Aplikasi Donor Darah Siap Hadir di Tasikmalaya

- Penulis

Sabtu, 18 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya – Give Blood Community bekerjasama dengan Lakpesdam PC NU Kota Tasikmalaya menggelar Tadarus Teknologi, dengan tema Menciptakan Inklusi Social Impact Melalui Inovasi Teknologi Informasi. Bertempat di Kantor Lakpesdam, Jl. Situ Gede No.51 Selaawi Tasikmalaya, Sabtu (18/05/2019)

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong inovasi digital seperti aplikasi donor darah ‘Give Blood App” bagi kalangan muda di Tasikmalaya.

Salah satu pengurus Give Blood Community, Zulkarnain Lubis dalam pemaparannya mengatakan, anak muda di tahun 1990-an berlomba untuk mereformasi birokrasi, sedangkan anak muda ditahun sekarang lebih banyak berkontribusi dalam bidang Teknologi Informasi. Perancangan aplikasi ini dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan akan darah yang sangat tinggi di masyarakat, yang tidak sebanding lurus dengan jumlah pendonor darah.

“Konsep awal Give Blood ini adalah mempertemukan antara pencari darah dengan pendonor darah. Kami berharap, dengan adanya aplikasi ini bisa menjawab kebutuhan darah yang cukup tinggi dibanyak daerah di Indonesia. Saat ini aplikasi ini mulai efektif di beberapa kota besar, seperti Jakarta dan Bogor. Harapannya aplikasi ini juga bisa menyebar sampai ke daerah-daerah”, ujar Zulkarnain.

Baca Juga :  Ribuan Orang Ikuti Deklarasi Aksi Peduli Kemanusiaan

Give Blood lahir karena kami melihat permasalahan, ia lahir karena kebutuhan. Orang mendonorkan darah dengan sukarela melalui PMI, kami memilki ide bahwa, biasanya yang kita ajak adalah pihak/komunitas yang selalu donor darah ke PMI. Tapi darah kita itu belum pernah tahu didonorkan kepada siapa? Kami ingin mengajak 3 stakeholder sekligus, yaitu PMI, orang yang membutuhkan darah dan pendonor darah untik menjadi bagian penting dalam pengembangan system donor darah berbasis aplikasi. Dengan aplikasi pendonor darah akan tahu darahnya didonorkan kepada siapa.

“Melalui system seperti itu, kami sebetulnya sedang memperkuat nilai-nilai empati dan kemanusiaan antara orang yang mendonorkan darah dan pendonor.

Aplikasi Give Blood sendiri didirikan oleh 5 orang saja, awalnya sempat pesimistis aplikasi ini akan berhasil, karena kita hanya berangkat dari ide, dan tanpa modal yang besar. Didirikan dari tahun 2017, launching 2018 dan mulai efektif tahun 2019.

Baca Juga :  Kebutuhan Darah di Garut Mencapai Dua Ribu Labu per Bulan

Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam PCNU Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat mengatakan, Lakpesdam focus dalam penguatan sumber daya masyarakat berbasis komunitas dengan menggunakan pendekatan inklusi sosial.

“Give Blood Community menjadi salah satu mitra kami yanf konsen dalam gerakan donor darah, yang berhasil mengembangkan Social Start-Up yang memungkinkan masyarakat untuk menemukan pendonor darah berbasis Android”, kata Ajat.

Ajat mengungkapkan, jumlah kebutuhan darah di Tasikmalaya cukup tinggi, banyak sekali permintaan darah berseliweran dimedia sosial seperti Facebook dan WhatsApp.

“Banyak kejadian darah kosong di PMI, sehingga aplikasi ini bisa menjadi solusi untuk membantu ketersediaan darah di Tasikmlaya”, harapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa, aktivis, pegiat IT, Komunitas Sahabat Anak, Forum Bhinneka Tunggal Ika dan JAI.

Berita Terkait

Pilu Pasangan Lansia Penjual Kandang Ayam
Rumah Makan Pejuang Program Inisiatif Bantu Sesama
Banser Garut Kerahkan Anggota Amankan Gereja pada Perayaan Natal
Wabup Helmi Budiman Terpilih Kembali Menjadi Ketua PMI Garut
Wujudkan Tasik Betah, Pepeling Dibentuk
Puluhan Komunitas Gaungkan Tasik Bebas Runtah Dalam Aksi World Cleanup Day
World Cleanup Day, Wagub Jabar Ajak Warga Sukseskan Gerakan Tasik Bebas Runtah
Artis Didi Riyadi Dukung Gerakan Tasik Bebas Runtah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 17:17 WIB

Gelaran Seni Budaya Garut dan Jakarta Semarakan Hari HJG Ke 211

Senin, 26 Februari 2024 - 13:55 WIB

Seorang Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Cikuray

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:02 WIB

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:37 WIB

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

2 Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Garut

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:49 WIB

Mengenal Reynaldi Agus Prassetiyo Finalis Putra Pendidikan Jabar

Sabtu, 10 Februari 2024 - 20:48 WIB

PMK Kembali Merebak di Garut, Diskanak Perketat Pembelian Ternak

Jumat, 9 Februari 2024 - 19:52 WIB

Mahasiswa Tasikmalaya Tanggapi Deklarasi Pemilu Damai oleh Petinggi Kampus

Berita Terbaru

Ilustrasi Pembakaran hutan

Lingkungan

MUI Keluarkan Fatwa Tindakan Merusak Alam Hukumnya Haram

Senin, 26 Feb 2024 - 15:48 WIB

papan selamat datang di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Berita

Kampung Dukuh Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Minggu, 25 Feb 2024 - 21:02 WIB

Ilustrasi minuman keras (Foto:Istimewa)

Berita

3 Warga Tasikmalaya Meninggal Usai Tenggak Miras Oplosan

Minggu, 25 Feb 2024 - 20:37 WIB