Home / Berita / Nasional

Kamis, 28 Januari 2021 - 21:47 WIB

Bersama Lawan Kekerasan Seksual, The Body Shop Indonesia Gelar Webinar Educational

Gentra Priangan - 

The Body Shop Indonesia Gelar Webinar Educational dengan tema 'Ambil Bagian! Lawan Kekerasan Seksual'

i

The Body Shop Indonesia Gelar Webinar Educational dengan tema 'Ambil Bagian! Lawan Kekerasan Seksual'

Menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) masuk kembali dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI 2021 sekaligus berupaya melawan kekerasan seksual, The Body Shop Indonesia gelar Educational Webinar pada Rabu (27/01/2021).

Mengusung tema “Ambil Bagian! Lawan Kekerasan Seksual!”, Aryo Widiwardhono selaku CEO The Body Shop Indonesia, mengatakan kegiatan ini adalah upaya untuk mengajak lapisan masyarakat berjuang bersama mendorong pengesahan RUU PKS serta membangun awareness dan edukasi untuk masyarakat, terutama para generasi muda.

Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan dapat menghentikan kekerasan seksual serta mengumpulkan 500.000 tanda tangan untuk petisi Stop Sexual Violence sampai bulan Maret 2021.

Aryo menyebut, dalam perjalanannya, rancangan undang-undang ini diterpa banyak hoaks yang membuat RUU PKS ini memiliki pro dan kontra. “Hal yang paling mendasar dari RUU PKS itu sendiri yaitu perlindungan bagi korban akhirnya tidak dipahami secara menyeluruh oleh publik.”

Baca Juga  Pemkab Garut Akan Berlakukan PPKM Mikro Hingga 22 Februari

Public Relations Yayasan Pulih, Wawan Suwandi yang juga hadir sebagai narasumber memetakan permasalahan hukum untuk kasus kekerasan seksual yang belum ditopang oleh regulasi yang berpihak pada korban.

“Itulah mengapa kita mendesak agar DPR-RI mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,” katanya

Wawan berpendapat, selain sebagai payung hukum kasus kekerasan seksual, pada RUU PKS juga terdapat sejumlah fungsi, diantaranya ialah mencegah segala bentuk tindak pidana kekerasan seksual; menangani, melindungi, dan memulihkan korban; menindak pelaku; dan mewujudkan lingkungan bebas kekerasan seksual.

Baca Juga  Musyawarah Wilayah PGM Jabar Harus Lahirkan Program Strategis Kesejahteraan Guru Madrasah

Maka, perlu adanya sinergi dari berbagai pihak tanpa terkecuali sebagai motor yang memainkan peran besar dalam mendorong disahkannya RUU-PKS.

Hadir pula Nur Aisyah Maullidah, Mahasiswa sekaligus Girl Ambassador for Peace mengatakan, masyarakat dari berbagai lapisan, tak terbatas gender maupun latar belakang sangat perlu berpartisipasi bahkan sesederhana membaca informasi maupun menandatangani petisi. Pihak-pihak yang berwenang memiliki kewajiban untuk saling merangkul dan bekerja sama untuk mendorong pengesahan RUU-PKS.

“Untuk masa depan yang lebih baik dan terjamin, untuk kelangsungan hidup yang aman, RUU-PKS adalah harapan besar bagi setiap orang,” pungkasnya.

 

 

Share :

Baca Juga

Inspirasi

20 Tahun Terpisah, Ayah dan Anak Bertemu Kembali Berkat Tik Tok

Berita

Aksi Masiswa Garut Menolak RAPBD yang Tidak Pro-Rakyat

Berita

Olah Sampah, Pemkot Bandung Terus Jajaki Metode Peuyemisasi

Berita

Wakil Bupati Serahkan Bantuan Wireless Speaker Aktif Untuk Posyandu Mandiri di Garut

Berita

Pilkades Selesai, Bupati Ajak Kepala Desa Bersama Membangun Garut

Berita

Proyek Reaktivasi PT KAI Menelan Korban di Garut

Berita

Wabup Garut Ajak Masyarakat Peduli dengan Dunia PAUD

Berita

Produktivitas Pertanian Jabar Meningkat dengan Pemanfaatan Teknologi