Home / Nasional / Politik & Hukum

Kamis, 11 Februari 2021 - 21:25 WIB

Aisha Weddings Kampanyekan Nikah Usia Dini, Gusdurian: Segera Tindak Tegas

Gentra Priangan - 

Postingan akun Aisha Weddings di Facebook

i

Postingan akun Aisha Weddings di Facebook

GentraPriangan – Beberapa hari ini media sosial viral dengan adanya sebuah Wedding Organizer (WO) yang bernama Aisha Weddings, sebuah jasa penyelenggaraan perkawinan sekaligus mempromosikan kawin siri, menikah pada usia dini dan poligami, hal itu membuat Jaringan Gusdurian angkat bicara.

Koordinator Gusdurian, Alissa Wahid menyampaikan tiga pernyataan sikap dalam siaran persnya terkait kejadian tersebut.

Pertama, mendukung sepenuhnya langkah Kemenetrian  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan tindakan tegas  kepada semua pihak yang mengampanyekan atau menganjurkan pernikahan anak.

Kedua, mendukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menegakkan  UU Perlindungan Anak (UU No.23 Tahun 2002 dan UU No.35 Tahun 2014) dan UU Perkawinan (UU No.1 Tahun 1974 dan UU No.16 Tahun 2019.

Baca Juga  Baliho Arief Muhammad Siap Jadi Nomor 1 Trending Topik, Ini Faktanya!

Ketiga, mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk terus melakukan upaya pencegahan perkawinan anak di seluruh tanah air.

“Kampanye pernikahan dini tersebut juga bertentangan serta mengingkari tujuan agama yakni terciptanya kemaslahatan bersama, termasuk kemaslahatan keluarga dan anak,” tulisnya.

Selain itu, menurut Alissa, perkawinan anak beresiko menimbulkan persoalan di tingkat keluarga seperti kemiskinan, konflik, kekerasan dalam keluarga dan, kehancuran keluarga.

“Sehingga tidak akan terwujud kemaslahatan sakinah mawaddah rahmah bagi setiap orang dalam keluarga. Pada akhirnya hal itu akan berujung pada timbulnya berbagai persoalan di tingkat negara dan bangsa seperti Indeks Pembangunan Manusia yang rendah, kualitas warga yang rendah, problem kesehatan masyarakat, angka kematian Ibu dan Bayi, stunting, tingkat pendidikan terutama perempuan, kemiskinan,” tulisnya.

Baca Juga  5 Tips for Balancing A Career and Caregiving

Ia berpandangan, peristiwa ini merupakan puncak gunung es yang di belakangnya telah dilatari oleh semakin menguatnya pemahaman keagamaan yang sempit sekaligus dibiarkannya praktik-praktik ultra konservatif dalam beragama yang justru merugikan dan jauh dari tujuan-tujuan agama.

“Hal itu ditambah dengan budaya patriarki yang masih sangat kuat, rendahnya pendidikan, kemudahan mekanisme nikah tak tercatat, dan tingginya tingkat kemiskinan,” tulisnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Megawati Pertanyakan Apa Sumbangsih Millenial Bagi Negara

Nasional

Menteri Agama Fachrul Razi Positif Corona

Nasional

Presiden Turun Tangan Atasi Perseteruan Anak Muda di Twitter

Politik & Hukum

Anton Charliyan Dukung Sikap Tegas Pangdam Jaya Copoti Baliho Rizieq Shihab

Peristiwa

Melawan Fenomena Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Berita

Cegah Covid-19, PBNU Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Inspirasi

Film Karya IPNU Kabupaten Tasikmalaya Dibedah di Jakarta

Politik & Hukum

Sambangi Bupati, DPC PERADI Tasikmalaya Soroti Akses Keadilan Bagi Masyarakat Rentan dan Marginal