NasionalPeristiwa

Aksi PMII Pamekasan, Gusdurian Bogor: Polri langgar Intruksi Presiden

0

Garut – Baru-baru ini, telah viral video sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan berunjuk rasa di depan kantor bupati menuntut tegas galian tambang ilegal didaerahnya. Video tersebut menampilkan kebrutalan aparat kepolisian hingga seorang mahasiswa mengalami luka di kepala akibat tindakan represif oknum polisi.

Koordinator GUSDURian Bogor, M Hafiz Azami menanggapi kejadian tersebut amat sangat disayangkan, pasalnya tindakan kebrutalan itu tidak sama sekali bisa diterima, “Kalo kita mengacu pada Pasal 13 Perkapolri 9/2008, point a sangat jelas bahwa pengamanannya harus melindungi hak asasi manusia”.

“Ayat 1 nya itu ada point-point seperti peserta aksi juga harus dilindungi secara hukum, ika ada penangkapan juga harus diperlakukan manusiawi, pada pasal 24nya juga Polisi tidak boleh keluar dari barisannya dan tidak boleh tersulut emosi hingga sampai memukul dengan brutal”. Tambahnya.

Dalam aksi tindakan represif, hafiz sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa POLRI tidak menjalankan perintah Presiden RI, “Pak Joko Widodo yang menyatakan, agar saat menangani demonstrasi mahasiswa maupun masyarakat sipil lainnya tak bertindak represif. Hal itu disampaikan pada Kamis, 26/09/2019 kepada pak Tito kala masih menjabat Kapolri” tutupnya.

Sekedar Informasi, Demontrasi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan di depan kantor bupati Pamekasan diwarnai kericuhan, Kamis (25/05/2020). Aksi tersebut menuntut Bupati menutup dan menindak tegas galian ilegal.

Kericuhan berupa bentrokan massa aksi dengan petugas kepolisian dipicu kekecewaan mahasiswa yang tidak ditemui bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Datangi Gedung Dewan, Gerakan Garut Anti Komunis Tolak RUU HIP

Previous article

Sambut New Normal, Kampung Sumber Alam Siap Manjakan Kembali Pengunjung

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional