Warga Garut Positif Corona, Riwayat Perjalanan dari Jakarta

Garut

Garut Telah Mempersiapkan 2 Ruangan Isolasi Untuk Merawat Pasien Yang Terjangkit Corona

Berita

VIDEO: Pasien Positif Corona di Garut Tolak Naik Ambulans, Pilih Pakai Motor ke RS

Dapatkan Update Berita Dari Kami