Alasan Logis Larangan Memakai Pakaian Hijau di Pantai

- Penulis

Minggu, 15 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua orang remaja berjalan di pinggir pantai. Foto: Sahrul Imam/GentraPriangan.

i

Dua orang remaja berjalan di pinggir pantai. Foto: Sahrul Imam/GentraPriangan.

Gentrapriangan.com – Mengenakan pakaian berwarna hijau tidak boleh di Pantai Selatan dan muncul larangan keras oleh beberapa masyarakat setempat. Berikut alasan logis mengenai larangan tersebut.

Beberapa masyarakat sekitar Pantai Selatan masih memegang mitos bahwa pengunjung yang mengenakan baju hijau biasanya menjadi korban tenggelam saat berenang di pesisir selatan Jawa.

Hal itu dikarenakan adanya mitos sosok Nyi Roro Kidul yang akan membawa pengunjung pantai bila memakai pakaian hijau. Konon, Penguasa Pantai Selatan itu sangat menyukai warna hijau.

Namun, apakah benar larangan menggunakan pakaian hijau di pantai dan kehadiran sosok Nyi Roro Kidul sangat berkaitan?

Baca Juga :  Utara Cafe, Tempat Ngopi Instagramable yang Hits di Bandung

Melalui unggahan akun Instagram @kkpgoid, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyatakan (alasan logis) bahwa warna hijau merupakan spektrum warna laut.

Saat mengenakan pakaian hijau dan terseret ombak ke tengah laut, korban akan lebih sulit terlihat oleh tim penolong.

KKP juga mengungkapkan bahwa warna hijau adalah spektrum gelombang medium yang mencapai kedalaman sekitar 100 atau 200 meter.

Baca Juga :  G-Fest Hadirkan Fashion Show Batik Garutan

Selain itu, warna hijau di kedalaman kurang dari 50 meter juga bisa karena pantulan substrat dasar laut yang berupa pasir putih atau pecahan koral dan cangkang kerang berwarna putih.

Sehingga korban tenggelam akan sulit terlihat jika mengenakan pakaian hijau, karena sewarna dengan spektrum gelombang medium laut. Hal tersebut akan meyulitkan proses efakuasi dan penyelamantan korban. Bahkan tim SAR akan kesulitan untuk meliha korban

Berita Terkait

Siswi SMK Maarif NU Bandung Raih Juara 2 Deklamasi Puisi Bahasa Prancis
Diusung Santri dan Jaringan Masyarakat Sipil, Andi Ibnu Hadi Mantap Maju Pilwalkot Tasikmalaya
Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru
Masa Akhir Tahapan Pemilu 2024, Panwascam Cibiuk Gelar Press Release Hasil Kerja Pengawasan
Cek Kelayakan Kendaraan Dilakukan Petugas Antisipasi Kecelakaan
Awal Ramadan 1435 Jatuh Pada Hari Selasa 12 Maret 2024
Laga Klasik Liga 1 2023/2024, Persib Keluar Sebagai Pemenang
Asesmen Wilayah Terdampak Bencana Alam di Kabupaten Garut
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Mei 2024 - 18:21 WIB

Siswi SMK Maarif NU Bandung Raih Juara 2 Deklamasi Puisi Bahasa Prancis

Rabu, 1 Mei 2024 - 00:40 WIB

Diusung Santri dan Jaringan Masyarakat Sipil, Andi Ibnu Hadi Mantap Maju Pilwalkot Tasikmalaya

Minggu, 21 April 2024 - 16:40 WIB

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 31 Maret 2024 - 22:28 WIB

Masa Akhir Tahapan Pemilu 2024, Panwascam Cibiuk Gelar Press Release Hasil Kerja Pengawasan

Rabu, 20 Maret 2024 - 12:10 WIB

Cek Kelayakan Kendaraan Dilakukan Petugas Antisipasi Kecelakaan

Minggu, 10 Maret 2024 - 15:55 WIB

Laga Klasik Liga 1 2023/2024, Persib Keluar Sebagai Pemenang

Minggu, 10 Maret 2024 - 15:42 WIB

Asesmen Wilayah Terdampak Bencana Alam di Kabupaten Garut

Minggu, 10 Maret 2024 - 13:51 WIB

Beras Lokal Garut Meroket Jelang Ramadan

Berita Terbaru

Momen perayaan Intimate Hearing Session Penemuan 'Kartini' di

Berita

Terinspirasi Perjuangan Kartini, Tsoht Rilis Single Terbaru

Minggu, 21 Apr 2024 - 16:40 WIB